Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

Tampilkan postingan dengan label Hosting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hosting. Tampilkan semua postingan
22 Jun 2020

Adakah Hosting Khusus WordPress? Apa Bedanya dengan Hosting Lainnya?

22 Jun 2020  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Di era yang penuh dengan ledakan informasi ini, banyak sekali kita jumpai website-website baru setiap harinya. Jika tahun 2000-an saja kita cuma menemukan beberapa website yang menarik, kini kita bisa jumpai ratusan bahkan ribuan website yang isinya menarik.


Sayangnya, apakah kita bisa membacanya semua dengan waktu yang kita punyai? Nyatanya, tidak.

Alasan mengapa banyak sekali orang saat ini yang membuat website adalah karena dari website tersebut bisa mendapatkan uang. Yang paling umum adalah mendapatkan uang dari AdSense. Walaupun blog ini www.iskael.com sama sekali tidak mencari uang dengan jalan AdSense. Ada cara lain yang lebih enak. Hehe.

Saat ini pun, kebanyakan pemula dalam dunia blog akan menggunakan platform ngeblog yang paling banyak dipakai. Apa lagi kalau bukan WordPress. Selain WordPress, di Indonesia platform ngeblog yang cukup digandrungi adalah Blogger. Blog ini juga pakai platform Blogger loh.

Mengapa Pakai WordPress?

Banyak yang bertanya mengapa harus pakai WordPress, memangnya tidak ada platform blog lain. Platform blog lain sangat banyak. Bahkan dulu Joomla dan Drupal juga digandrungi. Namun, tetap saja WordPress menang telak karena beberapa sebab.

Data dari W3Techs ini sudah menjadi bukti bahwa WordPress sangat disukai oleh banyak orang dibandingkan CMS lainnya. WordPress menguasai 63% dari total keseluruhan CMS untuk blog dan 37.5% untuk keseluruhan website.

Sumber: https://w3techs.com/technologies/overview/content_management

Jumlah pengguna yang banyak tentu membuat orang yang baru datang di dunia per-blog-an akan memilih WordPress. Jelas begitu karena jika mencari solusi atau tutorial sudah banyak yang menulis dan menjawabnya.

Selain karena memang jumlah penggunanya yang banyak, WordPress ini sangat mudah dimengerti dasbornya. Bahkan saat pertama kali saya menggunakan WordPress pertama kali di tahun 2009, saya sudah tahu dan merasa mudah dengan tampilan WordPress ini. Kurva belajarnya sangat landai.

Di sisi lain, banyak orang menyukai WordPress ini karena dukungan plugin dan theme-nya sangat banyak. Banyak dengan WordPress kamu bisa membuat model website apa saja. Bisa disulap jadi forum, company profile, website portofolio, e-commerce, dan banyak lagi model lainnya.

Jadi sangat wajar jika banyak orang yang menggunakan WordPress karena bisa diubah menjadi apa saja. Bahkan ada guyonan bahwa WordPress ini diibaratkan seperti gajah yang bisa terbang sekaligus bisa menyelam seperti ikan.

Pilih Hosting yang Pas untuk WordPress

Seperti yang terdapat pada judul, adakah hosting khusus untuk WordPress? Jawabnya ada. Namun, apakah hosting biasa tidak bisa digunakan untuk WordPress? Jawabnya, seharusnya bisa asal memenuhi beberapa kriteria. Hosting tersebut harus berukuran minimal 50 MB dan memiliki fitur database.

Saya rasa hosting berbayar yang ada saat ini sudah memenuhi itu semua. Beda lagi dengan hosting gratisan yang kadang tidak mendukung database. Namun, apakah bedanya hosting yang khusus untuk WordPress dan hosting yang biasa saja? Jelas ada bedanya.

Yang paling terasa adalah hosting yang dikhususnya untuk WordPress benar-benar memudahkan kamu untuk membangun website berbasis WordPress. Selain itu, ada plugin khusus yang bisa membuat WordPress kamu bisa diakses dengan cepat oleh pengguna. Dan tentu saja plugin itu tidak gratis. Nah, biasanya hosting khusus WordPress, memberikan fitur plugin itu secara gratis (dengan cara di-bundling harganya).

Oh ya, omong-omong masalah hosting untuk WordPress, kamu bisa loh beli hosting termurah yang bisa digunakan untuk WordPress dari DomaiNesia.


Jika kamu masih mau coba-coba membuat website pakai WordPress, kamu bisa memilih paket Extra dari DomaiNesia. Cukup 16 ribu per bulan, kamu bisa mendapatkan space 750 MB dan bandwith unlimited. Space 750 MB ini bisa digunakan hingga 5 website WordPress yang biasa saja. Kalau untuk WordPress yang sudah isi 1.000 artikel ya beda cerita lagi. Hehe.

Paket Extra cocok buat kamu yang pemula. Jika website sudah ramai, kamu bisa upgrade ke Paket Super. Kelebihan Paket Super ini banyak. Yang paling terasa adalah bisa akses SSH dan dapat gratis domain .COM atau domain lainnya.

Oh ya, DomaiNesia juga menyediakan hosting khusus untuk WordPress dengan kamu membeli mulai Paket Super. Berikut ini adalah fitur yang ditawarkan oleh DomaiNesia.


Jadi, kamu sudah tahu kan apa bedanya hosting biasa dengan hosting yang khusus untuk WordPress. Jika kamu penasaran bagaimana performanya, kamu bisa mencoba hosting khusus WordPress DomaiNesia ini.
Selengkapnya
9 Feb 2018

Pengalaman Pakai Layanan Hosting di Hostinger.co.id

9 Feb 2018  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Memilih hosting yang cocok untuk sebuah blog atau website memang bukan pekerjaan yang mudah. Ini cukup menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan dan kadang bisa keluar dana untuk mengetes apakah hosting tersebut bagus dan cocok untuk projek blog atau website yang dibuat.


Paket Hosting di Hostinger

Kali ini, saya akan berbagi mengenai pengalaman saya pakai layanan hosting di Hostinger.co.id. Paket hosting yang saya coba di Hostinger kali ini adalah Paket Web Hosting Premium dengan harga sewa per bulannya sekitar 30 ribuan (ini harga promo yah). Kalau harga normal sekitar 70 ribuan.

Daftar Paket Hosting di Hostinger

Harga ini sih sangat beralasan dan cukup murah buat saya. Mengapa saya bilang murah? Tentu saja kamu bisa melihat sendiri harga sebanding dengan apa yang didapatkan. Saya sudah bisa menikmati SSD, artinya web saya akan bisa dimuat lebih cepat dibandingkan hosting yang menggunakan storage HDD.

Selain itu, jumlah website juga tak terbatas. Sangat cocok untuk orang seperti saya yang suka bikin blog-blog kecil tapi jumlahnya sangat banyak, yang nantinya digunakan untuk job review/placement content. Kamu bisa menambahkan banyak domain di hosting ini karena memang tidak ada batasan addon domainnya. Tidak seperti layanan shared hosting yang addon domainnya dibatasi.

Di Paket Web Hosting Premium ini, saya mendapatkan unlimited storage. Eh tapi jangan senang dulu, meskipun unlimited storage, tetap saja ada batasannya. Batasannya berupa inodes. Inodes yang saya dapatkan adalah 200 ribu. Cukup besar sih.

Tampilan cPanel Hostinger

Apa Itu Inodes?

Inodes adalah satuan untuk satu file dan satu folder. Jadi misal saya punya file kecil ukuran 1 KB sebanyak 200 ribu, maka paket hosting yang saya pakai ini otomatis habis dan harus di-upgrade. Atau permisalan yang ekstrem lagi, misal saya punya 200 ribu folder tanpa isi file, maka hosting saya ini sudah dikatakan penuh. Gila, bukan?

Tapi, itu kan hanya permisalan yang ekstrem. Apa iya saya akan segila itu mengisi hosting dengan file kecil dan folder yang banyak. Tentu saja tidak. Kelebihan model inodes ini adalah ketika kamu punya 1 file berukuran 100 GB, maka tetap dihitung 1 inodes. Ini kelebihannya. Jadi, sudah paham 'kan mengenai apa itu inodes?

Testing Halaman HTML Biasa

Seperti biasa, ketika mencoba sebuah layanan hosting biasanya saya otak-atik File Manager dan membuat sebuah file .HTML dasar. Tujuannya sih untuk mengetahui seberapa nyaman file editornya.

File default.php bawaan Hostinger

Saat pertama kali buka File Manager, saya menemukan file default.php. File ini sebenarnya untuk memberikan tampilan awal ketika saya mengunjungi web saya di indoblog.xyz.

Tampilan default

Selanjutnya, saya hapus default.php tersebut dan saya buat lagi file index.html.

Membuat file index.html

Editor edit file cukup nyaman digunakan dan bisa autocomplete. Tapi saran saya sih untuk kamu yang masih tahap belajar ngoding, jangan ngoding langsung di editornya. Lebih baik ngoding via offline saja, biar bisa langsung dilihat hasilnya walau tidak ada koneksi internet.

Hasil edit index.html

Saya juga tidak mungkin ngoding langsung online untuk projek yang besar. Capek banget.

Berikutnya, setelah coba-coba HTML biasa, saya mencoba melakukan instalasi WordPress di hosting Hostinger.co.id ini. Saya yakin sudah banyak yang tahu apa itu WordPress, jadi tidak perlu dijelaskan alasan saya mengapa menginstal WordPress.

Memasang WordPress di Hosting Hostinger.co.id

Awalnya saya bingung karena tidak saya jumpai Softaculus di cPanel Hostinger.co.id ini. Biasanya di cPanel penyedia lainnya ada. Ternyata di Hostinger namanya lain, yaitu Auto Installer.

Instalasi WordPress

Tuh 'kan ternyata ada installer WordPress di menu Auto Installer milih Hostinger.co.id.

Sebenarnya menginstal WordPress secara manual saya sih bisa-bisa saja. Cuma 'kan itu kalau darurat. Kalau ada yang mudah, mengapa pilih yang susah. Dengan memakai Auto Installer ini, tinggal klik-klik-klik sudah jadi. Sangat berbeda dengan pakai cara manual, harus setting database, wp-config.php, dan sebagainya.

Proses instalasi WordPress

Jika proses telah selesai, kamu akan melihat daftar WordPress yang sudah kamu instal di cPanel Hostinger ini. Dalam kasus ini saya hanya menginstal satu WordPress saja.

Daftar WordPress yang terinstal

Setelah WordPress sudah terinstal, kamu bisa mengunjungi halaman adminnya di /wp-admin.

Halaman Admin WordPress

Lalu setelah WordPress terinstal, ngapain? Ya nulis dong, bro ;)

Konon, WordPress ini adalah platform blog yang terpopuler saat ini. Bagaimana tidak populer, WordPress ini sudah disulap jadi model website yang bermacam-macam. Bisa jadi company profile, portal berita, galeri foto, portofolio, dan lain-lain. Apalagi dengan adanya plugin page builder-nya, WordPress bisa dengan sangat mudah digunakan untuk membuat landing page jualan.

Membuat Subdomain dan Memanfaatkan Web Builder

Setelah saya sudah puas dengan otak-atik WordPress, saya penasaran dengan Web Builder yang dimiliki oleh Hostinger ini. Saya merencanakan hasil dari Web Builder ini ditaruh di subdomain yaitu instan.indoblog.xyz.

Membuat Subdomain

Membuat subdomain bukanlah hal yang susah. Kamu bisa mengunjungi menu Domain lalu klik Subdomain. Masukkan nama subdomain-nya dan tentukan direktorinya. Lalu klik Buat.

Setelah subdomain jadi, selanjutnya adalah membuat tampilan web-nya menggunakan Web Builder yang ada di cPanel Hostinger.

Pilihan Template Web Builder

Kamu bisa memilih sesuai tampilan yang mendekati dengan website yang akan kamu buat. Saya secara acak memilih desain di bawah ini untuk saya edit.

Desain menggunakan Web Builder

Setelah saya selesai melakukan beberapa edit di komponen template Web Builder-nya, selanjutnya klik "Simpan". Lalu, di mana saya bisa mengambil kode HTML dan komponen web dari hasil editing Web Builder yang sudah saya lakukan? Jawabnya, ada di folder zyro.

Folder Zyro

Untuk bisa melihat hasil live dari hasil editing website menggunakan Web Builder, pindahkan semua file yang ada di folder "zyro" ke folder "instan".

instan.indoblog.xyz

Setelah selesai dipindahkan, kamu bisa melihatnya langsung ke URL instan.indoblog.xyz.

Sangat mudah bukan membuat website dengan Web Builder? Tentu saja mudah, apalagi bagi kamu yang tidak bisa atau tidak tahu dasar-dasar HTML. Dengan adanya Web Builder ini sangat membantu. Alasan lain menggunakan Web Builder adalah agar proses pembuatan website lebih cepat, karena biasanya pembuatan website statis berkisar antara 7-14 hari.

Membuat Custom Domain Email

Biasanya jika sudah punya domain dan hosting sendiri, ada baiknya jika sekalian membuat custom domain email. Maksudnya, email dengan nama domain sendiri. Kali ini saya buat alamat email hello@indoblog.xyz.

Membuat custom domain email

Membuat email kustom di Hostinger sangatlah mudah. Klik menu Email lalu pilih Akun Email. Tambahkan alamat email, masukkan password, lalu klik Buat. Selesai.

Selanjutnya adalah mengakses webmail dan mengirim email dengan alamat email yang sudah dibuat. Caranya seperti halnya mengirim email di Gmail dan layanan email lainnya.

Testing kirim email tipe HTML 

Email berhasil dikirim dan diterima oleh resipien. Dalam kasus ini saya kirim ke email saya yang lain yaitu admin[at]intikali.org (custom domain email GSuite).

Email sampai ke penerima

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang bisa saya lakukan dengan hosting ini. Hanya saja saya tidak mungkin menuliskannya semua. Banyak fitur yang belum saya coba seperti Cron Job, Addon Domain, Parking Domain, dan sebagainya.

Itulah pengalaman saya pakai layanan hosting di Hostinger.co.id. Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi kamu yang bingung mau berlangganan layanan hosting di mana.
Selengkapnya
25 Jan 2018

Solusi Jitu Memilih Web Hosting Terbaik

25 Jan 2018  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Rasanya seperti deja vu ketika ada orang yang bertanya beli hosting di mana yang bagus. Ini sering kali saya dapati di grup-grup Facebook seputar kegiatan ngeblog. Sayangnya kadang jawaban yang didapat terlalu subjektif dan kadang ada yang penuh tendensi. Ternyata setelah ditelisik, orang yang menyarankan itu ternyata pegawai dari penyedia web hosting yang dia sarankan.


Belum lagi kadang sebagai pengguna pemula, sangat susah untuk mengetahui mana saja sih web hosting terbaik yang layak untuk dibeli. Apalagi kadang pengguna lebih tergiur harga yang murah tanpa melihat rekam jejak penyedia web hosting tersebut. Untuk itu kamu perlu tahu cara memilih web hosting terbaik. Berikut ini adalah beberapa solusi jitu memilih web hosting terbaik.

Tanyalah Orang Terdekat

Cara ini adalah yang paling mudah dilakukan. Dengan bertanya pada orang terdekat memberikan kamu rasa percaya yang lebih. Orang terdekat juga akan memberi tahumu mengenai masalah-masalah apa yang pernah dialami ketika dia berlangganan di penyedia web hosting tersebut.

Sayangnya, terkadang kamu tidak menemukan orang terdekatmu yang menggunakan layanan web hosting karena mungkin lingkaran pertemananmu tidak melakukan aktivitas ngeblog dan berpengalaman dalam dunia website.

Jika kamu tidak bisa menemukan orang terdekat yang bisa memberikan nasihat penyedia web hosting mana yang bagus, kamu bisa menggunakan cara lain. Cara tersebut adalah melihat komentar halaman social media-nya.

Perhatikan Halaman Social Media Penyedia Hosting

Hal ini jarang dilakukan oleh banyak orang. Namun, selama saya berlangganan web hosting, saya selalu terlebih dulu mengecek halaman social media-nya. Kamu bisa mengecek halaman fanpage Facebook-nya atau timeline Twitter-nya. Perhatikan seberapa sering mereka mendapat komplain dari pelanggannya.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melihat bagaimana mereka menanggapi komplain pelanggannya. Ini juga bisa menjadi pertimbangan sebelum kamu berlangganan layanan web hoting di sana. Jika hal itu sudah kamu lakukan, untuk memperkuat pertimbanganmu, kamu bisa melihat saran dengan cara lain. Cara tersebut adalah dengan melihat info rating perovider web hosting tersebut di website pe-rating.

Lihat Info dari Website Pe-rating Web Hosting

Mungkin banyak orang yang belum tahu bahwa ada website yang tugasnya melakukan rating untuk penyedia layanan web hosting. Website semacam ini ada loh. Kamu bisa mengunjungi webhostingterbaik.id.

Rangking Penyedia Web Hosting di Indonesia

Website tersebut memberikan rating terhadap banyak provider web hosting yang ada di Indonesia. Tak hanya rating, kamu bisa melihat harga termurah layanan hosting dari setiap provider. Web Hosting Terbaik juga memberikan saran mengenai penyedia mana yang cocok untuk skala website yang akan kamu buat.

Dengan adanya website yang menyediakan info mengenai layanan web hosting yang ada di Indonesia ini, tentu saja akan banyak membantu kamu dalam menentukan mana sih penyedia web hosting terbaik yang cocok untukmu.

Dengan ketiga solusi jitu yang sudah saya tulis di atas, apakah kamu masih bingung dalam memilih web hosting terbaikmu? Semoga saja tidak yah ;)
Selengkapnya
20 Agu 2017

Alasan Langganan Hosting di Divaku.com

20 Agu 2017  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Pertama kali kenal dunia blog, saya masih menggunakan layanan gratisan dari Blogger miliki Google. Blog ini juga salah satu blog saya yang masih menggunakan layanan gratis dari Blogger. Namun, ada beberapa blog saya yang lain yang memang menggunakan WordPress. Tentu saja menggunakan WordPress ini membutuhkan hosting sendiri.


Alasan saya jatuh hati pada WordPress (self-hosted) adalah karena bisa diotak-atik lebih jauh. Pasalnya memang saya ini suka membuat template blog sendiri. Selain itu, fitur WordPress sendiri bisa ditambah, asal kamu bisa sedikit memahami PHP, CSS, dan JavaScript.

Awal kali Ngeblog Pakai WordPress (Self-hosted)

Awal kali saya ngeblog menggunakan WordPress (self-hosted) tahun 2010 adalah saat membuat blog kolaborasi dengan teman kuliah. Saat itu saya benar-benar baru belajar mengelola hosting yang kami beli di sebuah penyedia domain dan hosting.

Setelah merasa nyaman, di tahun 2011 saya membuat blog baru yang saya kelola sendiri menggunakan WordPress. Sayangnya, karena keingintahuan saya terlalu besar, saya butuh melakukan hal yang tidak biasa. Dan penyedia hosting tersebut server shared hostingnya aneh. Ketika file permission-nya diubah ke 755 masih saja belum bisa diakses oleh WordPress. File harus bernilai 777, padahal ini sangat berbahaya jika bernilai 777. Karena pihak luar bisa mengubah isi file.

Karena sering mengalami hal yang tidak nyaman ini, akhirnya saya memutuskan pindah ke layanan hosting lainnya. Setelah beberapa pertimbangan dari riset layanan hosting, akhirnya saya putuskan untuk langganan hosting di Divaku.com (dulu bernama FCTSolution).

Pindah Hosting dan Transfer Domain

Pertama kali pindah hosting tahun 2012 pertengahan. Tentu saja karena pindah hosting, saya sekalian transfer domain juga. Saat itu domain .ORG di Divaku.com ini masih 90 ribu, di tempat sebelumnya 95 ribu. Lebih murah sedikit. Kalau sekarang, domain .ORG ini sudah naik harganya di mana pun kamu beli.

Harga Lebih Murah, Storage Lebih Besar

Salah satu yang saya suka dari Divaku.com ini adalah storage hosting yang ditawarkan besar. Bahkan lebih murah dan lebih besar dari tempat langganan saya terdahulu. Sampai sekarang pun begitu, Divaku.com ini unggul di storage yang lebih besar dengan harga lebih murah.

Selain itu, dukungan akun shared hosting dilengkapi dengan fitur yang lebih menggoda dari penyedia layanan hosting lainnya. Kamu bisa membandingkannya dengan penyedia hosting lainnya deh kalau tidak percaya. Berikut ini adalah daftar harga shared hosting di Divaku.com.

Daftar Harga Shared Hosting

Saya sendiri sekarang berlangganan paket 3000M seharga 200 ribu per tahunnya untuk domain intikali.org milik saya dan saya tambahkan beberapa domain yang menumpang hosting di sana menggunakan fitur Addon Domain.

Saya yakin untuk harga 200 ribu setahun kamu pasti kesulitan menemukan penyedia layanan hosting semurah Divaku.com ini. Oh ya, selain itu Divaku.com juga menyediakan layanan shared hosting IIX bagi kamu yang punya visitor kebanyakan dari Indonesia. Harganya sedikit mahal dari shared hosting US di atas.

Unggul di Kuota Addon Domain dan MySQL Database

Salah satu alasan bagi saya mengapa senang berlangganan di Divaku.com ini adalah karena kuota Addon Domain yang lebih besar dari lainnya. Pasalnya memang saya sendiri adalah tipikal blogger yang punya banyak blog dengan domain TLD. Blog-blog yang saya miliki kebanyakan ukurannya kecil, karena memang saya lebih fokus pada metrik, bukan pada trafik. Setidaknya dengan kuota Addon Domain yang lebih besar, saya bisa hemat budget ngeblog.

Selain itu, di beberapa penyedia layanan hosting lainnya MySQL Database dibatasi. Saya pernah punya klien yang dia hanya bisa menggunakan 2 database saja dalam paket hosting yang dia beli. Padahal dia sendiri punya banyak klien desain yang juga otomatis punya website. Dia terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk masalah kuota database. Padahal ukuran website-website yang dia kelola tidak terlalu besar.

Gratis SSL

Tidak semua penyedia layanan hosting menyediakan fitur gratis SSL ini. Bahkan saya pernah mengurus SSL klien saya, per tahunnya dikenakan sekitar 120 ribu. Dengan adanya fitur gratis SSL ini, kamu akan menghemat pengeluaran ngeblog kamu tiap tahunnya.

Mungkin kamu bertanya, apa sih gunanya SSL ini? SSL ini adalah untuk mengenkripsi data yang masuk dan keluar dari website kita. Tahun 2017 ini Google juga menggalakkan penggunaan SSL untuk semua website dan blog. Dukungan Google akan SSL ini adalah dengan memberikan ranking yang lebih tinggi untuk website yang menggunakan SSL (https) dari pada yang tidak (masih http).

Oh ya, meskipun gratis SSL, tapi kualitas SSL-nya tidak kalah loh dengan kualitas SSL sekelas bank atau instansi lainnya. Berikut ini adalah tampilan kualitas SSL dari Divaku.com ini yang saya tes di website saya intikali.org.


Nilai yang didapat dari pengetesan kualitas SSL, intikali.org dapat nilai A+. Mari kita bandingkan dengan SSL milik IB Bank Mandiri dan Ibank KlikBCA.



Jika kamu penasaran dan ingin mengetes SSL website-mu sendiri, kamu bisa mengeceknya di sini: https://www.ssllabs.com/ssltest/.

Beli Domain di Divaku.com Gratis WHOIS Privacy

Untuk saya WHOIS Privacy ini sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Namun, untuk kamu yang ingin menyembunyikan identitas dirimu dari para spammer, kamu butuh fitur WHOIS Privacy. Di penyedia hosting lainnya, WHOIS Privacy ini dipatok sekitar 50 ribu per tahunnya. Sedangkan di Divaku.com ini kamu dapatkan secara GRATIS.

Tetap Setia di Divaku.com

Selain kelebihan yang saya sebutkan di atas, masih ada lagi lainnya. Salah satunya adalah saya mudah menghubungi pemiliknya. Jika terjadi error atau apapun saya tinggal chat via Facebook atau WhatsApp. Sebenarnya, kamu bisa menggunakan fitur tiket yang ada di dasbor member Divaku.com. Tapi saya lebih suka chat langsung dan responnya cepat, asal pemilik Divaku.com ini sedang online.

Itulah beberapa alasan saya tetap setia berlangganan hosting dan domain di Divaku.com. Jika kamu punya masalah dengan penyedia hostingmu sekarang, mungkin bisa melirik Divaku.com ini sebagai alternatif. Selama saya berlangganan di Divaku.com ini, saya belum pernah mengalami website saya lambat saat diakses.
Selengkapnya