Sticky Post

7 Cara Membeli Microsoft Surface dengan Harga Murah

Bagaimana jika ada orang yang bisa menunjukkanmu tempat dimana harga Microsoft Surface  dijual dengan sangat murah? Sudah pasti kamu akan pe...

9 Feb 2018

Pengalaman Pakai Layanan Hosting di Hostinger.co.id

Memilih hosting yang cocok untuk sebuah blog atau website memang bukan pekerjaan yang mudah. Ini cukup menghabiskan banyak waktu untuk membuktikan dan kadang bisa keluar dana untuk mengetes apakah hosting tersebut bagus dan cocok untuk projek blog atau website yang dibuat.


Paket Hosting di Hostinger

Kali ini, saya akan berbagi mengenai pengalaman saya pakai layanan hosting di Hostinger.co.id. Paket hosting yang saya coba di Hostinger kali ini adalah Paket Web Hosting Premium dengan harga sewa per bulannya sekitar 30 ribuan (ini harga promo yah). Kalau harga normal sekitar 70 ribuan.

Daftar Paket Hosting di Hostinger

Harga ini sih sangat beralasan dan cukup murah buat saya. Mengapa saya bilang murah? Tentu saja kamu bisa melihat sendiri harga sebanding dengan apa yang didapatkan. Saya sudah bisa menikmati SSD, artinya web saya akan bisa dimuat lebih cepat dibandingkan hosting yang menggunakan storage HDD.

Selain itu, jumlah website juga tak terbatas. Sangat cocok untuk orang seperti saya yang suka bikin blog-blog kecil tapi jumlahnya sangat banyak, yang nantinya digunakan untuk job review/placement content. Kamu bisa menambahkan banyak domain di hosting ini karena memang tidak ada batasan addon domainnya. Tidak seperti layanan shared hosting yang addon domainnya dibatasi.

Di Paket Web Hosting Premium ini, saya mendapatkan unlimited storage. Eh tapi jangan senang dulu, meskipun unlimited storage, tetap saja ada batasannya. Batasannya berupa inodes. Inodes yang saya dapatkan adalah 200 ribu. Cukup besar sih.

Tampilan cPanel Hostinger

Apa Itu Inodes?

Inodes adalah satuan untuk satu file dan satu folder. Jadi misal saya punya file kecil ukuran 1 KB sebanyak 200 ribu, maka paket hosting yang saya pakai ini otomatis habis dan harus di-upgrade. Atau permisalan yang ekstrem lagi, misal saya punya 200 ribu folder tanpa isi file, maka hosting saya ini sudah dikatakan penuh. Gila, bukan?

Tapi, itu kan hanya permisalan yang ekstrem. Apa iya saya akan segila itu mengisi hosting dengan file kecil dan folder yang banyak. Tentu saja tidak. Kelebihan model inodes ini adalah ketika kamu punya 1 file berukuran 100 GB, maka tetap dihitung 1 inodes. Ini kelebihannya. Jadi, sudah paham 'kan mengenai apa itu inodes?

Testing Halaman HTML Biasa

Seperti biasa, ketika mencoba sebuah layanan hosting biasanya saya otak-atik File Manager dan membuat sebuah file .HTML dasar. Tujuannya sih untuk mengetahui seberapa nyaman file editornya.

File default.php bawaan Hostinger

Saat pertama kali buka File Manager, saya menemukan file default.php. File ini sebenarnya untuk memberikan tampilan awal ketika saya mengunjungi web saya di indoblog.xyz.

Tampilan default

Selanjutnya, saya hapus default.php tersebut dan saya buat lagi file index.html.

Membuat file index.html

Editor edit file cukup nyaman digunakan dan bisa autocomplete. Tapi saran saya sih untuk kamu yang masih tahap belajar ngoding, jangan ngoding langsung di editornya. Lebih baik ngoding via offline saja, biar bisa langsung dilihat hasilnya walau tidak ada koneksi internet.

Hasil edit index.html

Saya juga tidak mungkin ngoding langsung online untuk projek yang besar. Capek banget.

Berikutnya, setelah coba-coba HTML biasa, saya mencoba melakukan instalasi WordPress di hosting Hostinger.co.id ini. Saya yakin sudah banyak yang tahu apa itu WordPress, jadi tidak perlu dijelaskan alasan saya mengapa menginstal WordPress.

Memasang WordPress di Hosting Hostinger.co.id

Awalnya saya bingung karena tidak saya jumpai Softaculus di cPanel Hostinger.co.id ini. Biasanya di cPanel penyedia lainnya ada. Ternyata di Hostinger namanya lain, yaitu Auto Installer.

Instalasi WordPress

Tuh 'kan ternyata ada installer WordPress di menu Auto Installer milih Hostinger.co.id.

Sebenarnya menginstal WordPress secara manual saya sih bisa-bisa saja. Cuma 'kan itu kalau darurat. Kalau ada yang mudah, mengapa pilih yang susah. Dengan memakai Auto Installer ini, tinggal klik-klik-klik sudah jadi. Sangat berbeda dengan pakai cara manual, harus setting database, wp-config.php, dan sebagainya.

Proses instalasi WordPress

Jika proses telah selesai, kamu akan melihat daftar WordPress yang sudah kamu instal di cPanel Hostinger ini. Dalam kasus ini saya hanya menginstal satu WordPress saja.

Daftar WordPress yang terinstal

Setelah WordPress sudah terinstal, kamu bisa mengunjungi halaman adminnya di /wp-admin.

Halaman Admin WordPress

Lalu setelah WordPress terinstal, ngapain? Ya nulis dong, bro ;)

Konon, WordPress ini adalah platform blog yang terpopuler saat ini. Bagaimana tidak populer, WordPress ini sudah disulap jadi model website yang bermacam-macam. Bisa jadi company profile, portal berita, galeri foto, portofolio, dan lain-lain. Apalagi dengan adanya plugin page builder-nya, WordPress bisa dengan sangat mudah digunakan untuk membuat landing page jualan.

Membuat Subdomain dan Memanfaatkan Web Builder

Setelah saya sudah puas dengan otak-atik WordPress, saya penasaran dengan Web Builder yang dimiliki oleh Hostinger ini. Saya merencanakan hasil dari Web Builder ini ditaruh di subdomain yaitu instan.indoblog.xyz.

Membuat Subdomain

Membuat subdomain bukanlah hal yang susah. Kamu bisa mengunjungi menu Domain lalu klik Subdomain. Masukkan nama subdomain-nya dan tentukan direktorinya. Lalu klik Buat.

Setelah subdomain jadi, selanjutnya adalah membuat tampilan web-nya menggunakan Web Builder yang ada di cPanel Hostinger.

Pilihan Template Web Builder

Kamu bisa memilih sesuai tampilan yang mendekati dengan website yang akan kamu buat. Saya secara acak memilih desain di bawah ini untuk saya edit.

Desain menggunakan Web Builder

Setelah saya selesai melakukan beberapa edit di komponen template Web Builder-nya, selanjutnya klik "Simpan". Lalu, di mana saya bisa mengambil kode HTML dan komponen web dari hasil editing Web Builder yang sudah saya lakukan? Jawabnya, ada di folder zyro.

Folder Zyro

Untuk bisa melihat hasil live dari hasil editing website menggunakan Web Builder, pindahkan semua file yang ada di folder "zyro" ke folder "instan".

instan.indoblog.xyz

Setelah selesai dipindahkan, kamu bisa melihatnya langsung ke URL instan.indoblog.xyz.

Sangat mudah bukan membuat website dengan Web Builder? Tentu saja mudah, apalagi bagi kamu yang tidak bisa atau tidak tahu dasar-dasar HTML. Dengan adanya Web Builder ini sangat membantu. Alasan lain menggunakan Web Builder adalah agar proses pembuatan website lebih cepat, karena biasanya pembuatan website statis berkisar antara 7-14 hari.

Membuat Custom Domain Email

Biasanya jika sudah punya domain dan hosting sendiri, ada baiknya jika sekalian membuat custom domain email. Maksudnya, email dengan nama domain sendiri. Kali ini saya buat alamat email hello@indoblog.xyz.

Membuat custom domain email

Membuat email kustom di Hostinger sangatlah mudah. Klik menu Email lalu pilih Akun Email. Tambahkan alamat email, masukkan password, lalu klik Buat. Selesai.

Selanjutnya adalah mengakses webmail dan mengirim email dengan alamat email yang sudah dibuat. Caranya seperti halnya mengirim email di Gmail dan layanan email lainnya.

Testing kirim email tipe HTML 

Email berhasil dikirim dan diterima oleh resipien. Dalam kasus ini saya kirim ke email saya yang lain yaitu admin[at]intikali.org (custom domain email GSuite).

Email sampai ke penerima

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak hal lainnya yang bisa saya lakukan dengan hosting ini. Hanya saja saya tidak mungkin menuliskannya semua. Banyak fitur yang belum saya coba seperti Cron Job, Addon Domain, Parking Domain, dan sebagainya.

Itulah pengalaman saya pakai layanan hosting di Hostinger.co.id. Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi kamu yang bingung mau berlangganan layanan hosting di mana.

4 komentar:

  1. wah.. kayaknya recommended ya beli hosting di sini.. boleh juga nih dicoba buat web baru nantinya ^^

    BalasHapus
  2. Mau coba-coba pasang hosting, tapi masih ragu buat pake juga. Apalagi biayanya sebenarnya untuk anak seusia saya pasti berat banget 30 ribu perbulan, ha ha ha.
    Pengennya pake hosting kalau blog udah banyak pembaca, terus mau migrasi ke wordpress self-hosted. Biar uuuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sih, kalo ga menghasilkan memang berat 30 ribu per bulan
      tapi kalo blog nya udah menghasilkan, segitu mah murah

      Hapus