Tampilkan postingan dengan label Tip dan Trik Ngeblog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tip dan Trik Ngeblog. Tampilkan semua postingan
11 Sep 2020

Memanfaatkan Teknologi Cloud Hosting untuk Ngeblog

11 Sep 2020  Iskandar Dzulkarnain  1 komentar

Mengulas tentang ngeblog memang tidak ada habisnya. Mulai dari cara memulainya, merawatnya, hingga menghasilkan uang dari blog. Topik blog memang seakan terus menjadi hal yang seru untuk diperbincangkan. Apalagi ditambah dengan banyaknya teknologi baru yang mempermudah untuk ngeblog.

Bagaimana Cara Memulai Blog

Bagi kamu yang belum memulai sama sekali ngeblog, kamu perlu tahu bahwa ngeblog itu sebenarnya mudah. Yang susah adalah konsisten. Ya, konsisten.

Seperti halnya bayi yang baru lahir, maka tidak mungkin dia bisa langsung lari. Dia akan memulai dengan tahap-tahap yang nantinya membawanya untuk bisa lari. Begitu juga dengan ngeblog. Lakukan dari yang paling mudah. Mudah dari segala arah. Maksudnya?

Mulailah ngeblog dengan yang gratis-gratis. Ada banyak layanan blog yang gratis, salah satunya adalah platform Blogger ini. Jika kamu ingin lainnya, kamu bisa menulis di WordPress atau di Medium. Namun, saya sendiri lebih merekomendasikanmu untuk memakai platform Blogger untuk memulai.

Platform Blogger adalah layanan yang disediakan oleh Google. Artinya, kamu tidak perlu mendaftar lagi jika kamu pengguna Gmail. Selain itu, tampilan editor Blogger lebih mudah untuk dipahami. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Jika kamu tipikal orang yang suka penasaran dengan edit tampilan blog, maka Blogger ini memfasilitasi kamu untuk mengedit tampilan secara cukup leluasa. Sangat berbeda dengan layanan WordPress yang gratis dan Medium. Kamu hanya bisa memilih theme yang sudah disedikan di WordPress gratis. Jika ingin lebih, kamu harus memasang WordPress self-hosted.

Bagaimana Meningkatkan Trafik Blog

Fase kedua biasanya kamu akan berpikir bagaimana yah agar blog kamu sering dikunjungi oleh orang lain. Ini sangat wajar jika kamu memang berorientasi untuk berbagi atau ingin menghasilkan uang nantinya. Namun, jika kamu memang sengaja ingin menulis blog pribadi atau secara anonim, maka tentu saja kamu lebih suka jika tidak banyak yang tahu keberadaan blogmu.

Untuk meningkatkan trafik blog ada banyak cara. Cara yang paling ampuh adalah kamu menulis artikel dengan sungguh-sungguh dan isi dari artikelmu ini sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Biasanya yang banyak dikunjungi adalah artikel mengenai tutorial, info menarik, dan curhatan yang seru. Intinya dengan tulisanmu itu orang lain akan betah berlama-lama di blogmu dan nantinya akan kembali lagi untuk melihat artikel terbarumu.

Jika kamu tipikal orang yang punya banyak waktu dan mengikuti isu terkini, kamu bisa menggunakan tren yang lagi panas saat ini untuk menjadi bahan tulisanmu. Namun, biasanya artikel tren ini hanya ramai dikunjungi saat lagi viral saja.

Bagaimana Jika Blog Saya Down Karena Trafik Sangat Tinggi

Jika kamu menggunakan platform Blogger, kamu hampir tidak akan pernah mengalami down meski trafikmu sangat tinggi. Namun, itu bukan berarti tidak memiliki resiko sama sekali yah. Ada kasus di mana Google semena-mena memblokir akun blog atau Gmail-mu karena mencurigai blog kamu melakukan pelanggaran. Padahal bisa jadi tidak.

Mengerikan? Tentu saja. Saya pernah ngobrol dengan salah satu blogger yang memiliki penghasilan 20 juta per bulan dari Google AdSense dahulunya. Dia membangun blognya menggunakan platform Blogger. Ya mungkin ada orang yang iseng melaporkan, padahal dia tidak melakukan pelanggaran. Alhasil blognya dihapus oleh Google. Menyesakkan dada? Tentu saja. Blog yang dibangun bertahun-tahun, diisi konten setiap hari, harus dihapus oleh Google begitu saja. Dan tentu saja tanpa backup, karena dia tidak pernah menyangka kejadian itu.

Untuk itu, biasanya blogger yang sudah "naik kelas", dia akan migrasi menggunakan WordPress self-hosted. Mengapa mereka melakukan itu? Biasanya karena dia sudah mentok tidak bisa melakukan kustomisasi lebih lanjut di Blogger. Selain itu, jika trafik tinggi, dia juga akan merasa was-was jika kelak Google akan berbuat semena-mena.

Untuk memulai menggunakan WordPress self-hosted, kamu bisa memulai dengan menyewa layanan shared hosting. Ini yang paling populer di kalangan blogger. Shared hosting sendiri memang tergolong murah, sekitar 400 ribu per tahun. Tapi tetap terasa mahal jika kamu masih berjiwa gratisan. Hehe.

Dengan shared hosting seharga 400 ribu per tahun tersebut untuk trafik 1000 pengunjung per hari rasanya masih bisa menampung. Namun, jika sudah bertrafik 10 ribu per hari, kamu akan merasakan gejala lemot saat kamu mengakses blogmu. Ini adalah hal yang wajar, karena memang resource shared hosting ini sangat terbatas dan dibagi-bagi dengan pengguna lainnya di dalam satu server itu.

Bahkan saya pernah mengalami punya website trafik rendah tapi sering down. Ternyata memang ada website bertrafik tinggi yang juga bercokol di server shared hosting tempat website saya. Akhirnya saya meminta customer service-nya untuk memindahkan shared hosting saya ke server yang lain. Setelah itu sudah tidak sering down lagi.

Jika kamu memiliki blog yang bertrafik tinggi dan suka dengan tantangan, kamu bisa mencoba menyewa VPS. Saya sendiri juga menyewa VPS untuk beberapa blog saya yang lain. Apakah karena blog saya bertrafik tinggi? Bukan. Tapi karena saya suka melakukan eksperimen dan belajar hal baru. Hehe.

Saya menyewa VPS memang menyiapkan diri saya nantinya jika blog saya bertrafik tinggi, saya sudah mengetahui ilmunya. Setidaknya kali ini buat latihan mengelola VPS. Agak merepotkan memang, karena VPS harus memasang layanan webserver dan panel sendiri. Jika memakai cPanel, harus bayar lagi. Saya sendiri menggunakan panel gratisan VestaCP karena relatif mudah.

Jika kamu ingin tidak ingin pusing dengan VPS, kamu bisa menggunakan Cloud Hosting. Apa itu Cloud Hosting? Kamu bisa baca artikel mengenal teknologi cloud hosting tersebut. Ringkasnya, Cloud Hosting itu seperti VPS, hanya saja managed, kamu tidak perlu repot-repot memasang layanan webserver sendiri, panel sendiri, dan layanan lainnya. Teknologi Cloud Hosting ini lebih baik dari shared hosting karena terdistribusi dan sangat jarang mengalami down. Spesifikasi Cloud Hosting sendiri juga beragam, kamu bisa menyewa layanannya sesuai dengan trafik blogmu. Saran saya, coba yang paling kecil dulu, jika blog terasa lemot, upgrade ke yang lebih besar.

Bonus! Bagaimana Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Karena kegiatan ngeblog ini berbayar dan kadang membutuhkan biaya yang cukup besar, jadi sangat wajar jika kamu juga harus bisa menghasilkan uang darinya. Caranya? Banyak cara menghasilkan uang dari blog.

Saya sendiri selama ini menghasilkan uang dari blog dari berbagai lini. Yang paling banyak adalah dari jalur placement content. Selain itu, dari blog saya bisa mempromosikan jasa bikin website atau jualan template Blogger.

Kakak ipar saya berbeda dengan saya. Dia menghasilkan uang dari blog melalui jalur Google AdSense dan affiliate. Namun, terakhir kali dia juga ikutan mainan placement content.

Apakah ada cara lain lagi? Banyak. Kamu bisa mendapatkan uang dari internet dengan blog dari banyak jalan. Bisa dengan membuka jasa penulis konten di blog kamu. Saya sendiri juga kadang mempromosikan jasa penulis konten saya sendiri di blog-blog saya. Dari jasa penulis konten artikel, di tahun 2018-2019 per bulannya dulu sempat menyentuh angka 16 juta per bulan (penghasilan kotor). Penghasilan bersihnya sekitar 8 juta. Mengapa begitu? Karena saya tidak mengerjakannya sendiri, ada tim yang membantu.

Kesimpulan

Ngeblog bagi saya merupakan hobi yang sekaligus mata pencaharian. Kamu juga bisa meniru apa yang saya lakukan. Untuk ngeblog sendiri, kamu bisa menggunakan resource teknologi yang berlimpah saat ini. Jika blog kamu sudah bertrafik 10 ribu per hari atau lebih, tidak ada salahnya mengeluarkan dana untuk menyewa layanan Cloud Hosting. 

Saya yakin dengan blog bertrafik tinggi tersebut, kamu bisa mengubahnya menjadi uang yang banyak. Jika belum menghasilkan uang bagaimana? Berpikirlah! Kira-kira apa yang bisa membuatnya menjadi uang. Bisa dengan buka iklan banner, jasa review produk, atau kamu sendiri buka jasa menaikkan trafik blog. Banyak cara menghasilkan uang yang bisa dilakukan dengan blog bertrafik tinggi.

Lalu, bagaimana dengan kamu yang sama sekali belum ngeblog? Ya, mulailah ngeblog dari sekarang. Sebelum terlambat menyadari peluang ini.

Selengkapnya
25 Jan 2019

3 Kelebihan Beli Freepik Premium

25 Jan 2019  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Di zaman serba internet saat ini, mudah sekali untuk menemukan gambar yang bagus dan relevan dengan kebutuhan kita. Tak seperti 10 tahun yang lalu, masih mengandalkan stok gambar yang ada di CD persewaan. Itu pun gambarnya terbatas dan tidak terus bertambah.


Bagi kamu yang bisa mengunduh gambar di internet pasti tidak asing dengan Freepik. Freepik adalah salah satu website yang menyediakan banyak stok gambar dari mulai yang berformat JPEG, EPS, AI, dan format lainnya. Keunggulan Freepik dibandingkan penyedia stok foto gratis lainnya adalah Freepik unggul di stok vektor yang begitu melimpah.

Selain itu, ada fitur Premium yang bisa kamu beli untuk mendapatkan kualitas gambar yang lebih bagus. Gambar-gambar premium ini memang dibuat oleh tim internal atau member pilihan Freepik. Jadi, desainnya tentu sangat berbeda dengan koleksi gratis yang ada di Freepik.

Omong-omong masalah Freepik Premium, sejauh mana sih keuntungan yang didapatkan jika kamu beli Freepik Premium, pasalnya yang gratis saja ada. Berikut ini setidaknya 3 kelebihan Freepik Premium dibandingkan dengan Freepik versi gratis.

Koleksi Lebih Bagus dan Banyak

Yang pertama, alasan mengapa kamu mending beli Freepik Premium adalah karena koleksinya banyak dan kualitasnya lebih bagus dari yang gratis. Mungkin kamu masih ragu tentang koleksi Freepik Premium itu lebih bagus. Berikut ini adalah contoh antara yang gratis dan premium.

Kiri: gratis. Kanan: premium.

Saat kamu melakukan pencarian gambar di Freepik, kamu akan menjumpai ikon mahkota yang berwarna oranye. Untuk gambar yang berikon mahkota, maka gambar tersebut hanya bisa diunduh jika kamu menggunakan Freepik Premium.

Kamu bisa mencari beberapa gambar yang berikon mahkota, lalu bandingkan dengan gambar yang tidak berikon mahkota. Maka semakin banyak hasil pencarianmu, kamu akan menyadari kualitas Freepik Premium jauh lebih bagus dari stok gambar Freepik gratis.

Ini sih wajar yah, yang berbayar pasti lebih bagus dibandingkan yang gratis. Koleksi Freepik Premium juga lebih banyak karena memang cukup banyak di Freepik yang baru bisa didownload jika kamu menggunakan Freepik Premium.

Tanpa Harus Memasang Atribusi

Memasang atribusi saat kamu menggunakan stok gambar memang sesuatu yang biasa dilakukan. Nah, jika kamu menggunakan Freepik Premium, kamu tidak perlu memasang atribusi pada gambar yang sudah kamu download lewat Freepik Premium.

Kelebihan Freepik Premium ini dibandingkan stok foto lainnya adalah jika kamu membeli premiumnya sudah bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan tanpa harus upgrade lisensi. Jika kamu menggunakan Shutterstock, kamu harus melihat kebutuhannya digunakan untuk apa. Ada beberapa lisensi di Shutterstock, antara lain: Standard License, Enhanced License, dan Media License.

Harga Langganan Murah

Jika kamu membeli gambar di Shutterstock, iStock, atau GettyImages, kamu akan dikenakan harga per biji. Sedangkan untuk Freepik Premium ini, tidak dikenakan harga per biji. Kamu bisa mendownload gambar sebanyak mungkin dengan batasan 100 gambar per hari.

Jadi jika kamu langganan per bulan (30 hari), maka kamu bisa mendownload 3000 gambar di Freepik. Ada yang bisa menghabiskan jatah download 3.000 per bulan? Sepertinya tidak. Bahkan kenyataannya orang yang berlanggan Paket 350 Gambar Shutterstock per bulan saja tidak habis, hanya digunakan sekitar 60% dari jatahnya. Apalagi 3.000 gambar. Jadi, itulah mengapa saya mengatakannya "bisa mendownload sebanyak mungkin".

Omong-omong berapa sih harga langganan paket Freepik Premium ini per bulannya? Di website IDCopy, kamu bisa membeli akun Freepik Premium 1 bulan dengan harga 210 rupiah. Sangat murah jika dibandingkan dengan harga Shutterstock.

Oh ya, yang lebih ekstremnya lagi, kamu bisa membeli paket mingguan. Ini solusi bagi kamu yang ingin mencoba Freepik Premium selama 7 hari. Harganya? Cuma 100 ribu rupiah saja. Murah bukan? Inilah mengapa saya bilang harga langganan Freepik Premium ini tergolong sangat murah.
Selengkapnya
16 Sep 2018

Lika-liku dan Tip Seputar Sponsored Post di Blog

16 Sep 2018  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Ngomongin duit memang tidak pernah ada habisnya. Bahkan dalam dunia blog pun masih berkutat dengan duit. Wajar sih jika ada orang yang kadang merasa risih dengan kelakuan para blogger yang nafsu banget sama duit. Ngeblog misi utamanya duit dan harus bisa mendapatkan duit dengan segala cara. Bahkan pasang iklan yang super duper nyebelin di blognya. Ayo ngaku, hehe.


Ada banyak hal yang menjadi alasan mengapa orang menjalani aktivitas ngeblog. Ada yang memang cuma ingin curhat saja, ingin nulis pengalaman jalan-jalan, ingin berbagi PDF, ingin berbagi ilmu, dan ingin dapat uang. Wajar sih jika ada orang yang ngebet banget pengen dapat uang dari ngeblog. Lah gimana ga ngebet, lah wong banyak yang share penghasilan yang didapatkan dari ngeblog. Ada yang dapat jutaan, puluhan juta, bahkan ratusan juta. Padahal kan itu bisa aja uang iuran kampung yang difoto, hehe. Atau bisa jadi uang hasil jual tanah warisan. Hehe, malah ngaco.

Baca juga: 10 Fase Seorang Blogger

Untuk kamu yang memang ingin menghasilkan uang dari ngeblog, kamu harus kecewa dan mungkin banyak mengalami kekecewaan berkali-kali. Pasalnya memang di dunia ini tidak ada yang instan. Jangan pernah menganggap ngeblog sebulan dua bulan sudah bisa menghasilkan uang. Bahkan ada yang bertahun-tahun ngeblog namun tak kunjung menghasilkan uang.

Dalam dunia blog, kamu harus mendapatkan feel-nya dulu. Kamu harus mengasah insting ngeblog kamu agar lebih tajam dengan peluang-peluang yang ada. Untuk mendapatkan ini tidak cukup hanya sebulan dua bulan langsung bisa. Kamu juga perlu belajar ke orang yang sudah lama ngeblog. Tidak hanya satu orang, harus beberapa orang. Karena ngeblog ini tekniknya ada banyak. Ada yang fokus ke AdSense, ada yang ke CPA, ada lagi yang fokus ke Sponsored Post. Saya sendiri lebih mengambil fokus ke Sponsored Post. Mengapa saya ambil aliran yang ini? Karena memang saya mampunya di sana.

Untuk membuat blog yang menghasilkan uang juga harus "bakar uang". Tidak mungkin kamu bisa menghasilkan uang yang besar hanya dengan modal gratisan. Jika pun bisa menghasilkan, tetap tidak akan sebesar orang yang mengeluarkan modal.

Sekedar kisi-kisi modal yang saya keluarkan untuk aktivitas ngeblog saya ini, dalam setahunnya cukup besar, namun tidak sebesar blogger lainnya sih. Untuk per tahunnya setidaknya saya mengeluarkan modal sekitar 6 jutaan. Mungkin bagi kamu yang pemula angka itu cukup bikin geleng-geleng. Tapi tentu saja hasilnya lebih besar dari itu lah yah. Kalau tidak ya tidak mungkin saya bertahan dengan aktivitas ngeblog saya ini.

Jika kamu pemula, mulailah dengan membuat 1 blog dulu. Untuk 1 blog ini modalnya tidak terlalu besar sih. Beli domain .COM yang lagi promo saja, biasanya sekitar 80 ribuan untuk tahun pertama. Untuk tahun kedua biasanya harganya 160 ribuan. Jika kamu ingin pakai platform Blogger, hosting gratis. Jika ingin pakai WordPress, maka tambah lagi modal 100 ribuan per tahun. Setahun untuk 1 blog, kamu bisa siapkan modal sekitar 200 ribu hingga 300 ribu. Saya rasa ini cukup terjangkau.

Lalu kamu isi blog kamu dengan curhatan. Mengapa curhatan? Karena curhatan adalah tulisan yang paling mudah ditulis. Untuk awal kali, kamu bisa mengasah feeling menulismu dengan menulis curhat. Setelah itu cobalah tulis artikel yang berhubungan dengan hobimu. Misal kamu hobi mantengin harga hp, ya tulis tentang review hp terbaru dan harganya.

Baca juga: Pentingnya Blogwalking untuk Blog Kamu

Jangan lupa buat juga akun media sosialnya, misal Facebook fanpage, Twitter, Instagram untuk blog kamu itu. Ini penting untuk branding dan tampil natural. Natural? Ya, natural. Dengan terhubungnya blog kamu dengan akun media sosial, blog mu akan dianggap natural oleh Google. Jangan sampai aktivitas ngeblogmu dianggap spamming oleh Google. Jika dianggap spamming, blog kamu bisa kena deindex.

Setelah itu apa lagi? Setelah itu terus menulislah hingga jumlah artikel di blog kamu mencapai 30 artikel. Jika jumlah artikel sudah 30 artikel, mulailah cari info bagaimana cara mendapatkan job review. Ada banyak cara di Google. Tapi yang paling cepat adalah dengan gabung ke grup Facebook yang membagikan info banyak job review. Bertemanlah dengan banyak blogger. Yang lebih tertargetnya lagi adalah dengan blogger-blogger yang sering ada sponsored post di blognya. Jangan malu untuk bertanya. Tapi tetap harus memperhatikan adab bertanya yah. Jangan mengira pertanyaanmu akan langsung dijawab, PDKT lah terlebih dahulu. Hehe. Karena semua orang akan merasa insecure jika langsung ditanya padahal belum kenal banget.

Baca juga: Cara Mendapatkan Job Review

Setelah kamu mendapat job review untuk pertama kalinya, biasanya kamu akan penasaran dan ketagihan untuk mendapatkan job review selanjutnya. Di dalam menghadapi klien job review, kamu juga akan diuji kesabaran dan kemampuan tawar menawarnya. Ada yang nyebelin, ada yang bayarnya lama, ada juga yang syaratnya kebanyakan padahal bayarnya murah.

Ada advertiser yang cuma bayar 150 ribu saja harus kirim invoice fisik dan tanda tangan surat perjanjian kerja sama yang harus tanda tangan di atas materai lalu dikirim ke kantornya. Ini sih biasanya saya skip. Terlalu ribet dan bayarannya ga sepadan. Jika memang menuntut seperti itu setidaknya bayarannya 500 ribu lah.

Ada lagi yang bayarnya 3 bulan setelahnya. Lama? Ya lama banget lah. Biasanya paling lama itu 1 bulan. Itu aja kadang saya sampai lupa, tiba-tiba ingat jika posisi ga ada duit sama sekali. Ada lagi yang ternyata penipu, ga bayar. Saya email ga dibales. Dan ternyata bukan hanya saya saja yang ditipu, tapi banyak blogger lainnya juga dia tipu. Ada blogger yang sempat dapat email balesan dari penipu ini, katanya dia pindah kerja. Lah? Pindah kerja ya pindah aja, lah masa invoice-nya ga diserahin ke finance perusahaannya. Tapi emang dari awal sudah aneh sih. Eh ternyata benar feeling-ku kalau dia ini emang niat nipu.

Pengalamannya kok pahit-pahit gitu? Hehe. Enggak sih. Banyak juga kok yang manis-manis. Kalau yang manis mah ga perlu saya ceritain. Sudah banyak yang nulis tentang pengalaman manis dari aktivitas ngeblognya.
Selengkapnya
11 Sep 2018

Beli Domain XYZ? Kenapa Tidak?

11 Sep 2018  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Sebelumnya, tepatnya tahun lalu, saya pernah membuat tulisan yang membahas soal domain .XYZ. Di postingan kali ini saya ingin memberikan pandangan baru mengenai domain XYZ. Pasalnya memang domain yang satu itu cukup ngetren dan dipakai oleh beberapa blogger pemula dan orang yang suka spamming.

https://moz.com/link-explorer

Dalam pandangan saya sebelumnya, domain XYZ ini adalah domain yang spammy banget. Ya wajar sih, domain ini jadi spammy karena banyak digunakan orang untuk spamming. Alasannya karena memang harga domain ini untuk tahun pertama sangat murah sekali, cuma 10 ribuan.

Namun, makin ke sini, saya semacam dapat pandangan baru bahwa domain XYZ sudah mulai dinilai. Di tahun lalu domain XYZ tidak mendapatkan skor DA sama sekali, DA-nya cuma mentok di angka 1. Namun, tahun ini sepertinya berbeda. Saya sih pakai patokan MOZ untuk mengecek domain. Untuk domain abc.xyz (domain punya Google) sudah dapat DA 63. Ya saya sih memakai patokan ini karena saya yakin domain XYZ lainnya tidak sebesar abc.xyz dalam hal DA.

Apa Untungnya Beli Domain XYZ?

Ada beberapa keuntungan beli domain XYZ. Salah satunya adalah harga tahun pertamanya murah. Selain itu, domain XYZ ini banyak sekali nama yang belum terpakai. Mungkin kamu masih bisa memesan nama domain yang unik misal iskael.xyz. Atau nama-nama domain lainnya yang sudah terpesan orang lain jika menggunakan .COM.

Domain XYZ juga sudah mulai dianggap oleh MOZ. Itu artinya kamu punya kesempatan untuk ikutan paid review yang mensyaratkan DA sebagai acuannya. Kamu juga bisa beli domain expired XYZ ini loh. Saya lihat kemarin sudah ada banyak domain expired untuk XYZ ini.

Domain XYZ expired

Kamu bisa memilih mana domain expired yang sesuai dengan yang kamu inginkan. Pengalaman cari domain expired sih memang agak susah nemuin yang cocok. Belum lagi kamu harus mengecek satu per satu DA tiap domainnya. Untuk web yang bisa cek DA dengan jumlah banyak dan gratis adalah smallseotools. Saya menggunakan web itu sebagai alternatif dari MOZ.

Tempat alternatif cek DA selain MOZ

Dengan adanya fakta ini, apakah kamu makin tertarik beli domain XYZ?
Selengkapnya
21 Agu 2018

Sering Menerima Job Review? Hati-hati Blogmu Kena Deindex!

21 Agu 2018  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya. Salah satu blog saya—yang jelas bukan blog ini yah—kena hukuman Google, berupa deindex. Apa itu deindex? Deindex adalah menghilangnya secara tiba-tiba index blogmu di pencarian google. Banyak penyebabnya sih, yang paling sering adalah karena blogmu dianggap sebagai blog spam.


Hal ini berawal ketika saya mengecek blog saya beberapa hari yang lalu. Saya cek kok aneh. Biasanya ketika saya ketikkan site:alamatblog.com langsung muncul hasil pencarian. Nah ini benar-benar tidak muncul.

Saya semakin penasaran. Akhirnya saya submit ulang blog saya di Google Webmaster Tools. Biasanya setelah disubmit beberapa hari, akan muncul kembali. Lah ini tetap tidak muncul. Karena saya sudah beberapa kali mengalami hal yang seperti ini, saya cek di bagian Manual Action. Benar dugaan saya, ternyata blog saya kena penalti Google. Penyebabnya adalah Pure Spam.

Pure Spam

Saya pun mengajukan banding. Karena saya pikir blog saya ini murni saya tulis sendiri dan menerima beberapa tawaran job review dari pihak lain. Biasanya yang mengalami Pure Spam ini adalah blog-blog yang memang sering copas punya orang lain.

Setelah saya mengajukan banding, ternyata blog saya tersebut masih dianggap "Major Spam" dan tidak bisa lolos dari status deindex-nya. Saya kembali penasaran dari penolakan pengajuan banding tersebut. Akhirnya saya cek dasbor blog tersebut. Hmm, ternyata saya menemukan fakta yang mencengangkan. Ternyata 75% dari konten yang ada di blog tersebut adalah Sponsored Post (artikel bayaran ber-backlink). Saya bergumam, pantas saja dianggap Major Spam. Karena tentu saja jumlah link yang keluar lebih banyak dari link yang masuk ke blog saya.

Jadi, buat blogger lainnya yang sering menerima Job Review jangan sampai mengalami yang saya alami ini yah. Usahakan konten Sponsored Post yang ada di blogmu lebih sedikit dari konten naturalnya. Yang bagus sih Sponsored Post-nya di bawah 25%.

Omong-omong masalah Sponsored Post, ada loh blog saya yang lain jumlah Sponsored Post-nya 90% dari keseluruhan konten. Tapi alhamdulillah baik-baik saja dan tidak dihukum oleh Google. Ya, semoga saja tidak kena penalti.

Itulah pengalaman saya kena deindex. Sebenarnya memang blog tersebut awal kali saya beli sudah merupakah domain expired yang deindex. Kemudian saya isi lagi dan lepas dari deindex. Kayaknya Google memang tetap menandai blog-blog yang dulunya kena deindex walau sudah lepas. Jika melanggar lagi langsung dikasih penalti deindex lagi.
Selengkapnya