Entri yang Diunggulkan

Program Trial 90 Hari Affinity Ada Lagi

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri firefox. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri firefox. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
30 Apr 2014

Inilah Tampilan Mozilla Firefox yang Baru

30 Apr 2014  Iskandar Dzulkarnain  20 komentar
Mozilla Firefox adalah browser yang banyak digunakan oleh pengguna internet. Selain kemampuannya yang powerful, Mozilla Firefox ini juga didukung oleh banyak add-ons.

Ternyata pada update terbarunya, Mozilla Firefox mengusung tampilan yang berbeda dengan versi sebelumnya. Tampilan yang baru hampir sama dengan tampilan Google Chrome. Penasaran, bukan? Berikut ini adalah ulasan tampilan Mozilla Firefox versi 29.

Baca juga: Kustomisasi Tampilan Mozilla Firefox 29

Tampilan Mozilla Firefox Versi 29

Berikut ini adalah tampilan secara keseluruhan perbandingan Mozilla Firefox versi 28 dan versi 29.

Firefox versi 28

Firefox versi 29

Terlihat banyak perbedaan di versi 29. Jika dibandingkan dengan tampilan Google Chrome, Firefox sepertinya banyak mengadopsi Chrome. Selain tab yang hampir sama, menu bagian kanan atas juga sama.

Chrome vs Firefox

Namun, saya lebih suka menu yang disajikan oleh Firefox. Saya lebih mudah dan cepat untuk melakukan navigasi dengan bantuan ikon-ikon yang disediakan. Berikut ini adalah tampilan ikon History dan ikon Developer ketika diklik.

Developer

History

Tampilan Inspect Elements pada Firefox juga berubah dari sebelumnya. Tampilannya lebih flat.

Inspect Elements

Cara Mudah Update Mozilla Firefox

Bagi kamu pengguna Firefox di Mac OS X, kamu bisa dengan mudah melakukan update dengan mengeklik menu atas "Firefox" lalu klik pada "About Firefox".

Update Firefox

Mudah bukan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
15 Nov 2017

Pengalaman Mencoba Firefox Quantum

15 Nov 2017  Iskandar Dzulkarnain  2 komentar
Mulai hari ini, kamu bisa mencoba browser Mozilla Firefox yang baru. Nama Firefox tersebut adalah Firefox Quantum (versi 57.0). Apa sih kelebihan dari browser Firefox yang baru ini? Kelebihannya cukup banyak jika dibandingkan dengan Firefox sebelumnya.


Fitur Screenshot

Salah satu fitur yang saya sukai dari Firefox Quantum ini adalah "Take a Screenshot". Fitur ini banyak sekali dipakai oleh banyak blogger dalam aktivitasnya. Bahkan dulu saya memasang plugin tambahan untuk bisa men-screenshot halaman secara penuh, karena memang tidak ada fitur di komputer yang bisa men-screenshot halaman yang panjang dan terbatas oleh scroll.

Klik titik tiga untuk memunculkan menu ini

Pilihan jenis screenshot

Ada pilihan untuk download dan upload hasil screenshot

Dengan fitur bawaan ini blogger akan sangat terbantu. Tak hanya itu, masih ada beberapa kelebihan lainnya di Firefox Quantum ini.

Performa yang Meningkat Tajam

Firefox Quantum jika dibandingkan dengan Firefox sebelumnya, Firefox Quantum 2x lebih cepat. Saya sudah membandingkan sendiri memang Firefox Quantum ini lebih terasa enteng saat digunakan untuk browsing dan membuka banyak tab. Bahkan pihak Mozilla juga mengklaim bahwa Firefox Quantum ini lebih ringan 30% dari Google Chrome. Untuk kamu yang menggunakan banyak browser (seperti saya) akan tahu bahwa saat ini Google Chrome adalah browser yang paling boros dalam alokasi pemakaian RAM.

Tak hanya itu saja sih, Mozilla juga mengatakan bahwa Firefox Quantum ini tetap akan mulus saat kamu membuka 10 atau 1.000 tab. Nah, untuk klaim yang ini saya belum mencoba hingga 1.000, saya hanya mencoba hingga sekitar 10 tab saja. Tapi sepertinya ini juga tergantung perangkat komputernya juga. Semakin bagus spesifikasinya, tentu semakin mulus dalam membuka 1.000 tab Firefox Quantum.

Banyak Fitur untuk Web Developer

Bagi kamu yang bekerja sebagai web developer, Firefox Quantum ini akan memanjakanmu dengan banyaknya fitur yang dimiliki. Kamu bisa melihat apa saya yang disediakan pada gambar berikut.


Fitur Lainnya

Banyak lagi fitur lainnya yang bisa kamu temukan di Firefox Quantum ini dengan cara mengeksplorasinya lebih dalam. Misal, kamu bisa mengubah tema gelap saat kamu melakukan Inspect Element sedangkan tema dasarnya adalah terang, atau sebaliknya.

Jika kamu penasaran dengan Firefox Quantum ini, kamu bisa download browser ini di halaman ini. Selamat bereksplorasi!
Selengkapnya
7 Mei 2014

Kustomisasi Tampilan di Mozilla Firefox 29

7 Mei 2014  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Tampilan Mozilla Firefox versi 29 ini memang beda dengan tampilan sebelumnya. Beberapa orang memujinya, namun beberapa orang lainnya tidak begitu suka dengan tampilan baru Mozilla Firefox.

Beberapa orang yang tidak suka dengan tampilan baru Mozilla Firefox ini mengira bahwa tampilannya akan paten seperti itu. Padahal, ada kustomisasi tampilan sesuai yang kamu butuhkan. Salah satu contohnya adalah pada Mozilla Firefox 29, menu bar di bagian atas dihilangkan dan gaya judul di jendela tidaklah penuh. Beberapa orang mengira hal itu tidak dapat diubah, padahal bisa.

Berikut ini adalah cara mudah melakukan kustomisasi tampilan Mozilla Firefox 29.

Kustomisasi Tampilan Mozilla Firefox 29

Beberapa hal yang biasanya membuat orang tidak suka dengan tampilan baru Mozilla Firefox 29 adalah hilangnya menu bar atas dan judul jendela tidak penuh. Berikut adalah langkah cara menampilkan keduanya.

Menu Kanan Atas

Klik pada tombol menu kanan atas (nomor 1) pada Mozilla Firefox. Lalu klik pada "Customize" (nomor 2). Kemudian akan muncul jendela kustomisasi seperti di bawah ini.

Kustomisasi Mozilla Firefox

Kamu bisa mengeklik "Title Bar" (nomor 3) untuk memunculkan judul secara penuh di jendela Mozilla Firefox (nomor 4). Untuk menampilkan menu bar, klik pada bagian "Show / Hide Toolbars" (nomor 3). Hasilnya akan menampilkan menu bar seperti tampilan pada nomor 5. Mudah, bukan?

Selain itu, kamu bisa melalukan drag and drop ikon dan mengatur posisinya pada menu kanan atas. Penasaran? Silakan mencoba :)
Selengkapnya
7 Agu 2013

Fullpage Screenshot Tanpa AddOns di Mozilla Firefox

7 Agu 2013  Enny Law  4 komentar
Sebagai seorang blogger, fullpage screenshot terkadang dibutuhkan untuk kasus-kasus tertentu, misalnya screenshot template yang telah dibuat. Screenshot template biasanya fullpage untuk mengetahui seluruh elemen dari template tersebut. Sayangnya untuk melakukan fullpage screenshot ini tidaklah mudah seperti melakukan screenshot layar desktop. Namun, kini Mozilla Firefox memberikan fasilitas tersebut. Kemarin sempat aku cari fitur ini di browser lainnya seperti Google Chrome, Opera, dan Safari; ternyata tidak ada. Ada fitur ini di Google Chrome namun menggunakan plugin tambahan. Untuk di Mozilla Firefox, fitur ini merupakan fitur bawaan. Menarik bukan? Penasaran ingin mencobanya? Ikuti langkah-langkah berikut!

Langkah-langkah Fullpage Screenshot

1. Buka Mozilla Firefox kamu.
2. Buka halaman situs yang akan kamu screenshot, misal: Facebook, Google, atau Iskael.com.
3. Pastikan halaman sudah termuat semua.
4. Tekan Shift F2.
5. Kemudian akan muncul Developer Toolbar seperti di bawah ini.

Command Line Firefox

6. Ketik screenshot iskael --fullpage.
7. Tekan Enter.
8. Kemudian cari gambar iskael.png di folder Downloads yang kamu atur di Mozilla Firefox.
9. Ketemu? Berikut adalah hasil screenshot yang aku lakukan.

Hasil fullpage screenshot Iskael.com

10. Ulangi untuk mencoba lagi, dengan nama file lainnya, ketik screenshot namafile --fullpage.

Parameter Screenshot Lainnya

Tak hanya itu, selain fullpage, kamu juga bisa menggunakan parameter lainnya. Parameter lainnya antara lain:

1. Clipboard

Parameter clipboard ini fungsinya untuk menyimpan salinan ke memori komputer. Untuk memunculkannya, kamu bisa membuka software editor gambar seperti Paint, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, atau lainnya lalu tekan Ctrl V (Paste). Parameter clipboard ini berguna untuk memilih format sesuai yang kita inginkan tergantung software editor gambar yang kamu punya, karena biasanya Mozilla Firefox akan otomatis menyimpan dalam format PNG (ukuran file relative besar).

2. Chrome

Parameter chrome ini berguna untuk melakukan screenshot sekaligus dengan tampilan jendela Mozilla Firefox-nya juga. Berikut adalah hasil screenshot menggunakan parameter chrome.

Hasil screenshot parameter chrome

3. Delay

Parameter delay digunakan untuk melakukan jeda waktu antara pencuplikan halaman dengan perintah yang kamu masukkan melalui Developer Toolbar. Satuan delay dalam detik.

4. Selector

Parameter selector ini digunakan untuk mencuplik bagian tertentu dari sebuah situs secara presisi. Misalkan aku ingin mencuplik bagian #PopularPosts1 dari situs Iskael. Berikut adalah hasilnya.

#PopularPost1

Menarik bukan? Parameter selektor ini sangat cocok bagi pengembang template untuk mempermudah kerjanya. Ingin mencobanya? Silakan :)
Selengkapnya
29 Jul 2013

Mendeteksi Website Responsive dengan Mozilla Firefox

29 Jul 2013  Iskandar Dzulkarnain  1 komentar
Tampilan website responsive akhir-akhir ini banyak digandrungi oleh developer maupun penikmat website. Kelebihan dari tampilan responsive ini adalah kita tidak perlu mendesain ulang website di media ataupun perangkat yang berbeda. Umumnya tampilan responsive diperuntukkan perangkat mobile yang memiliki ukuran berbeda-beda.

Banyak developer website yang berlomba-lomba membuat inovasi dalam tampilan responsive-nya. Ada yang hanya menggunakan CSS3 saja untuk menghasilkan tampilannya responsive, ada juga yang menambahkan sedikit JavaScript untuk menambah nilai interaktif sebuah website.

Ada banyak hal yang menarik dari tampilan responsive ini, namun tentu menambah beban developer website dalam mengembangkan website sejalan dengan perkembangan teknologi di dunia website. Awalnya, banyak developer yang beranggapan bahwa tampilan responsive itu tanggung jawab pembuat perangkat. Namun, lambat laun paradigma itu berubah. Akhir-akhir ini sebagian besar developer berpendapat bahwa membuat tampilan responsive itu tugas developer.

Banyak situs yang mempermudah kerja developer ini untuk mendeteksi tampilan responsive sebuah website. Coba saja kamu cek di Google, dengan kata kunci "Responsive Tools". Tentu kamu akan menemukan banyak situs yang menyediakan perangkat untuk mendeteksi tampilan responsive. Tak hanya itu, beberapa minggu yang lalu aku juga sempat iseng membuat Responsive Tools sendiri yang kuletakkan di situs profil pribadiku. Berikut adalah Reponsive Tools bikinanku sendiri.

Responsive Tools bikinan Sendiri


Responsive Tools bikinan sendiri

Cara menggunakannya amatlah mudah. Kamu masukkan saja URL situsmu, lalu klik GO.Nantinya akan muncul banyak ukuran standar perangkat mobile maupun desktop yang ada saat ini. Ingin mencoba? Kunjungi laman Responsive Tools ini.

Tak hanya itu, Mozilla Firefox juga menyediakan fitur yang mendukung kamu untuk mendeteksi tampilan responsive website tanpa mengunjungi website lain. Berikut adalah ulasannya.

Responsive Tools bawaan Mozilla Firefox


Responsive Tool bawaan Mozilla Firefox

Gambar di atas adalah salah satu contoh blog yang menggunakan template responsive bikinanku. Dengan fitur yang ada di Mozilla Firefox ini kamu dapat mengubah  kueri media sesuai keinginanmu. Gunakan tombol "rotate" untuk mengubah mode "potrait" ke "landscape" ataupun sebaliknya. Untuk menikmati fitur ini, kamu cari di Tools > Web Developer > Responsive Design View.

Cara mengaktifkan Responsive Design View

Selain itu kamu juga dapat menggunakan shortcut key Ctrl Shift M untuk Windows dan Linux, Command Option M untuk Mac OS X. Menarik bukan fitur ini? Silakan mencoba :)
Selengkapnya
10 Agu 2013

Fullpage Screenshot dengan Screen Capture di Google Chrome

10 Agu 2013  Iskandar Dzulkarnain  3 komentar
Sebelumnya sudah aku bahas cara melakukan fullpage screenshot pada Mozilla Firefox. Kali ini, aku akan membahas cara melakukan fullpage screenshot di Google Chrome. Karena di Google Chrome tidak ada fitur bawaan untuk melakukan screenshot, maka cara yang memungkinkan adalah dengan menambah ekstensi Google Chrome. Sebenarnya banyak ekstensi di Google Chrome yang mempunyai kemampuan ini, namun setelah aku coba beberapa ekstensi, aku lebih suka menggunakan Screen Capture daripada ekstensi lainnya. Selain lebih banyak fiturnya, Screen Capture ini mudah sekali digunakan. Satu hal lagi yang membuat aku yakin adalah karena ekstensi ini dibuat oleh Google.

Screen Capture by Google

Bagi kamu yang penasaran bagaimana Screen Capture ini bekerja, silakan kamu buka Google Chrome lalu carilah ekstensi Screen Capture di Chrome Store. Untuk lebih cepatnya, kamu bisa mengunjungi tautan ini. Ketika muncul seperti gambar di bawah ini, klik Add to Chrome.

Screen Capture by Google

Setelah itu, akan ada konfirmasi instalasi. Instal ekstensi itu, lalu nikmati fitur-fiturnya.

Fitur Screen Capture

Screen Capture ini mempunyai 3 fitur dalam melakukan screenshot, antara lain:
1. Capture Page Region, mengambil gambar sesuai ukuran yang kita inginkan dengan drag dan drop bagian yang ingin diambil.
2. Capture Visible Content, mengambil gambar sesuai yang tampil dalam jendela browser.
3. Capture Whole Page, mengambil gambar secara penuh halaman situs.

Fitur Screen Capture

Umumnya, gambar yang dihasilkan oleh Screen Capture ini berformat .PNG, namun kamu bisa mengaturnya menjadi .JPG dengan mengeklik Options dan mengubah pengaturannya.

Screen Capture (Google Chrome) vs Screenshot (Mozilla Firefox)

Berdasarkan uji coba yang aku lakukan, ada kekurangan yang terdapat pada ekstensi Screen Capture ini. Kelemahannya adalah ketika Screen Capture ini mengambil gambar dari situs yang memiliki sticky widget. Sticky widget akan diulangi sehingga hasil screenshot terkesan aneh. Kamu bisa melihat apa yang aku maksudkan melalui perbandingan hasil dari Screen Capture (Google Chrome) dan Screenshot (Firefox).

Hasil Screen Capture

Ada pengulangan dari sticky widget yang diambil. Berikut adalah uji coba yang dilakukan di situs Persona Intikalia yang notabene mempunyai sticky widget.

Hasil Screen Capture

Berbeda dengan hasil yang diperoleh di Mozilla Firefox. Hasilnya jauh lebih bagus, tidak ada pengulangan sticky widget. Bisa kamu lihat melalui gambar di bawah ini.

Hasil Screenshot

Untuk menghasilkan gambar seperti di bawah ini, kunjungi tautan ini untuk penjelasan rincinya.

Hasil Screenshot

Sebenarnya aku juga ingin menguji fitur screenshot yang ada di browser lain seperti Opera dan Safari. Mungkin di lain kesempatan aku akan mengupas topik screenshot di browser lain di entri mendatang. Semoga saja :)
Selengkapnya
26 Feb 2020

Pengalaman Mencoba Opera GX, Browser untuk Gamer

26 Feb 2020  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Saat ini browser adalah aplikasi yang paling sering dibuka oleh banyak orang saat menggunakan komputer. Hal ini sangat wajar, karena lebih dari 50% kegiatan di depan komputer adalah berinternet. Sayangnya, dengan kemajuan teknologi yang pesat, semakin hari browser menjadi momok tersendiri. Browser semakin menjadi RAM killer. Untuk spesifikasi laptop yang entry level, rasanya agak terseret-seret saat membuka browser, terlebih lagi Google Chrome.


Nah, buat kamu yang punya laptop spek pas-pasan, saatnya beralih di browser yang tidak boros RAM. Beberapa pilihannya adalah Firefox dan Opera. Saya sendiri pernah membandingkan menjalankan Firefox di laptop Macbook putih jadul Mid 2010 saya, rasanya lebih ringan dibandingkan dengan Chrome.

Kelebihan Opera GX


Fitur Pembatasan Pemakaian Koneksi Internet

Selain Firefox, Opera juga tak kalah berinovasi dengan browser barunya yaitu Opera GX, Gaming Browser. Kedengarannya memang aneh, browser untuk gaming memangnya letak istimewanya di mananya? Letak istimewanya adalah kamu bisa membatasi koneksi internet yang dikonsumsi oleh browser Opera GX ini. Jadi misal nih kamu nge-game sambil internetan, game-mu tidak akan terganggu koneksinya.

Jika kamu pernah menggunakan Internet Download Manager pasti tahu manfaat dari fitur pembatasan koneksi upload-download. Karena jika tidak dibatasi, Internet Download Manager ini akan menggunakan seluruh koneksi yang menyebabkan kamu tidak bisa browsing dan aktivitas lainnya yang membutuhkan koneksi internet.

GX Control di Opera GX

Fitur Pembatasan Pemakaian RAM

Saya sendiri jujur tertarik memasang Opera GX ini karena bisa mengalokasikan RAM yang dipakai. Karena semakin banyak RAM yang dikonsumsi, artinya semakin besar daya yang dipakai. Alhasil baterai laptop akan cepat habis.

Setelah beberapa melakukan uji coba, akhirnya saya tahu mekanisme Opera GX ini dalam pembatasan RAM. Jika kamu mematasi penggunaan RAM terlalu kecil, misal 1 GB saja, maka jika kamu buka banyak tab, tab yang pasif akan diterminasi prosesnya. Sehingga jika kamu membuka tab pasif tersebut, akan memuat ulang.

Mekanisme ini bagus menurut saya jika kamu tipikal orang yang tidak suka mendengar suara kipas laptop berputar kencang. Apalagi kebiasaan banyak orang—termasuk saya—membuka banyak tab dan malas menutupnya karena takut dibutuhkan lagi.

Fitur Pendukung Gaming

Selain fitur yang saya sebutkan, masih banyak fitur pendukung gaming yang bisa kamu dapatkan di Opera GX ini, antara lain GX Corner dan Twitch yang ada di sidebar. Di GX Corner kamu bisa melihat info rilis game terbaru dan jadwal rilis game yang akan datang.

Bagaimana? Keren 'kan browser ini? Penasaran ingin mencobanya juga? Kamu bisa mengunduhnya di laman resmi Opera GX.
Selengkapnya
28 Feb 2016

Membiasakan Diri Menggunakan Browser Safari

28 Feb 2016  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Mungkin beberapa orang tidak tahu apa itu browser Safari. Namun, bagi pengguna Mac OS, browser Safari sangatlah populer. Browser Safari ini adalah browser bawaan Mac OS, layaknya Internet Explorer. Hanya saja, Safari tidak menuai kecaman banyak penggunanya seperti Internet Explorer. Walaupun faktanya sekarang Windows sudah merilis browser baru yang bernama Edge.

Nah, kali ini saya akan membahas mengenai rencana saya seminggu kedepan untuk kembali menggunakan Safari sebagai browser default saya untuk berbagai aktivitas internet. Mengapa hal ini saya lakukan? Tentu saja saya mempunyai beberapa pertimbangan yang cukup signifikan untuk dijadikan alasan mengapa saya menggunakan browser Safari.

Browser Safari Lebih Ringan dari Google Chrome

Faktanya, saya adalah pengguna banyak browser. Bahkan dulu saya pernah memasang 10 browser di MacBook saya. Terdengar cukup gila sih, tapi memang itu yang saya lakukan. Dari beberapa browser yang saya pertahankan adalah Opera, Firefox, Chrome, dan tentu saja Safari.

Saya sangat jarang sekali menggunakan Opera karena memang tidak terbiasa. Kebanyakan saya menggunakan Firefox dan Chrome. Sesekali saya juga menggunakan Safari, namun tidak sesering kedua browser tersebut. Namun, antara Firefox dan Chrome, Chrome lebih ringan dan ramah CPU.

Nah, di sini saya membandingkan aktivitas CPU antara Chrome dan Safari. Saya lumayan dibuat kaget dengan performa Safari yang hemat pemakaian CPU. Saya sudah mengecek mengunjungi Facebook yang terkenal bikin berat, berikut ini adalah screenshot aktivitas CPU-nya.

Menggunakan Chrome

Menggunakan Safari

Safari bahkan bisa berubah menjadi sangat ringan dalam posisi idle. CPU idle bisa mencapai 96% saat saya idle Safari. Sedangkan pada Chrome, CPU idle cenderung masih sama (tidak beda jauh).

Namun, masih ada hal yang membuat saya sedikit terganggu saat menggunakan Safari. Saat saya mengedit artikel di dasbor Blogger, tepatnya saat menggunakan "Compose" cursor tidak berjalan lancar, terkesan putus-putus dan kadang cursor hilang. Anehnya, ketika saya cek di dasbor WordPress, hal ini tidak saya jumpai. Sepertinya memang ada JavaScript yang bermasalah saat menggunakan Safari di dasbor Blogger.

Meskipun hal itu saya alami, saya akan mencobanya menyesuaikan menggunakan Safari untuk aktivitas ngeblog dan lainnya selama seminggu. Jika saya nyaman, saya akan menggunakan Safari terus selanjutnya. Tentu saja hal ini karena pertimbangan lebih ringan dan tentunya menghemat baterai.

Jika kamu pengguna Mac juga, tak ada salahnya untuk mencoba memakai Safari sebagai default browser. Tentu saja browser Safari ini memang tidak se-powerful browser lainnya yang bisa ditambahi banyak add-ons.
Selengkapnya
10 Mei 2014

Cara Membatasi Hasil Pencarian Search Box di Blogger

10 Mei 2014  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Search Box adalah fitur yang sebenarnya tidak disediakan oleh Blogger secara native. Fitur ini ada melalui banyaknya pengembang gadget platform Blogger. Jika kamu memakai template bawaan Blogger, bisa dipastikan tidak ada gadget Search Box bawaan.

Beberapa Blogger menggunakan kode sendiri untuk membuat Search Box. Nah, kebanyakan kode yang tersebar di internet adalah kode yang menampilkan seluruh hasil pencarian tanpa membatasinya. Padahal jika hasil pencarian tidak dibatasi, maka akan memuat konten yang sangat banyak dan berat. Oleh karena itu, pembatasan hasil pencarian sangatlah disarankan.

Lantas, bagaimanakah cara membatasi konten yang muncul di hasil pencarian Search Box Blogger? Berikut ulasannya.

Cara Membatasi Hasil Pencarian Search Box di Blogger

Pada umumnya sebuah pencarian di Blogger menggunakan kueri "q=kata_kunci". Misalkan di Iskael kamu mencari artikel yang memiliki kata kunci "Firefox", maka secara otomatis kamu akan mendapatkan URL: "http://www.iskael.com/search?q=firefox". Cobalah klik link ini: http://www.iskael.com/search?q=firefox (otomatis dibuka di new tab) untuk mengetahui hasilnya.

Bagaimana? Kamu dihadapkan dengan konten yang sangat banyak. Oleh karena itu, saya membatasinya menjadi 5 entri saja yang tampil di halaman pertama pencarian. Caranya adalah dengan menambahkan kueri "max-results=5". Tidak percaya? Silakan coba klik link ini: http://www.iskael.com/search?q=firefox&max-results=5.

Nah, bagaimana cara menambahkan kueri max-results dalam kode form Search Box? Umumnya, kode Search Box seperti di bawah ini.

<form action="/search" id="searchform1" method="get">
<input class="sbox1" id="sbox1" name="q" placeholder="Cari apa? :P" type="text" value="" />
<input alt="" class="sbutton1" id="sbutton1" type="submit" value="" />
</form>


Untuk menambahkan kueri max-results pada Search Box, maka tambahkan kode di bawah ini sebelum </form>.

<input name='max-results' type='hidden' value='5'/>

Kemudian, simpan template kamu. Coba cek apakah sudah bisa jalan. Mudah, 'kan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
20 Sep 2013

Cara Mudah Download Video di YouTube

20 Sep 2013  Iskandar Dzulkarnain  19 komentar
Banyak orang penikmat YouTube -termasuk saya- yang ingin download video bagus yang sedang ditonton. Memang diakui di YouTube beberapa video mempunyai lisensi yang melarang untuk di-download, tapi lebih banyak lagi video yang memang membolehkan untuk di-download, salah satunya video yang berisi tutorial yang dibuat oleh Iskael bisa kamu download sebanyak-banyaknya di YouTube.

Namun, YouTube hingga saat ini masih belum resmi memberikan tombol download pada video yang sedang ditonton. Banyak orang mencari alternatif dengan menggunakan aplikasi maupun addons browser, bahkan yang paling umum menggunakan Keepvid. Namun, beberapa orang -termasuk saya- sering gagal saat melakukan download di Keepvid karena Java Applet yang tidak terpasang dengan benar di browser saya. Lantas bagaimana solusinya? Saya menemukan beberapa solusi mudah download video di YouTube. Berikut ulasannya.

1-Click YouTube Video Download untuk Mozilla Firefox

1-Click YouTube Video Download ini adalah addons Mozilla Firefox yang memudahkan untuk download video di YouTube. Kamu bisa mendapatkannya melalui situs resmi Addons Mozilla di sini.

Situs Resmi Addons Mozilla

Klik "Add to Firefox" untuk memasang addons 1-Click YouTube Video Download. Kelebihan addons ini adalah langsung menampilkan tombol download di halaman video yang sedang kita tonton. Berikut ini adalah tampilannya.

Tombol Download dari 1-Click di YouTube

Addons ini benar-benar sangat memudahkan penikmat YouTube.

YTD - YouTube Converter and Downloader for Mac

YTD

YTD ini adalah YouTube Downloader versi Desktop yang paling powerful menurutku untuk pengguna Mac OS X. Selain kemampuannya untuk download video dari YouTube, aplikasi ini juga mampu mengkonversikan ke beberapa format bawaan Mac OS. Berikut adalah beberapa format hasil konversi yang didukung.

Format YTD

Selain itu, tampilan yang sederhana membuat YTD ini menjadi favoritku. Aplikasi ini mempunyai 3 tab, yaitu: Download, Convert, dan Activity. Kamu hanya perlu meng-copy paste URL video YouTube tersebut ke tab Download lalu klik Download. Kamu juga bisa mengatur di mana kamu menyimpan video hasil download-mu. Tertarik? Kamu bisa download aplikasinya di sini.

YouTube Downloader HD untuk Windows

Jika sebelumnya saya bercerita tentang YTD yang hanya tersedia untuk Mac, di Windows juga ada aplikasi serupa dengan YTD, yaitu YouTube Downloader HD. Tidak berbeda jauh dengan YTD, hanya saja YouTube Downloader ini tidak seampuh YTD yang bisa melakukan konversi.

Tampilan YouTube Downloader HD

Jadi tunggu apa lagi. Aplikasi ini gratis loh. Tertarik? Kamu bisa mendapatkan aplikasi ini di situs resmi YouTube Downloader HD di sini.

Kini tidak ada kesulitan bagi kamu untuk download video di YouTube. Dengan 3 aplikasi di atas kamu bisa download video di YouTube dengan mudah, tidak sesulit apabila kamu menggunakan Keepvid. Jadi tunggu apalagi, belajar lewat video tutorial di YouTube kini menjadi lebih mudah.
Selengkapnya
26 Nov 2017

Opera 49.0 Browser Keren dengan Free VPN dan Fitur Baru Lainnya

26 Nov 2017  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Kemarin, saya tergugah untuk iseng mencari beberapa browser yang ada saat ini selain Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera dan browser bawaan OS masing-masing seperti Safari dan Edge. Ternyata cukup banyak browser asing yang tidak saya ketahui, seperti Sleipnir, Maxthon, Epic Browser, SeaMonkey dan sebagainya. Mungkin kamu juga tahunya browser yang saya sebutkan tadi bukan?

Nah, setelah mencoba beberapa browser yang asing tersebut, saya menemukan hal yang menarik dari Opera. Ya, Opera yang sekarang tidak sama dengan Opera versi sebelumnya yang terakhir saya instal beberapa tahun yang lalu. Banyak perubahan yang signifikan dan membuat saya suka dengan Opera 49.0 ini karena fitur bawaan yang memukau.


Beberapa fitur yang saya suka dari Opera versi 49.0 ini, antara lain adalah Free VPN yang disediakan langsung oleh pihak Opera, tampilan User Interface (UI) yang menurut saya unik dan tidak dimiliki browser lainnya, serta fitur-fitur lainnya. Berikut ini penjelasan rincinya.


Free VPN

Di zaman ini banyak sekali website-website yang diblokir oleh pemerintah. Hal ini memang ada tujuan baiknya. Saya tidak memungkiri dengan banyaknya pemblokiran itu, setidaknya orang yang awam akan terhindar dari konten pornografi. Saya masih ingat di awal-awal gencarnya internet di Indonesia sekitar tahun 2007 lalu, banyak sekali orang awam yang dengan mudah mengakses website-website berbau pornografi dengan mudah. Nah, ini kan gawat kalau misalkan anak kecil yang mengaksesnya.

Namun di sisi lain, ada beberapa website yang tidak berbahaya namun terkena blokir juga. Seperti Reddit dan Vimeo, entah apa alasannya bisa ikutan diblokir. Padahal jika dilihat Vimeo tidak ada bedanya dengan YouTube. Nah, untuk mengakses ini, saya biasanya menggunakan VPN. Kalau di Firefox dan Chrome saya menggunakan ZenMate. Nah, ini di Opera sudah ada dalam bawaan fitur Free VPN.

Free VPN di Opera 49.0

Saya sudah mencoba menggunakan fitur Free VPN Opera 49.0 ini dan hasilnya lebih memuaskan daripada ZenMate versi gratis. Mengapa begitu? Karena kamu bisa memilih "Optimal location" yang bisa memberikanmu lokasi virtual yang menyediakan sambungan paling cepat.

Block Ads

Di Opera 49.0 ini sangat menyenagkan penggunanya. Ada fitur Block Ads bawaan yang bisa secara otomatis menghalang iklan yang menyebalkan muncul. Namun saya sendiri sengaja menonaktifkan Block Ads ini dan menggantinya dengan AdBlock Plus.

Pengaturan Block Ads Opera

Alasannya tentu karena saya punya daftar blokir iklan versi saya sendiri. Selain itu saya lebih familiar dengan AdBlock Plus dan lebih mudah memblokir iklan. Sedangkan Block Ads, saya masih awam. Asal kamu tahu, jika kamu mengaktifkan Block Ads maka AdBlock Plus yang kamu pasang tidak akan berjalan dengan baik. Jadi, kamu harus pilih salah satu yang aktif.

Opera Sidebar

Sidebar di browser sebenarnya bukanlah hal yang baru. SeaMonkey Browser juga lebih dulu menerapkan sidebar di tampilan UI-nya. Safari juga punya sidebar. Namun, Opera ini memberikan kesan yang berbeda di Opera Sidebar.

Messenger di Opera Sidebar

Ada beberapa aplikasi populer yang bisa dipasang di Opera Sidebar ini. Secara bawaan akan menampilkan Facebook Messenger dan WhatsApp Web. Tapi dengan melakukan kustomisasi, kamu juga bisa menambhkan Telegram dan VK.

Tak hanya itu, kamu juga bisa melakukan banyak kustomisasi lainnya di Opera Sidebar ini. Semua itu tergantung selera. Ada dua cara untuk melakukan kustomisasi Opera Sidebar. Yang pertama adalah lewat Preferences. Sedangkan cara kedua adalah langsung dengan cara klik kanan di area Opera Sidebar.

Cara Pertama

Cara Kedua

Bagi saya sendiri sih, yang paling mudah dan lebih cepat adalah cara kedua. Saya kira kamu juga berpendapat begitu.

Dark Theme

Sepertinya sebagian besar browser sudah menyediakan dark theme. Ini adalah hal yang wajar karena kebanyakan web developer suka sekali bekerja di tema gelap. Bahkan saya sendiri mengatur code editor saya (Atom dan Sublime Text) menggunakan tema gelap. Namun untuk browser saya lebih suka menggunakan tema terang.

Dark Theme

Nah, di Opera 49.0 ini kamu juga bisa menemukan dark theme. Apalagi jika OS kamu diatur dalam mode tema gelap, tentu sangat cocok.

Battery Saver

Karena banyaknya browser yang boros baterai, Opera pun sepertinya perhatian dengan masalah yang satu ini. Saya tidak tahu bagaimana cara Opera ini menghemat baterai. Sejauh ini saya juga belum mengetes dan membandingkan secara langsung dengan browser populer lainnya.

Mengaktifkan Battery Saver

Klaim dari Opera

Jika kamu penasaran, kamu bisa membandingkannya sendiri.

Sebenarnya masih banyak fitur lainnya yang bisa kamu cari sendiri di Opera 49.0 ini. Adapun yang saya ulas di atas adalah fitur-fitur yang menurut saya penting dan menjadi nilai lebih daripada browser populer lainnya. Untuk kamu yang tertarik dengan Opera 49.0 ini, kamu bisa mengunduhnya di sini.
Selengkapnya