Tampilkan postingan dengan label WordPress. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WordPress. Tampilkan semua postingan
22 Jun 2020

Adakah Hosting Khusus WordPress? Apa Bedanya dengan Hosting Lainnya?

22 Jun 2020  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Di era yang penuh dengan ledakan informasi ini, banyak sekali kita jumpai website-website baru setiap harinya. Jika tahun 2000-an saja kita cuma menemukan beberapa website yang menarik, kini kita bisa jumpai ratusan bahkan ribuan website yang isinya menarik.


Sayangnya, apakah kita bisa membacanya semua dengan waktu yang kita punyai? Nyatanya, tidak.

Alasan mengapa banyak sekali orang saat ini yang membuat website adalah karena dari website tersebut bisa mendapatkan uang. Yang paling umum adalah mendapatkan uang dari AdSense. Walaupun blog ini www.iskael.com sama sekali tidak mencari uang dengan jalan AdSense. Ada cara lain yang lebih enak. Hehe.

Saat ini pun, kebanyakan pemula dalam dunia blog akan menggunakan platform ngeblog yang paling banyak dipakai. Apa lagi kalau bukan WordPress. Selain WordPress, di Indonesia platform ngeblog yang cukup digandrungi adalah Blogger. Blog ini juga pakai platform Blogger loh.

Mengapa Pakai WordPress?

Banyak yang bertanya mengapa harus pakai WordPress, memangnya tidak ada platform blog lain. Platform blog lain sangat banyak. Bahkan dulu Joomla dan Drupal juga digandrungi. Namun, tetap saja WordPress menang telak karena beberapa sebab.

Data dari W3Techs ini sudah menjadi bukti bahwa WordPress sangat disukai oleh banyak orang dibandingkan CMS lainnya. WordPress menguasai 63% dari total keseluruhan CMS untuk blog dan 37.5% untuk keseluruhan website.

Sumber: https://w3techs.com/technologies/overview/content_management

Jumlah pengguna yang banyak tentu membuat orang yang baru datang di dunia per-blog-an akan memilih WordPress. Jelas begitu karena jika mencari solusi atau tutorial sudah banyak yang menulis dan menjawabnya.

Selain karena memang jumlah penggunanya yang banyak, WordPress ini sangat mudah dimengerti dasbornya. Bahkan saat pertama kali saya menggunakan WordPress pertama kali di tahun 2009, saya sudah tahu dan merasa mudah dengan tampilan WordPress ini. Kurva belajarnya sangat landai.

Di sisi lain, banyak orang menyukai WordPress ini karena dukungan plugin dan theme-nya sangat banyak. Banyak dengan WordPress kamu bisa membuat model website apa saja. Bisa disulap jadi forum, company profile, website portofolio, e-commerce, dan banyak lagi model lainnya.

Jadi sangat wajar jika banyak orang yang menggunakan WordPress karena bisa diubah menjadi apa saja. Bahkan ada guyonan bahwa WordPress ini diibaratkan seperti gajah yang bisa terbang sekaligus bisa menyelam seperti ikan.

Pilih Hosting yang Pas untuk WordPress

Seperti yang terdapat pada judul, adakah hosting khusus untuk WordPress? Jawabnya ada. Namun, apakah hosting biasa tidak bisa digunakan untuk WordPress? Jawabnya, seharusnya bisa asal memenuhi beberapa kriteria. Hosting tersebut harus berukuran minimal 50 MB dan memiliki fitur database.

Saya rasa hosting berbayar yang ada saat ini sudah memenuhi itu semua. Beda lagi dengan hosting gratisan yang kadang tidak mendukung database. Namun, apakah bedanya hosting yang khusus untuk WordPress dan hosting yang biasa saja? Jelas ada bedanya.

Yang paling terasa adalah hosting yang dikhususnya untuk WordPress benar-benar memudahkan kamu untuk membangun website berbasis WordPress. Selain itu, ada plugin khusus yang bisa membuat WordPress kamu bisa diakses dengan cepat oleh pengguna. Dan tentu saja plugin itu tidak gratis. Nah, biasanya hosting khusus WordPress, memberikan fitur plugin itu secara gratis (dengan cara di-bundling harganya).

Oh ya, omong-omong masalah hosting untuk WordPress, kamu bisa loh beli hosting termurah yang bisa digunakan untuk WordPress dari DomaiNesia.


Jika kamu masih mau coba-coba membuat website pakai WordPress, kamu bisa memilih paket Extra dari DomaiNesia. Cukup 16 ribu per bulan, kamu bisa mendapatkan space 750 MB dan bandwith unlimited. Space 750 MB ini bisa digunakan hingga 5 website WordPress yang biasa saja. Kalau untuk WordPress yang sudah isi 1.000 artikel ya beda cerita lagi. Hehe.

Paket Extra cocok buat kamu yang pemula. Jika website sudah ramai, kamu bisa upgrade ke Paket Super. Kelebihan Paket Super ini banyak. Yang paling terasa adalah bisa akses SSH dan dapat gratis domain .COM atau domain lainnya.

Oh ya, DomaiNesia juga menyediakan hosting khusus untuk WordPress dengan kamu membeli mulai Paket Super. Berikut ini adalah fitur yang ditawarkan oleh DomaiNesia.


Jadi, kamu sudah tahu kan apa bedanya hosting biasa dengan hosting yang khusus untuk WordPress. Jika kamu penasaran bagaimana performanya, kamu bisa mencoba hosting khusus WordPress DomaiNesia ini.
Selengkapnya
26 Jun 2018

5 Theme WordPress Populer 2018 di Envato

26 Jun 2018  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Siapa sih yang ga kenal dengan Envato. Envato adalah salah satu marketplace yang besar dan cukup dikenal banyak pemain website di dunia. Envato ini punya yang namanya Envato Market yang menjual banyak barang digital. Salah satu jenis Envato Market yang terkenal jualan theme WordPress dan template website adalah ThemeForest.

Banyak sekali theme WordPress yang bagus-bagus di sana. Kadang saya sendiri juga bingung, mau beli yang mana. Eh tapi bagi kamu yang maunya gratisan, biasanya Envato ini adalah model freebies of the month yang bisa kamu download secara gratis. Tapi ya kekurangannya adalah kamu tidak bakal dapat update-nya. Ya ga masalah sih kalo cuma untuk coba-coba barang gratis.

Sesuai dengan judul, saya di sini akan membahas 5 theme WordPress populer 2018 di Envato Market atau ThemeForest. Apa saja theme-nya?

1. Avada



Saya rasa banyak blogger yang sudah tidak asing dengan nama theme WordPress Avada. Saya salut dengan theme WordPress yang satu ini. Sejak tahun 2013, Avada ini tetap menjadi nomor 1. Dan tidak kaget juga jika penjualannya hingga 400 ribu lebih copy selama 6 tahun (kenaikan 90% dari tahun 2013) dengan penghasilan kira-kira 367 milyar rupiah. Muke gile emang!

Kalau dari segi tampilan theme-nya sih tidak perlu ditanya. Pasti bagus dan bisa dibuat apapun. Karena memang kebanyakan theme WordPress yang ada di ThemeForest ini biasanya tipikal multipurpose.

2. BeTheme



Tak jauh beda dengan pendahulunya, BeTheme ini juga tampil begitu menggoda dengan fitur pre-built website-nya hingga 350+ macam. Buat kamu yang bingung mau built website, bisa pakai BeTheme ini untuk mencari inspirasi.

Penjualan BeTheme selama ini tidak sefantastis Avada sih. Namun, juga tidak bisa dipandang sebelah mata. BeTheme sudah terjual 120 ribu copy lebih selama 6 tahun.

3. The7




Penjualan The7 ini juga tidak beda jauh dengan BeTheme sekitar 115 ribu copy. Yang kerennya lagi adalah The7 ini bisa membuat White Label sendiri. Cocok banget buat kamu yang suka tidak diketahui theme WordPress-nya pakai apa. Ini sih untuk menghindari kelakuan orang yang suka penasaran mengintip theme orang lain.

Harga yang dijual oleh The7 juga tidak kalah menariknya. Selisih $20 dari BeTheme. Ya mungkin buat kamu yang tertarik beli theme populer tapi budget tipis, bisa lah beli The7 ini. Saya rasa ini theme yang cukup powerful.

4. Enfold



Di urutan ke-4 ada Enfold. Enfold ini penjualannya mencapai 150 ribu copy. Entah mengapa malah nomor 4. Dugaan saya sih karena penjualan di bulan ini masih kalah dengan yang lainnya. Enfold ini juga terbilang lama, sudah 6 tahun dijual.

Hal yang paling menarik dari theme WordPress Enfold ini adalah klaimnya yang mengatakan bahwa dia bisa menembus skor GTmetrix hingga Pagespeed Score A (100) dan YSlow A (100). Nah, ini saya juga penasaran dengan metode optimasinya bagaimana. Biasanya saya cuma menyentuh angka 95 ke atas, tidak sampai 100.

5. Impreza



Sebenarnya tidak banyak yang saya tangkap dari theme Impreza ini. Hampir sama dengan theme populer sebelumnya. Cuma ada hal yang paling menarik adalah developernya sengaja memasang salah satu developernya yang pernah mengisi di jQuery Conference dan mendapat testimoni dari Dave Methvin (Presiden dari jQuery Foundation).

Saya tidak tahu apa fungsinya. Mungkin buat beberapa orang hal ini menjadi daya tarik sendiri. Buktinya Impreza bisa nongol di angka ke-5 dari theme WordPress populer di ThemeForest.

Itulah 5 theme WordPress populer yang ada di Envato Market ThemeForest. Buat kamu yang penasaran ingin mencobanya, kamu bisa langsung beli di ThemeForest dan install di hostingmu. Tapi 'kan beli di sana harus pake Paypal atau Credit Card. Jika kamu tidak punya keduanya, saya ada solusinya. Apa itu? Ngiklan sedikit boleh yah? ;)

IndoEnvato.com Solusi Download Theme WordPress di Envato

Sekarang sudah ada website yang melayani jasa topup saldo Envato yaitu indoenvato.com. Jadi kamu tidak perlu punya kartu kredit atau Paypal yang verified buat isi saldo Envato. Cukup dengan transfer rekening bank lokal, kamu sudah bisa isi saldo Envato. Bahkan nih yang paling ekstrem adalah kamu bisa bayar dengan transfer pulsa.


Selain itu, indoenvato.com ini juga membuka jasa beli akun premium Envato Elements. Jadi kamu ga perlu ribet-ribet lagi jika ingin punya akun Envato Element premium. Sudah ada IndoEnvato.com, one stop solution untuk jasa Envato.
Selengkapnya
20 Agu 2017

Alasan Langganan Hosting di Divaku.com

20 Agu 2017  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Pertama kali kenal dunia blog, saya masih menggunakan layanan gratisan dari Blogger miliki Google. Blog ini juga salah satu blog saya yang masih menggunakan layanan gratis dari Blogger. Namun, ada beberapa blog saya yang lain yang memang menggunakan WordPress. Tentu saja menggunakan WordPress ini membutuhkan hosting sendiri.


Alasan saya jatuh hati pada WordPress (self-hosted) adalah karena bisa diotak-atik lebih jauh. Pasalnya memang saya ini suka membuat template blog sendiri. Selain itu, fitur WordPress sendiri bisa ditambah, asal kamu bisa sedikit memahami PHP, CSS, dan JavaScript.

Awal kali Ngeblog Pakai WordPress (Self-hosted)

Awal kali saya ngeblog menggunakan WordPress (self-hosted) tahun 2010 adalah saat membuat blog kolaborasi dengan teman kuliah. Saat itu saya benar-benar baru belajar mengelola hosting yang kami beli di sebuah penyedia domain dan hosting.

Setelah merasa nyaman, di tahun 2011 saya membuat blog baru yang saya kelola sendiri menggunakan WordPress. Sayangnya, karena keingintahuan saya terlalu besar, saya butuh melakukan hal yang tidak biasa. Dan penyedia hosting tersebut server shared hostingnya aneh. Ketika file permission-nya diubah ke 755 masih saja belum bisa diakses oleh WordPress. File harus bernilai 777, padahal ini sangat berbahaya jika bernilai 777. Karena pihak luar bisa mengubah isi file.

Karena sering mengalami hal yang tidak nyaman ini, akhirnya saya memutuskan pindah ke layanan hosting lainnya. Setelah beberapa pertimbangan dari riset layanan hosting, akhirnya saya putuskan untuk langganan hosting di Divaku.com (dulu bernama FCTSolution).

Pindah Hosting dan Transfer Domain

Pertama kali pindah hosting tahun 2012 pertengahan. Tentu saja karena pindah hosting, saya sekalian transfer domain juga. Saat itu domain .ORG di Divaku.com ini masih 90 ribu, di tempat sebelumnya 95 ribu. Lebih murah sedikit. Kalau sekarang, domain .ORG ini sudah naik harganya di mana pun kamu beli.

Harga Lebih Murah, Storage Lebih Besar

Salah satu yang saya suka dari Divaku.com ini adalah storage hosting yang ditawarkan besar. Bahkan lebih murah dan lebih besar dari tempat langganan saya terdahulu. Sampai sekarang pun begitu, Divaku.com ini unggul di storage yang lebih besar dengan harga lebih murah.

Selain itu, dukungan akun shared hosting dilengkapi dengan fitur yang lebih menggoda dari penyedia layanan hosting lainnya. Kamu bisa membandingkannya dengan penyedia hosting lainnya deh kalau tidak percaya. Berikut ini adalah daftar harga shared hosting di Divaku.com.

Daftar Harga Shared Hosting

Saya sendiri sekarang berlangganan paket 3000M seharga 200 ribu per tahunnya untuk domain intikali.org milik saya dan saya tambahkan beberapa domain yang menumpang hosting di sana menggunakan fitur Addon Domain.

Saya yakin untuk harga 200 ribu setahun kamu pasti kesulitan menemukan penyedia layanan hosting semurah Divaku.com ini. Oh ya, selain itu Divaku.com juga menyediakan layanan shared hosting IIX bagi kamu yang punya visitor kebanyakan dari Indonesia. Harganya sedikit mahal dari shared hosting US di atas.

Unggul di Kuota Addon Domain dan MySQL Database

Salah satu alasan bagi saya mengapa senang berlangganan di Divaku.com ini adalah karena kuota Addon Domain yang lebih besar dari lainnya. Pasalnya memang saya sendiri adalah tipikal blogger yang punya banyak blog dengan domain TLD. Blog-blog yang saya miliki kebanyakan ukurannya kecil, karena memang saya lebih fokus pada metrik, bukan pada trafik. Setidaknya dengan kuota Addon Domain yang lebih besar, saya bisa hemat budget ngeblog.

Selain itu, di beberapa penyedia layanan hosting lainnya MySQL Database dibatasi. Saya pernah punya klien yang dia hanya bisa menggunakan 2 database saja dalam paket hosting yang dia beli. Padahal dia sendiri punya banyak klien desain yang juga otomatis punya website. Dia terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk masalah kuota database. Padahal ukuran website-website yang dia kelola tidak terlalu besar.

Gratis SSL

Tidak semua penyedia layanan hosting menyediakan fitur gratis SSL ini. Bahkan saya pernah mengurus SSL klien saya, per tahunnya dikenakan sekitar 120 ribu. Dengan adanya fitur gratis SSL ini, kamu akan menghemat pengeluaran ngeblog kamu tiap tahunnya.

Mungkin kamu bertanya, apa sih gunanya SSL ini? SSL ini adalah untuk mengenkripsi data yang masuk dan keluar dari website kita. Tahun 2017 ini Google juga menggalakkan penggunaan SSL untuk semua website dan blog. Dukungan Google akan SSL ini adalah dengan memberikan ranking yang lebih tinggi untuk website yang menggunakan SSL (https) dari pada yang tidak (masih http).

Oh ya, meskipun gratis SSL, tapi kualitas SSL-nya tidak kalah loh dengan kualitas SSL sekelas bank atau instansi lainnya. Berikut ini adalah tampilan kualitas SSL dari Divaku.com ini yang saya tes di website saya intikali.org.


Nilai yang didapat dari pengetesan kualitas SSL, intikali.org dapat nilai A+. Mari kita bandingkan dengan SSL milik IB Bank Mandiri dan Ibank KlikBCA.



Jika kamu penasaran dan ingin mengetes SSL website-mu sendiri, kamu bisa mengeceknya di sini: https://www.ssllabs.com/ssltest/.

Beli Domain di Divaku.com Gratis WHOIS Privacy

Untuk saya WHOIS Privacy ini sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Namun, untuk kamu yang ingin menyembunyikan identitas dirimu dari para spammer, kamu butuh fitur WHOIS Privacy. Di penyedia hosting lainnya, WHOIS Privacy ini dipatok sekitar 50 ribu per tahunnya. Sedangkan di Divaku.com ini kamu dapatkan secara GRATIS.

Tetap Setia di Divaku.com

Selain kelebihan yang saya sebutkan di atas, masih ada lagi lainnya. Salah satunya adalah saya mudah menghubungi pemiliknya. Jika terjadi error atau apapun saya tinggal chat via Facebook atau WhatsApp. Sebenarnya, kamu bisa menggunakan fitur tiket yang ada di dasbor member Divaku.com. Tapi saya lebih suka chat langsung dan responnya cepat, asal pemilik Divaku.com ini sedang online.

Itulah beberapa alasan saya tetap setia berlangganan hosting dan domain di Divaku.com. Jika kamu punya masalah dengan penyedia hostingmu sekarang, mungkin bisa melirik Divaku.com ini sebagai alternatif. Selama saya berlangganan di Divaku.com ini, saya belum pernah mengalami website saya lambat saat diakses.
Selengkapnya
19 Des 2015

Aplikasi Desktop WordPress di Mac

19 Des 2015  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Siapa sih yang tidak tahu WordPress? Hampir setiap blogger yang ada saat ini tahu apa itu WordPress. Bagi blogger di Indonesia, WordPress adalah pilihan yang menjanjikan untuk membuat website atau blog yang berdiri sendiri, maksudnya adalah mandiri secara domain dan hosting. Meskipun faktanya masih ada layanan WordPress.com yang gratis, namun tidak seleluasa jika self hosted.

Akhir-akhir ini WordPress semakin memperbaiki layanannya. Tampilan layanan WordPress.com pun semakin menarik dan memanjakan mata. Bahkan, kamu bisa ngeblog melalui smartphone yang kamu miliki, baik itu Android ataupun iOS, semua didukung oleh WordPress. Dengan aplikasi WordPress tersebut kamu pun bisa menambahkan blog WordPress self hosted dalam aplikasi tersebut.

Nah, pagi tadi saya mendapat kabar dari teman saya jika WordPress juga merilis aplikasi desktop untuk ngeblog di WordPress. Aplikasi ini mendukung semua sistem operasi, mulai dari Windows, Mac, hingga Linux. Sekilas tampilannya seperti tampilan aplikasi WordPress di smartphone.

Tampilan Aplikasi Desktop WordPress di Mac OS

Berikut ini adalah beberapa skrinsyot yang saya ambil setelah saya mencoba aplikasi WordPress desktop di Mac OS. Saya mencobanya menggunakan akun WordPress.com saya yang sudah lama terdaftar, sekitar 7 tahun yang lalu.

Tampilan Editor

Tampilan Pratinjau

Tampilan Seluruh Post

Tampilan Seluruh Page

Kelebihan Aplikasi Desktop WordPress

Dengan adanya aplikasi desktop WordPress ini, kamu dimudahkan untuk mengakses blog WordPress kamu. Mengapa saya bilang lebih mudah? Jika biasanya untuk mengecek halaman ini itu, kamu harus dihadapkan dengan berkali-kali loading halaman. Namun, di aplikasi desktop WordPress ini kamu hanya perlu memuat apa yang dibutuhkan saja. Jika kamu kembali ke halaman sebelumnya, kamu tidak perlu memuat halaman lagi. Hal ini layaknya membuka aplikasi di desktop seperti biasanya.

Selain itu, aplikasi desktop ini mencakup banyak fitur yang ada di WordPress. Dengan aplikasi desktop ini, selain membuat tulisan, kamu bisa mengubah password, mengubah pengaturan profil, atau melihat dan membalas komentar. Intinya, kamu bisa melakukan apa saja yang bisa dilakukan seperti halnya di dasbor WordPress, contohnya melihat statistik pengunjung blog kamu.

Aplikasi desktop WordPress.com ini sangat menarik untuk dicoba. Jika kamu adalah blogger yang ngeblog menggunakan WordPress self hosted atau memakai layanan di WordPress.com, tidak ada salahnya untuk mencicipi bagaimana nyamannya ngeblog menggunakan aplikasi desktop ini. Selamat mencoba :)
Selengkapnya
9 Mar 2015

Mengenal WordPress Self-hosted Lebih Mudah

9 Mar 2015  Iskandar Dzulkarnain  13 komentar
Artikel ini sebenarnya saya buat berdasarkan pertanyaan yang diajukan teman saya, salah satu pengunjung blog ini, yang bertanya melalui e-mail mengenai WordPress Self-hosted.

Sebenarnya jika kamu mencarinya informasi di Google, kamu akan menemukan banyak artikel yang menjelaskan tentang ini. Lantas apa bedanya dengan artikel ini? Saya ingin menjelaskannya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh orang awam, itu saja.

Apa Itu WordPress Self-hosted?

Harusnya secara kaidah yang benar adalah Self-hosted WordPress, karena sifat lebih dulu disebut sebelum yang disifati. Hanya saja karena diserap dengan serampangan, akhirnya lebih banyak disebut dengan WordPress Self-hosted. Selanjutnya, kita sebut dengan WP Self-hosted, untuk mempermudah saya mengetik.

Secara makna, WP Self-hosted adalah membuat website berbasis WordPress dengan hosting milik sendiri (yang dibeli dari orang lain). Memangnya ada yang bukan milik sendiri? Ada.

WordPress adalah Content Management System (CMS) yang bisa diunduh secara gratis dan digunakan untuk website kita. Biasanya orang awam, gampangnya, menyebut WordPress yang bisa diunduh ini dengan sebutan WP.org. Sedangkan, WordPress yang berhosting di WordPress.com dengan subdomain *.wordpress.com disebut dengan WP.com. Itu sih yang biasa aku gunakan jika ngobrol dengan temanku dulu. Kalau sekarang, aku menyebut WP, maksudnya ya WP Self-hosted.

Kug ada WP yang sudah tidak bersubdomain *wordpress.com, tapi berhosting di WP.com? Jelas ada. Karena memang WordPress.com menjual paket domain dan hosting juga. Jadi kamu bisa membelinya di WordPress.com dengan harga yang menurutku relatif murah jika dibandingkan dengan beli domain dan hosting sendiri. Sayangnya, kamu tidak leluasa memasang plugin atau mengotak-atik tema sesuai keinginanmu. Nah, itulah yang membuat saya agak gerah. Karena memang saya suka banget otak-atik tema.

Saya Pengen Bikin WP Self-hosted, Apa Yang Harus Saya Siapkan?

Yang pertama adalah uang. Karena memang untuk membangun blog berbasis WordPress Self-hosted tidaklah gratis. Kamu harus mempunyai domain dan hosting sendiri. Dan untuk punya itu semua, harus bayar.

Jika kamu hobi menulis saja tanpa gambar, hosting dengan storage 300MB-an saya rasa sudah cukup. Namun, jika kamu suka memasukkan gambar dalam tulisanmu, saya sarankan 1GB. Namun, untuk memulai belilah yang kecil dulu, paket 500MB. Untuk masalah domain, sangat beragam harganya. Tergantung Top Level Domain-nya pakai dot apa.

Pengalaman saya dengan uang kurang dari 500 ribu sudah bisa membangun blog dengan WP Self-hosted. Banyak sekali penjual domain dan hosting di dunia ini. Hanya saja, saya lebih suka membeli penjual dari Indonesia. Salah satu pertimbangannya adalah metode pembayarannya gampang, melalui transfer bank. Jika membeli di luar negeri agak susah karena saya tidak punya kartu kredit.

Jika kamu sudah siap semua, selanjutnya adalah memasang WordPress di hosting kamu. Caranya? Googling saja, banyak yang menulis tutorial tentang itu. Kalau masih bingung atau malas menginstal sendiri, bisa minta bantuan saya. Bayarannya? Seikhlasnya saja, hehe. Karena memang menginstal WordPress ini gampang-gampang susah. Waktu pertama kali saya bikin blog WordPress ya susah. Namun, karena keseringan menginstal WordPress, akhirnya hafal.

Tapi, kamu tidak perlu khawatir. Sekarang sudah ada cara memasang WordPress di tutorial membuat blog dengan Hostinger. Kamu tinggal baca dan ikuti instruksi memasang WordPress di hosting, satu demi satu. Saya rasa artikelnya sudah sangat komplet dan mudah dimengerti kok.

Penjual Domain dan Hosting Pilihan Saya

Setiap orang pasti punya pilihan yang berbeda. Saya biasanya beli domain dan hosting di dua tempat. Pertama, di FCTSolution.net (sekarang ganti jadi divaku.com) karena memang saya kenal dengan yang jual. Penjualnya adalah senior di Lab saya. Kedua, saya beli di IDwebhost.com karena saya pertama kali beli di sana, saya dapat rekomendasi dari teman saya waktu bikin blog bareng.

Pelayanannya bagaimana? Kalau di FCTSolution.net pelayanannya cepat. Kalau ada error, saya tinggal chat di Facebook dengan yang jual. Kalau di IDwebhost.com kadang responnya lama, jadi harus sabar. Tapi ada satu hal yang saya suka dari IDwebhost.com. Apa itu? Harga domainnya relatif lebih murah dari lainnya. Kan lumayan buat saya yang punya banyak domain, bisa hemat sekian persen pengeluaran. Kalau hosting dan satu domain (intikali.org) saya masih menggunakan FCTSolution.net.

Ada Hal Lain Yang Penting?

Ada beberapa hal penting lainnya dengan memilih membangung blog berbasis WordPress di hosting sendiri. Salah satunya adalah masalah storage dan bandwith. Untuk blog yang kebanyakan mengunggah foto di artikelnya, storage menjadi masalah jika membeli paket dengan storage relatif kecil. Tak hanya itu, bandwith juga menjadi masalah ketika blog kamu dikunjungi banyak orang. Jika bandwith habis, maka penyedia layanan hosting akan membuat blog-mu tidak dapat diakses (down).

Selain itu, yang lumayan krusial adalah keamanan. Karena hosting sendiri, maka kamu bertanggung jawab penuh terhadap keamanannya. Usahakan menggunakan installer WordPress terbaru agar tidak mudah di-hack. Selain itu, biasanya blog kebobolan melalui plugin yang terpasang di blog kamu. Hindari memasang plugin dari sumber yang kurang terpercaya. Dari sumber terpercaya pun juga harus hati-hati, karena kadang ada celah untuk di-hack. Usahakan melakukan backup berkala untuk menanggulangi kehilangan data yang fatal.

Berdasarkan pengalaman saya, jangan gunakan username “admin”. Blog WordPress dummie saya pernah kena bobol orang gara-gara saya menggunakan username “admin”. Gunakan username yang lebih variatif.

Dan hal penting lainnya adalah jangan berhenti untuk belajar dan belajar. Mungkin banyak hal baru yang akan kamu hadapi dalam memelihara blog WP Self-hosted. Gunakan Google untuk mencari informasi, itu cara cepatnya. Jika masih belum paham, tanyakan kepada kenalan kamu. Sepertinya sudah cukup panjang saya menjelaskan, jika ada pertanyaan kamu bisa komentar di bawah ini.
Selengkapnya