Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik. Tampilkan semua postingan
28 Mei 2018

Mengenal Macam-macam Batik Berdasarkan Daerah Asalnya

28 Mei 2018  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Setiap daerah di Indonesia memiliki motif atau corak baju batik yang unik dan khas. Di Jawa Tengah misalnya, mereka mengenal batik Solo, batik Yogyakarta, batik Pekalongan, dan lain-lain.


Tidak hanya dibedakan berdasarkan asal daerahnya, namun batik juga biasanya dibedakan berdasarkan motifnya. Batik Solo misalnya, memiliki beberapa motif yang populer dan terkenal, seperti:
  1. Motif Parang. Yang pada zaman dahulu hanya boleh digunakan oleh raja/sultan
  2. Motif Kawung
  3. Motif Sawat
  4. Motif Sidomukti
  5. Motif Truntum, hingga
  6. Motif Semen Rante

Selain dari Jawa Tengah, masih banyak daerah-daerah lain yang menyumbang batik populer dan terkenal di Indonesia, seperti batik Gentongan dari Madura, batik Mega Mendung dari Cirebon (Jawa Barat), batik Simbut dari Banten, batik Priyangan dari Tasik (Jawa Barat), dan lain-lain.

Dibedakan berdasarkan asalnya, berikut adalah 7 batik paling populer di Indonesia yang paling banyak digunakan dan dicari.
  1. Batik Pekalongan (batik tujuh rupa). Batik ini mengedepankan corak floral, menggabungkan kebudayaan lokal dan etnis Tionghoa.
  2. Batik Cirebon (Mega Mendung). Motif batik ini menggambarkan suasana langit di sore hari dengan mega-mega merah yang tertutup awan. Tidak seperti batik lainnya yang terkesan kuno dan kaku, batik ini justru terkesan lebih kasual dan modern.
  3. Batik Solo atau batik Jogja (motif Parang). Pada zaman dahulu, motif parang hanya digunakan oleh para raja. Namun di jaman modern ini, corak batik ini tidak hanya digunakan secara exclusive oleh para raja dan keluarganya, melainkan digunakan juga oleh masyarakat awam.
  4. Madura (motif batik gentongan). Jika motif batik klasik hanya terdiri atas satu atau dua warna saja, maka berbeda halnya dengan motif batik yang berasal dari Madura ini. Motif gentongan memiliki motif abstrak namun sederhana, terdiri atas kombinasi dedaunan dan bunga-bunga dengan warna-warna cerah seperti merah, hijau, kuning, dan biru terang.
  5. Batik Solo (motif sogan). Motif batik ini sudah ada sejak beberapa abad yang lalu. Gambar motif yang terdapat pada batik ini didominasi warna coklat muda dan coklat gelap yang terdiri atas gambar-gambar bunga dan daun, yang dipisahkan oleh garis bergelombang dan titik-titik. Seperti motif Parang, motif Sogan pada zaman dahulu hanya digunakan oleh sultan atau raja saja.
  6. Jawa Tengah (motif Kawung). Salah satu motif batik tua yang ada di Indonesia dan hingga saat ini masih eksis adalah motif Kawung. Menilik sejarah, motif ini sudah ada sejak abad ke-9. Motif ini terinspirasi dari buah kolang-kaling yang digambar bersusun 4 dengan sudut persegi. Dibalik motif ini, tersimpan makna yang cukup dalam yaitu, pengendalian diri yang sempurna atau hati yang bersih serta jauh dari kesan ingin pamer. Seperti beberapa motif sebelumnya, motif Kawung pada zaman dahulu merupakan motif “larangan Keraton.” Ini adalah istilah untuk menggambarkan bahwa motif batik tersebut hanya boleh digunakan oleh kalangan kerajaan saja.
  7. Jawa Barat/Tasik (motif Priyangan). Motif ini berbentuk tumbuhan yang tersusun rapi dan simetris. Terkesan elegan saat dilihat dan memiliki corak warna yang khas. Walaupun warnanya lebih terang dibandingkan dengan motif batik jawa Tengah, namun motif batik ini tetap terlihat kalem.
Selengkapnya
30 Jan 2018

Solusi Pengembangan Batik Solo yang Belum Banyak Terjamah Publik

30 Jan 2018  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Batik solo adalah salah satu kekayaan Nusantara dan punya nilai seni tinggi. Selain dapat dijahit menjadi pakaian, kain ini juga bisa dibentuk berbagai model kerajinan. Trend penggabungan karya tradisional dengan gaya modern sedang naik daun saat ini.

Batik motif parang

Potensi kerajinan solo yang belum kamu tahu

Solo terkenal sebagai kota penghasil batik yang memproduksinya secara turun-temurun. Ternyata, meskipun sumbernya hanya dari satu kota, batik solo punya beragam motif dan corak loh! Apa aja sih? Yuk simak review di bawah ini.

  • Motif parang, merupakan corak tertua di Indonesia. Parang ini berasal dari kata pereng, artinya lereng. Coraknya berupa susunan pola seperti huruf S, saling menjalin, tidak terputus. Poin kesinambungan tersimbolkan dari motif ini. Bentuk dasar huruf S berasal dari kata ombak samudra, yang menggambarkan semangat tak pernah padam.
  • Motif kawung, berbentuk pola bulatan menyerupai buah kawung atau kolang-kaling. Motifnya berupa rangkaian lingkaran, disusun secara geometris. Corak ini juga bisa dimaknai sebagai bunga teratai yang merekah. Orang Jawa menganggap bunga teratai sebagai bunga kesucian, selain itu umurnya panjang.
  • Motif sawat, coraknya mirip burung garuda kendaraan Dewa Wisnu. Hal ini melambangkan kekuasaan atau raja.
  • Motif sidomukti, biasa dipakai oleh pasangan pengantin. Maknanya berkesinambungan dan sejahtera.
  • Motif truntum, dipakai oleh orang tua pengantin. Maknanya penuntun. Corak truntum berupa bunga yang disusun secara geometris
  • Motif satrio manah digunakan oleh wali pengantin wanita. Menggambarkan ksatria, membidik pasangannya dengan busur dan panah.
  • Motif batik semen rante, melambangkan hubungan erat dan kokoh.

Sulitnya pengrajin memasarkan batik solo

Batik solo memang memiliki keindahan khas. Potensi kesenian ini besar bila dikembangkan dengan baik. Dari sisi produk, pengembangannya sudah baik. Pengrajin banyak berinovasi mengolah kain menjadi beragam produk jadi. Contohnya pakaian, tas, kalung, sepatu, dan lain-lain. Namun, ada kendala utama para pengrajin dalam hal pemasaran produk mereka.

Jarak tempat produksi dengan konsumen seringkali berjauhan. Hal ini membuat mereka menjual produknya ke reseller. Jadi, selisih harga yang diberikan pengrajin dan yang didapatkan konsumen sangat jauh. Padahal, kalau rantai penjualan ini terputus, pengrajin bisa mematok harga sedikit lebih tinggi. Konsumen juga bisa mendapat harga lebih rendah.

Toko online bisa menjadi sarana pemasaran yang praktis

Sebenarnya solusi dari permasalahan tersebut sudah ada loh. Sebagai produk dari pesatnya kemajuan teknologi, internet dapat memotong jarak dan waktu. Maka, pengrajin sebenarnya bisa berjualan batik solo di qlapa.com toko online. Nah berikut ini keuntungan jualan online.

  • Tidak perlu menyewa toko fisik. Penjual gak perlu repot-repot mencari dan menyewa toko.
  • Dapat menekan harga jual. Karena ada beberapa budget dipangkas (sewa toko, pemasaran), maka harga jual barang pun dapat ditekan. Dengan harga terjangkau, pengrajin dapat meningkatkan kuantitas penjualan.
  • Cakupan wilayah luas. Internet dapat diakses orang dari manapun di dunia. Berarti, penggunaan internet berpotensi memperluas pasar bagi pengrajin.
  • Tidak perlu modal besar. Karena pengrajin tinggal memasarkan barangnya secara gratis di internet.
  • Aplikasinya mudah. Bila sudah paham, berjualan di internet rasanya mudah sekali. Tinggal klik.
  • Dapat dilakukan pada waktu senggang. Waktu pengrajin jadi fleksibel untuk memasarkan karyanya. Beda dengan buka toko fisik, di mana pengrajin harus nongkrong seharian di toko menunggu pembeli. Dengan lapak online, mereka dapat berinteraksi dengan pembeli lewat ponsel.

Situs Qlapa menyediakan tempat khusus buat pengrajin

Ada banyak marketplace yang menyediakan tempat berjualan. Namun, ada yang khusus menyediakannya untuk pengrajin, yaitu situs Qlapa.com. Di situs ini reseller tidak dapat berjualan, jadi harga yang didapat konsumen langsung dari pengrajinnya. Tanpa perantara. Makanya, harganya relatif terjangkau dibandingkan situs lain.

Banyak sekali pengrajin lokal menjual barangnya di sini. Jadi, ada beragam jenis dan model kesenian bisa didapatkan konsumen. Termasuk juga batik solo. Oiya, fitur kustomisasi juga tersedia loh. Jadi konsumen bisa memesan barang yang diinginkannya. Kualitas produk-produk di sini terjamin! Kenapa? Soalnya situs menyeleksi barang-barang yang dipasarkan. Pokoknya, cuma pengrajin berkualitas yang bisa masuk.

Pengrajin batik solo yang sedang naik daun

Permata Batik Solo, salah satu penghasil batik asal Surakarta menjual produknya di situs ini. Ia kebanyakan menjual batik tulis asli solo dalam bentuk kain. Nah, pembeli bisa menjahit sendiri menjadi barang jadi yang diinginkan.

Meski begitu, Permata Batik juga punya produk olahan batik khas solo seperti baju, kebaya, tas, dan lain-lain. Produknya juga gak cuma batik tulis, tapi ada batik solo cap, print, jumputan, shibori, hingga tenun lurik. Permata Batik sebenarnya sudah memiliki offline store di Solo, namun ia ingin memperluas pasar. Maka, toko ini membuka juga lapak online yang bisa diakses dari manapun.
Selengkapnya