24 Apr 2018

Review Samsung Galaxy J7 Pro (2017)

Tak terasa sudah satu minggu berlalu menggunakan Samsung Galaxy J7 Pro. Di entri kali ini saya sedikit mengulas mengenai pengalaman saya beli Samsung J7 Pro (keluaran 2017) dan unboxing. Sayangnya saya tidak bisa membuat video unboxing karena keterbatasan alat. Jadinya ya cuma foto-foto saja.


Pengalaman Beli Samsung Galaxy J7 Pro Online

Samsung Galaxy J7 Pro ini adalah kali kedua ponsel yang saya beli online. Sebelumnya saya pernah membeli ponsel Xiaomi Redmi 5A saat Flash Sale. Dulu saya sempat ragu apakah beli ponsel secara online aman atau tidak. Tapi setelah beberapa kali melihat track record pengiriman di salah satu e-commerce yang sering saya beli, akhirnya saya yakin untuk beli HP online saja. 

Selama 15 kali melakukan transaksi di e-commerce OmOm ini pengiriman selalu bagus; bungkusnya selalu memperhatikan keamanan dan waktu pengiriman cepat. Hanya saja dalam kasus Samsung J7 Pro yang saya beli ini agak lama, karena terkendala tanggal merah yang beruntun. Total hari yang dibutuhkan adalah 6 hari. Padahal biasanya pesan sekarang, besok atau lusa sudah sampai.

Ada beberapa alasan sih saya memilih untuk beli HP online di OmOm ini. Yang pertama karena harganya lebih murah dari konter-konter HP yang ada di mall. Yang kedua, setidaknya saya bisa lolos dari rayuan sales yang biasa nyelesin Oppo dan Vivo. Haha.

Pengalaman tahun 2014 lalu, saya rencana beli Samsung, eh kena rayuan maut sales Oppo. Jadinya malah beli Oppo. Kan ga lucu, dari rumah sudah memantapkan hati buat beli ponsel Samsung, sampai sana berpindah ke lain hati. Dan sampai rumah menyesal, mengapa saya beli Oppo. Hehe.

Alasan yang ketiga saya beli ponsel online ini karena saya punya voucher sebesar 150 ribu OmOm. Tak hanya itu sih, setelah saya mengunjungi website resmi Samsung, saya langsung diarahkan ke tiga e-commerce besar saat mengeklik tombol beli. E-commerce besar tersebut adalah OmOm, SuryaMall, dan Lazhabis.

Dan setelah saya cari yang termurah dan memasukkan voucher tadi, lumayan lah saya hanya perlu bayar sekitar 3,3 jutaan untuk Samsung J7 Pro (2017) ini. Padahal nih kalau beli offline, pasti harganya sekitar 3,7 jutaan atau mungkin lebih mahal.

Baiklah, selanjutnya saya akan sedikit memberikan gambaran isi dari kardus Samsung Galaxy J7 Pro yang saya terima.

Unboxing Samsung Galaxy J7 Pro

Saat pertama kali datang kurirnya, saya tidak sabar ingin segera membukanya. Untungnya masih teringat untuk mendokumentasikannya untuk diposting di blog Iskael.com ini.

Bungkus Samsung Galaxy J7 Pro

Setelah saya buka bungkusnya ternyata gratis jelly case. Jelly case-nya juga bagus, lebih tebal dari jelly yang biasanya dijual.

Ternyata Gratis Jelly Case

Jelly Case Gratis

Saya sendiri setelah menimbang-nimbang, saya lebih memilih yang warna blue silver. Entah mengapa saya suka dengan warna ini. Kalau yang hitam, sudah bosan. Ponsel Lenovo A6000+ punya saya juga sebelumnya hitam. Kalau yang gold, Xiaomi punya istri saya juga sudah warna white-gold.

Samsung Galaxy J7 Pro Blue Silver

Di dalam kardusnya ada kelengkapan berupa charger, headset, colokan kartu SIM, dan buku panduan.

Kelengkapan di dalam kardusnya

Alasan Memilih Samsung Galaxy J7 Pro

Sebelumnya saya sempat galau ketika ponsel saya Lenovo A6000+ rusak. Mau beli ponsel apa yah. Cukup lama sih, sekitar semingguan saya riset hp yang cocok dengan kebutuhan saya dan yang paling penting adalah budget-nya juga mencukupi.

Ada beberapa pertimbangan yang muncul waktu itu, antara lain: Xiaomi Redmi 5, ASUS Max Pro, Samsung J7 Prime, dan Samsung J5 Pro. Intinya dari keempat pilihan tersebut adalah terletak pada RAM-nya yang 3 GB.

Alasan sederhana saya mengapa saya fokus pada RAM adalah karena RAM ini seringkali jadi hambatan ketika menjalankan banyak program di ponsel. Kalau storage sih masih bisa ditambah dengan beli micro SD eksternal. Tidak seperti RAM yang sudah ditambah.

Setelah melihat berbagai review di YouTube dan baca-baca artikel di internet, akhirnya pilihan jatuh ke Samsung Galaxy J5 Pro. Tapi di dalam hati tergoda dengan Samsung Galaxy J7 Pro. Kemudian berlalu beberapa hari dan ternyata ada tambahan suntikan dana. Hehe. Akhirnya saya pilih Samsung Galaxy J7 Pro karena display-nya yang sudah Full HD.

Di sisi lain, istri saya juga mendukung saya membeli merk Samsung. Pengalaman saya beli Lenovo A6000+, kameranya yang 8 MP ternyata tidak lebih bagus dari kamera Samsung Galaxy Ace yang cuma 5 MP. Saya juga kaget waktu itu.

Kalau untuk Xiaomi sih kameranya masih kalah dengan Lenovo. Saya sudah membuktikan sebelumnya dengan memfoto satu barang dengan dua hp; milik saya Lenovo A6000+ 8 MP dan milik istri Xiaomi Redmi 5A 13 MP. Secara MP Xiaomi memang lebih besar, tapi tetap menang Lenovo.

Kalau untuk ASUS, ada desas-desus yang tidak menyenangkan mengenainya. Ponsel ASUS ini diberitakan gampang panas. Bahkan ada yang sarkas, ini hp atau setrika. Hehe.

Selain alasan itu semua, istri saya juga lagi demen foto produk makanan dengan hp. Maka dari itu, sepertinya memang Samsung lah yang bisa memenuhi kebutuhan saya ini. Sebenarnya sih kalau budget-nya berlebih ya pilih iPhone saja. Haha.

Spesifikasi Samsung Galaxy J7 Pro

Menulis review tidaklah lengkap jika tidak menulis spesifikasinya juga. Spesifikasi lengkap Samsung Galaxy J7 Pro ini adalah sebagai berikut.

Dari sisi RAM, Samsung Galaxy J7 Pro ini sudah 3 GB. Storage-nya 32 GB dengan kapasitas kosongnya adalah 24,4 GB. Dukungan memori eksternalnya hingga 256 GB. Mantap lah untuk kamu yang suka menyimpan foto.

Selain itu, dari sisi kameranya, kamera utama (belakang) dan kamera selfie (depan) adalah 13 MP. Pengalaman pakai kamera Samsung Galaxy J7 Pro ini, saya puas. Hasilnya bagus. Berikut ini adalah salah satu hasil foto istri saya menggunakan Samsung Galaxy J7 Pro.

Hasil foto menggunakan Samsung Galaxy J7 Pro

Bagaimana? hasil fotonya bagus kan? Lebih bagus lagi sih sebenarnya kamu bisa langsung beli kamera mirrorless harga 3 jutaan. Tapi itu sih kalau kamu memang ingin fokus di kamera. Jika kamu ingin all in one, ya Samsung J7 Pro ini rasanya sudah cukup untuk fitur kameranya.

Dari sisi display, ponsel ini mempunyai display 5,5 inci dengan resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Saya rasa dengan display yang seperti ini sudah memuaskan. Apalagi dilengkapi dengan Super AMOLED, sehingga kamu akan menikmati sensasi warna layar yang menyenangkan.

Berikut ini adalah tampilan UI-nya. Cukup menyenangkan. Icon-icon-nya juga intuitif sekali. Saya suka. Sebelumnya saya melihat UI seperti ini ada di Samsung S8+ milik teman saya.




Dari sisi prosesornya, menggunakan CPU Octa-core 1.6GHz. Cukuplah jika untuk menjalankan game-game populer saat ini. Selain itu dari sisi baterai juga menggunakan 3600 mAh. Cocok untuk kamu yang doyan nge-game, tidak cepat melakukan charging.

Untuk saya sendiri yang jarang bermain game, ponsel ini cuma saya charge sehari sekali, kadang dua hari sekali. Sangat berbeda dengan ponsel Lenovo saya yang baterainya cuma 2300 mAh, yang kadang dua kali charge dalam sehari.

Fitur lainnya yang mendukung ponsel ini adalah NFC. Hanya saja saya selalu gagal waktu mengecek saldo Indomaret Card menggunakan NFC Samsung Galaxy J7 Pro ini. Entah, saya tidak tahu penyebabnya.

Update: Eh tapi, sekarang sudah bisa, saya sudah menemukan caranya. Caranya menggunakan NFC Samsung Galaxy J7 Pro untuk mengecek saldo Indomaret Card.

Kesimpulan

Dari keseluruhan review yang sudah saya lakukan dan selama seminggu saya memakainya, saya puas menggunakan Samsung Galaxy J7 Pro ini. Hanya saja saya masih penasaran dengan NFC-nya yang belum bisa mendeteksi saldo Indomaret Card.

Jika kamu punya pertanyaan, kritik, atau saran; kamu bisa komentar di bawah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar