29 Agt 2018

5 Kamera Mirrorless Harga 3 Jutaan yang Worth untuk Dibeli

Suka fotografi tapi kamera smartphone tidak mendukung dan ingin punya kamera sekelas DSLR untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Tapi sayangnya, dana buat beli DSLR tidak mendukung. Nggak perlu bingung, bagi kamu yang kebetulan punya budget mepet, misalnya sekitar Rp 3 jutaan atau di bawah Rp 4 juta, kamu bisa mempertimbangkan 5 kamera mirrorless harga 3 jutaan yang worth untuk dibeli berikut ini.


Mengapa kamera mirrorless? Harga kamera mirrorless murah adalah alasan yang paling masuk akal selain kualitasnya yang juga bisa dibandingkan dengan DSLR. Bagi yang belum familiar, sebenarnya kamera mirrorless sejatinya adalah kamera DSLR yang bagian pemantul cahayanya (mirrorbox) dihilangkan.

Soal hasil foto dan video, kedua jenis kamera tersebut sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Akan tetapi, peniadaan pemantul cahaya membuat kamera mirrorless jadi lebih ringan dan lebih sederhana sehingga tampilannya jadi cenderung lebih kecil. Walau demikian, kamera mirrorless tetap bisa dipasangkan dengan berbagai jenis lensa--sama seperti kamera DSLR pada umumnya.

Kamera mirrorless harga 3 jutaan terbaik


Canon EOS M5 dengan lensa 15-45 Is Stm



Harga kamera mirrorless murah Canon EOS M5 yang dilengkapi dengan 15-45 Is Stm dan didukung sensor sebesar 24 MP ini dilengkapi juga dengan pilihan ISO antara 100-25600. Kamera ini dilengkapi juga dengan tilting screen, yaitu layar LCD yang bisa diputar untuk memberikan view yang lebih baik saat mengambil gambar pada kondisi kondisi tertentu atau di tempat-tempat yang sulit.

Kamera bisa digunakan untuk merekam video resolusi tinggi (full HD). Menyediakan built-in WiFi, serta NFC dan bluetooth untuk mentransfer file video maupun gambar dari kamera ke hp atau laptop. Bobot kamera hanya 427 gram saja. Keseluruhan body berukuran 116 X 89 X 61 mm.

Panasonic Lumix DMC-GF2 Digital Micro Four Thirds Camera



Kamera mirrorless murah ini membawa sensor sebesar 12. 1 MP berjenis live MOS yang didukung display LCD 3 inchi jenis touchscreen. Walaupun hanya memiliki sensor sebesar 12.1 MP, tapi jangan dianggap remeh. Pasalnya, kamera ini bisa menghasilkan gambar yang cukup tajam dengan warna-warna natural yang mendekati warna asli.

Panasonic Lumix DMC-GF2 bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi 1920 X 1080 pada 60i dan video HD (1280 x 720). Kamera ini dilengkapi juga dengan beberapa fitur menarik seperti fitur Color mode yang memungkinkan kita langsung mencoba efek seperti retro, elegant, cinema, monokrom, siluet, dan lain-lain yang didukung dengan teknologi iA Function.

Pentax Q7 02 dengan lensa kit 5-15 mm



Kamera yang dijual dengan harga sekitar 3 jutaan ini mengusung sensor sebesar 12.4 MP (Backlit CMOS Sensor) yang dipasangkan dengan lensa zoom 5-15mm f/2.8-4.5. Ketika membidik objek, kita akan sangat terbantu dengan kehadiran LCD touchscreen berteknologi AR coating seluas 3 inci di bagian belakang.

Kamera ini bisa menghasilkan gambar yang cukup baik ketika digunakan di tempat yang minim cahaya karena didukung ISO yang sangat tinggi dan sensitif hingga angka 12800. Ketika digunakan untuk mengambil gambar di tempat gelap dengan bantuan ISO yang tinggi, smartphone ini tetap bisa memproduksi gambar berkualitas tinggi dengan noise yang minim.

Kamu juga bisa menggunakannya untuk merekam video full HD 1080p pada kecepatan 24 dan 30 FPS. Untuk memudahkan transfer file kamera ini sudah dilengkapi dengan konektivitas WiFi.

Canon EOS M3 dengan lensa kit 15-45 mm



Kamera ini didukung dengan teknologi hybrid CMOS AF III dari Canon yang mampu menghadirkan auto fokus pada kecepatan tinggi karena didukung sensor CMOS sebesar 24.2 MP. Kamera ini kompatibel dengan lebih dari 70 lensa EF Canon. Seperti kebanyakan kamera mirrorless, kamera ini juga dilengkapi dengan LCD bertipe touchscreen yang bisa ditekuk 180/45 derajat.

Sony Alpha A9



Kamera mirrorless Sony Alpha merupakan kamera digital dengan sensor CMOS beresolusi 24 MP. Kamera ini menyediakan pilihan ISO antara 100-51200. Kamera berjenis full frame ini bisa digunakan untuk memotret secara beruntun hingga 20 FPS tanpa jeda. Teknologi tersebut biasanya hanya kita temukan pada kamera DSLR tradisional yang dilengkapi sarana elektronik.

2 komentar: