Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

Tampilkan postingan dengan label Ponsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ponsel. Tampilkan semua postingan
1 Agu 2017

5 Poin Utama Kenapa Banyak Gamer Pindah Haluan ke Luna G

1 Agu 2017  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Meski masih tergolong anak kemarin sore, Luna G sudah bisa menyita perhatian banyak orang, khususnya para penikmat game di negeri ini. Hal ini dikarenakan Luna G digolongkan dalam perangkat menengah dengan harga terjangkau, tapi kemampuannya bisa menyaingi gadget kelas atas. Hanya dengan mengalokasikan dana Anda kurang dari 3 juta, perangkat ini sudah berpindah ke tangan Anda.


Tak heran kalau gadget ini ke depannya akan bisa bersaing dengan produk kelas kakap seperti besutan dari Samsung. Apakah Anda seorang gamer? Sebelum beli, sebaiknya Anda tahu lebih dahulu 5 poin utama kenapa banyak gamer pindah haluan ke Luna G. Ini dia.

1. Mewah

Kemewahan dalam ber-hp, bisa jadi alasan utama orang memburunya. Hampir sama dengan kekaguman orang dengan jenis kemewahan lain, seperti desain rumah yang keren, tata-ruang yang mencolok, dan sebagainya. Banyak orang yang tampil lebih pede ketika ia menggenggam hp mewah. Bisa jadi ini masalah prestise. Bisa jadi pula karena sudah tabiat kita sebagai manusia yang suka dengan hal yang indah-indah.

Lantas, apa hubungannya gamer dengan sebuah kemewahan yang dibawa gadget? Biasanya kemewahan yang dipandang para gamer itu soal fitur-fitur di dalamnya. Luna G ini tergolong gadget yang super lengkap, terutama soal prosesor dan jaringan yang kemampuannya di atas rata-rata smartphone dengan harga setara.

2. Anti Lag

Luna G punya semboyan “anti ngelag” untuk mengibarkan namanya. Sesuai namanya, gadget ini rupanya tidak omong doang. Perkataaannya itu dibuktikan dengan ketersediaan baterai yang bisa bertahan selama 2 hari penuh dan sehari kalau Anda menggunakannya secara kontinyu.

Selain itu, ketika Anda internet-an juga lancar tanpa hambatan sama sekali. Bahkan ketika Anda memainkan game yang punya desain grafis tinggi macam Asphalt 8 Airborne, laju permainan lancar-gumancar tanpa ada tanda-tanda frame patah sama sekali. Inilah salah satu penyebab kenapa banyak gamer pindah haluan ke Luna G.

Spesifikasi Luna G

3. Ketampanan bisa Meningkat 200%

Apakah seorang gamer hanya berkutat dengan game saja? Tentu saja tidak. Dia juga manusia biasa yang memperhatikan soal kamera, resolusi video, dan sebagainya. Luna G ini memiliki resolusi kamera belakang 13 Mega Piksel dan kamera depan 8 MP. Tentu perihal menaikkan derajat ketampanan Anda akan semakin mudah dengan Luna G.

Bayangkan ketika Anda benar-benar memiliki hp ini. Anda akan jadi gamer sejati sekaligus manusia baru dengan ketampanan baru. Orang-orang di sekeliling Anda pasti akan terkejut dan bertanya-tanya: kok bisa?

4. Punya Sensor Accelerometer dan Proximity

Sensor accelerometer ini biasanya fungsinya untuk mengoptimalkan derajat kemiringan ketika Anda mengubah posisi layar dari potret menjadi lanskap. Biasanya para gamer akan lebih nyaman dengan pakai mode lanskap. Iya, kan? Tangkapan layar jadi bisa leluasa. Anda main game pun bisa lebih enak, daripada yang versi mode potret, yang tombolnya kesannya jadi kecil-kecil.

Sementara sensor proximity ini berguna untuk mendeteksi aktivitas tanpa kontak fisik. Sensor ini bisa menghemat daya yang cukup signifikan. Misal ketika aktivitas nge-game Anda sudah usai, layar pun akan otomatis mati. Sama ketika Anda menelepon seseorang dan mendekatkan perangkat ke dekat telinga, sensor ini akan mematikan layar secara otomatis, sehingga berbagai kemungkinan buruk akan tercegah saat itu juga.

5. Kapasitas Memori Super Besar

Bukan hanya memori internal saja yang besar, tetapi juga kemampuan penambahan memori eksternal juga tergolong besar. Berapa besarannya? Bisa sampai 128 GB. Waw! Dengan memori sebesar ini, tentu Anda bisa menyimpan file-file game lebih banyak lagi dengan syarat nir-pemasangan.

Tapi biasanya game yang Anda download dari Play Store tidak bisa masuk ke memori eksternal, oleh karena itu, banyak gamer yang lebih suka download memori mentah dan bisa dibagi ke perangkat lain. Kalau Anda salah satu yang menyukai aktivitas ini, memilih Luna G adalah hal yang tepat.

Dengan lima poin di atas, apakah Anda akan ikut pindah haluan ke Luna G juga? Boleh saja. Smartphone tergolong langsing lho dan ringan lho. Beratnya saja cuma 170 gram. Jadi kantong celana Anda tidak akan terlalu dibebani. Untuk masalah keamanan sendiri, Luna G juga dilengkapi dengan fingerprint scanner yang memungkinkan Anda bisa mengunci layar hanya dengan sekali sentuh. Tertarik beli?
Selengkapnya
17 Feb 2016

Memilih Micro SD yang Cocok untuk Lenovo A6000 Plus

17 Feb 2016  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Sabtu lalu saya memang sengaja berjalan-jalan ke salah satu mall yang ada di Surabaya, yaitu ITC. Saya memilih mall tersebut karena memang mall itu adalah mall yang paling dekat dengan rumah saya. Awalnya sih tidak ada niatan untuk membeli micro SD ketika jalan-jalan ke sana. Saya hanya ingin membeli flip case ponsel Lenovo A6000 Plus milik saya, karena flip case sebelumnya sudah tidak layak pakai dan sering mengganggu ketika aktivitas memotret.

Sebenarnya harga micro SD bisa kamu dapatkan dengan murah ketika kamu membelinya di toko online. Namun, hal itu tidak saya lakukan karena belanja di toko online untuk barang dengan berat yang sangat ringan seperti micro SD ini agak mubazir. Ongkos kirimnya saja sudah lumayan mahal dan jika dihitung jatuhnya lebih mahal dari harga micro SD di sana.

Saat akan membeli micro SD, saya cek dulu kompatibilitas ponsel saya. Saya harus tahu berapa kapasitas maksimal yang bisa dibaca oleh Lenovo A6000 Plus milik saya. Berdasarkan informasi dari GSMArena, kapasitas maksimal memori eksternal yang bisa dibaca oleh Lenovo A6000 Plus milik saya adalah 32 GB.

Namun, meski kapasitas maksimalnya 32 GB, saya juga harus memperhatikan berapa kapasital optimalnya. Normalnya kapasitas optimalnya adalah 16 GB, setengah dari kapasitas maksimal 32 GB. Bisa sih sebenarnya memakai 32 GB, hanya saja pasti ponsel tersebut akan bekerja susah payah untuk membaca file sebanyak itu. Untuk itu, demi performa yang baik, mending gunakan kapasitas yang tidak maksimal. Ambil yang tengah-tengah.

Mengapa seperti itu? Saya masih ingat kejadian yang sudah bertahun-tahun lalu, zaman Nokia masih berjaya. Saat itu saya masih kelas 2 SMA. Teman saya mempunyai ponsel Nokia 6600. Kapasitas maksimal ponsel ini adalah 512 MB. Zaman dulu 512 MB itu sangat besar. Bahkan dulu saya membeli flashdisk 1 GB saja sudah terlihat keren di antara teman-teman lainnya. Apa yang terjadi ketika Nokia 6600 itu diisi dengan memori eksternal 512 MB? Jawabnya adalah loading ponsel tersebut sangat lama. Kadang teman saya jadi sebel sendiri.

Mengingat kejadian itu, saya pun memutuskan untuk membeli yang 16 GB, selain di samping itu harga memori eksternal 32 GB kelewat mahal daripada 16 GB. Selisihnya 100 ribu. Setelah membeli micro SD tersebut saya pun kemarin bertanya kepada teman saya yang buka jasa servis ponsel dan laptop. Dia mengatakan bahwa untuk ponsel Lenovo A6000 Plus memang lebih optimal memakai memori eksternal 16 GB. Selain itu juga kapasitas 16 GB itu sudah cukup untuk menampung banyak foto dengan kualitas HD.
Selengkapnya
8 Feb 2016

Smartphone 4G Murah dari Lenovo

8 Feb 2016  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Dengan munculnya banyak operator seluler yang mendukung jaringan 4G, maka sangat penting untuk mempunyai ponsel yang mendukung koneksi 4G ini. Memang tidak banyak ponsel dengan harga murah yang mendukung 4G, namun bukan berarti tidak ada.

Lenovo adalah salah satu pembuat ponsel yang sering membuat ponsel bagus dengan harga miring. Lenovo ini memang banyak mengeluarkan ponsel dengan harga di bawah 2,5 juta. Salah satunya adalah Lenovo tipe A2010.

Lenovo A2010 ini di pasaran dilepas dengan harga sekitar 1,1 juta. Dengan harga 1,1 juta ini, kamu bisa mendapatkan ponsel dengan dukungan jaringan 4G. Sayangnya waktu itu saya tidak tahu bahwa ada ponsel Lenovo tipe ini, dan akhirnya saya pun beli ponsel Huawei Y5. Tahu gitu, saya lebih memilih untuk membeli Lenovo A2010. Apalagi jika dibandingkan dengan Huawei Y5, Lenovo A2010 ini sudah bersistem operasi Lollipop.

Baiklah, untuk lebih jelasnya, saya akan menjelaskan apa saja spesifikasi Lenovo A2010 ini. Untuk harga 1,1 juta, ponsel ini menakjubkan. Dari segi kamera, Lenovo A2010 ini sudah memiliki kamera belakang 5MP. Lumayan bagus digunakan untuk memotret jika dibandingkan ponsel dengan harga yang sama dengan Lenovo A2010. Selain itu yang paling menakjubkan adalah kamera depannya sudah 2MP, cukup bagus digunakan untuk selfie.

Dari segi layar, Lenovo A2010 ini cukup memuaskan, 4.5 inci dengan resolusi 480x854 piksel. Memang sih tidak sejernih Lenovo A6000 Plus milik saya yang dengan layar 5 inci sudah beresolusi 720x1280 piksel. Saya sudah membandingkan dengan melihat langsung Lenovo A2010 milik adik saya. Namun, dengan harga 1,1 juta memang wajar jika kamu mendapatkan kualitas layar seperti itu.

Ponsel ini seperti ponsel saat ini kebanyakan, punya dua slot SIM. SIM 1 mendukung 4G, sedangkan SIM 2 mentok hanya di EDGE saja. Sama halnya dengan ponsel Lenovo A6000 Plus milik saya. Cara untuk mengakalinya adalah dengan menaruh kartu SIM yang digunakan untuk internetan di SIM 1, sedangkan untuk kartu SIM yang digunakan biasa tanpa internet, taruh di SIM 2.

Lenovo A2010 ini dilengkapi dengan chipset Mediatek MT6735M dengan CPU sudah Quad-core 1.0 GHz Cortex-A53. Sangat mewah untuk ponsel seharga 1,1 juta sudah berprosesor Quad-core. Dari sisi memori internal Lenovo A2010 ini memiliki kapasitas 8 GB. Cukup lah digunakan untuk memasang banyak aplikasi atau game yang sedang populer saat ini. RAM yang dipasang di Lenovo A2010 ini sebesar 1GB. Dengan RAM segitu, saya kira cukup untuk menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.

Dan yang terakhir adalah kapasitas baterai. Kapasitas baterai yang dimiliki oleh Lenovo A2010 ini adalah 2000 mAh. Dengan kapasitas segitu lumayan untuk digunakan seharian. Kemungkinan besar kamu akan melakukan charging dua kali sehari jika kamu gunakan untuk aktivitas gaming.
Selengkapnya
20 Jan 2016

WhatsApp Sekarang Gratis Selamanya

20 Jan 2016  Iskandar Dzulkarnain  11 komentar
Pagi ini saya mendapat notifikasi di WhatsApp ponsel Android saya. Notifikasi tersebut menyebutkan bahwa service expiration date-nya berubah menjadi Lifetime. Jika sebelumnya tiap tahun kamu harus membayar $1, kini kamu bisa menggunakan WhatsApp gratis selamanya.


Sebenarnya ini sudah saya ketahui dari kemarin hari dari informasi Radio Surabaya. Hanya saja saya tidak begitu mengindahkannya. Namun, pagi ini saya benar-benar yakin dari notifikasi yang saya dapatkan dan saya mengecek sendiri di payment info aplikasi WhatsApp milik saya.

Jika kamu memikirkan mengapa WhatsApp ini tidak menjual iklan bahkan sekarang digratiskan, dan dari mana mereka mendapatkan uang? Tentu saja banyak cara untuk mendapatkan uang dari sebuah aplikasi. Untuk sekelas WhatsApp, mereka mendapatkan uang dari menjual data yang diinputkan oleh penggunanya. Oh yah? Pasti kamu terkejut. Mungkin kamu berpikir mana mungkin data bisa dijual. Tentu saja sangat bisa. Apalagi WhatsApp mempunyai banyak sekali data penggunanya.

Harga untuk sebuah big data ini bisa mencapai puluhan milyar dollar. Jangan terkejut, Facebook sebelumnya juga melakukan hal yang sama. Jika kamu masih belum paham bagaimana cara kerjanya, saya akan memberikan ilustrasinya padamu.

Jika kamu menggunakan Facebook, kamu akan melihat iklan di News Feed milikmu yang sesuai dengan apa yang kamu sukai dan pernah kamu cari di browser kamu. Misal saja, sebelumnya saya mencari sepatu untuk laki-laki, maka tidak lama kemudian akan muncul iklan sepatu di Facebook milikmu. Alat periklanan Facebook sudah sangat canggih. Bahkan kamu jika kamu sebagai pemasang Facebook kamu bisa menentukan target iklan kamu akan muncul di pengguna umur berapa, ketertarikannya ke mana, dan banyak lagi variabel lainnya. Jadi iklanmu akan benar-benar muncul di pengguna yang tepat dengan kriteriamu. Dan asal kamu tahu, biaya iklan untuk sehari di Facebook adalah 11 ribu. Bayangkan berapa jumlah pengiklan di Facebook. Begitulah cara Facebook menghasilkan uang. Belum lagi pendapatan Facebook dari bidang lainnya.

Begitulah cara mereka menghasilkan uang. Dan biasanya perusahaan sebesar WhatsApp ini mendapatakan penghasilan dari investor. Apalagi jika sahamnya sudah dijual di pihak luar dan nilai sahamnya terus naik karena semakin banyak penggunanya. Dan asal kamu tahu, ketika WhatsApp ini menggratiskan layanannya tentu saja banyak penggunanya yang senang dan memberikan respon positif. Tahukah kamu ketika banyak respon positif dari pengguna, secara otomatis nilai saham WhatsApp akan naik di pasar. Begitulah cara kerjanya. Terkadang memang menghasilkan uang itu tidak harus dengan cara beriklan.
Selengkapnya
19 Jan 2016

Pengalaman Beli Smartphone Huawei Y5

19 Jan 2016  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Awalnya saya tidak berniat untuk membeli ponsel baru. Saya dan istri ke Moro Purwokerto hanya sekedar ingin jalan-jalan karena besoknya saya harus ke Surabaya. Di Moro, rencana awal adalah cuma ingin belanja sepatu atau sandal untuk istri saya dan sebelumnya mampir dulu makan di Mayashi karena memang saat itu sedang kelaparan. Entah mengapa saya ketagihan dengan ramen di Mayashi, padahal rasanya biasa-biasa saja. Mungkin karena saya memang suka yang berbau mi dan sejenisnya.

Ternyata saat selesai membeli sepatu dan sandal, saya melihat ada stand jualan smartphone yang nyempil di pojokan. Entah mengapa tiba-tiba saya membisiki istri saya untuk sekedar mampir di stand itu dan tanya-tanya soal smartphone. Saat itu sih inginnya beli ponsel yang bukan smartphone. Kebutuhan beli ponsel ini datang saat ponsel istri saya rusak dan diganti dengan ponsel Nokia kecil milik mertua saya. Nah, ternyata saat main ke Purwokerto ada tetangga yang butuh ponsel untuk usahanya dengan mertua. Ya jadinya ponsel Nokia kecil itu diberikan pada orang itu. Dan istri saya resmi tidak punya ponsel. Itulah yang menggerakkan hati saya untuk membelikan istri saya ponsel.

Awalnya ingin cari ponsel Nokia yang biasa saja. Namun, setelah kami pikir-pikir lagi kug kurang sreg karena harga ponsel Nokia biasa dan smartphone beda sedikit. Apalagi aktivitas istri saya kebanyakan menggunakan smartphone untuk blogwalking. Memang saya akui sih lebih nyaman blogwalking menggunakan ponsel, karena bisa sambil tiduran atau melakukan aktivitas lainnya.

Saat di stand itu saya pun bertanya-tanya stok smartphone dengan harga sekitar 1 jutaan. Lumayan ada beberapa pilihan smartphone yang ditawarkan oleh penjualnya. Lenovo A1000 dengan harga 975 ribu. Huawei Y5 dengan harga 1,25 juta. Evercoss One X harga 1,05 juta. Awalnya saya jatuh hati pada Lenovo A1000, namun apa dikata ternyata kamera depannya masih VGA. Sebenarnya sih tidak masalah kamera depan VGA, toh istri saya juga tidak doyan selfie. Namun, ada alasan lain mengapa saya tidak membeli Lenovo A1000, karena smartphone milik saya juga merk-nya Lenovo, tepatnya Lenovo A6000 Plus. Saya ingin mencoba merk lain.

Huawei Y5

Gambar di atas adalah penampakan ponsel Huawai Y5. Spesifikasinya memang sepadan dengan harganya. RAM 1 GB dan memori internal 8 GB. Selain itu, processor-nya sudah Quad-core, padahal harga 1 jutaan. Kalau dilihat dari spesifikasinya sih hampir mirip dengan Xiaomi RedMi 1S. Sistem operasi masih menggunakan Kitkat. Tapi tidak masalah lah, karena Lollipop sendiri juga berat dan tetap menyisakan bug, layaknya di ponsel saya Lenovo A6000 Plus. Ukuran ponsel Huawei Y5 4,5 inci, pas sekali dalam genggaman dan dimasukkan saku celana.

Ada kelebihan yang mungkin tidak dimiliki ponsel lain selain merk Huawei. Istri saya bilang ponsel Huawei ini jika di-charge tidak panas. Tapi memang sebelumnya penjualnya bilang ini ponsel Huawei ini tidak masalah di-charge sambil digunakan. Jika ada kelebihan, tentu saja ada kekurangan. Kekurangan ponsel ini adalah resolusi layarnya. Dengan ukuran 4,5 inci, ponsel ini hanya beresolusi 480x854 piksel. Jika dilihat mata tidak setajam Lenovo A6000 Plus milik saya.
Selengkapnya
16 Jan 2016

Ponsel Lenovo Murah Rasa Lollipop

16 Jan 2016  Iskandar Dzulkarnain  1 komentar
Di era ponsel serba pintar ini, banyak sekali ponsel pintar yang bermunculan. Mulai dari harga yang melambung tinggi hingga harga yang bisa diraih kalangan pelajar yang menabung uang sakunya. Salah satu brand ponsel pintar yang paling banyak menawarkan ponsel pintar harga terjangkau adalah Lenovo.

Brand Lenovo ini memang jagoan soal ponsel pintar bersistem operasi Android dengan harga terjangkau. Bahkan kebanyakan ponsel pintar Lenovo harganya berkisar di bawah 2,5 juta. Bahkan kamu bisa menjumpai banyak ponsel Lenovo harga di bawah 1 juta.

Di September tahun 2015 lalu, Lenovo juga mengenalkan ponsel pintar dengan harga terjangkau di bawah 1 juta dengan sistem operasi Android 5.0 Lollipop. Menakjubkan bukan? Harga di bawah 1 juta sudah bersistem operasi Lollipop. Bagaimana dengan spesifikasinya? Spesifikasinya lumayan untuk ponsel pintar harga seperti itu. Ponsel pintar tersebut adalah Lenovo A1000.

Lenovo A1000 ini sudah dilengkapi dengan kamera utama (kamera belakang) dengan resolusi 5MP dan kamera depan beresolusi VGA. Selain itu ponsel pintar yang satu ini juga dilengkapi dengan LED Flash. Jadi, kamu bisa memfoto dalam keadaan intensitas cahaya yang minimum.

Selain dari sisi kamera, dari sisi RAM ponsel ini juga cukup mumpuni digunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti: bersosial media, bermain game, atau untuk komunikasi menggunakan banyak aplikasi chatting. Lenovo A1000 ini memiliki RAM sebesar 1 GB. Selain itu, ponsel ini juga memiliki memori internal sebesar 8GB. Saya kira itu sudah cukup untuk menginstal cukup banyak game ringan yang lagi booming dimainkan seperti Clash of Clans dan game semisalnya.

Bagaimana dengan CPU-nya? Meskipun ponsel ini berharga di bawah satu juga, Lenovo A1000 ini menggunakan CPU Quad-core 1.3 GHz Cortex-A7. Oh yah, dan yang paling penting adalah ukuran ponsel ini. Ukuran ponsel ini sangat cocok untuk dimasukkan ke saku celana, yaitu berukuran 4 inci. Bagi kamu yang masih berstatus pelajar, tentu saja sangat kesulitan apabila menggunakan ponsel berukuran besar, nah Lenovo A1000 ini sangat cocok buat kamu karena bisa dimasukkan ke saku celana dengan mudah.

Lalu, apa kekurangannya ponsel ini? Yang paling terlihat jelas adalah dari sisi baterainya. Baterai ponsel ini hanya 2000 mAh. Dengan spesifikasi seperti di atas dan penggunaan aplikasi yang banyak di ponsel, maka dengan kapasitas baterai 2000 mAh saya rasa tidak cukup. Mungkin kamu akan merasakan harus berkali-kali melakukan charging dalam sehari. Pengalaman saya menggunakan Lenovo A6000 Plus saja yang kapasitas baterainya 2300 mAh, setidaknya saya harus melakukan charhing 2 kali dalam sehari. Jika saya gunakan untuk bermain game, bisa-bisa sehari charging sebanyak 4 kali.

Bagaimana? Apakah menurutmu ponsel Lenovo A1000 ini sudah layak spesifikasi dengan harganya?
Selengkapnya
30 Des 2015

Pertanyaan Seputar Pengalaman Upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop

30 Des 2015  Iskandar Dzulkarnain  106 komentar
Sejak 3 bulan yang lalu, banyak sekali pertanyaan mengenai pengalaman seputar upgrade Lenovo A6000 Plus yang membawa banyak kontroversi. Bahkan di entri saya sebelumnya hingga ada 414 komentar yang masuk. Tentu saja hal ini menyulitkan saya untuk membalas komentarnya satu-satu karena sistem platform Blogger yang mewajibkan harus menjawab komentar dengan membuka entrinya langsung. Sangat berbeda dengan WordPress yang bisa membalas komentar lewat dasbor. Hal inilah yang membuat saya memutuskan untuk membuat artikel khusus membahas pertanyaan dan jawaban seputar meng-upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop.

Artikel ini akan segera saya update kembali sesuai pertanyaan seputar pengalaman upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop.

Daftar Pertanyaan-Jawaban

Sebelum kamu memberikan pertanyaan atau komentar, pastikan pertanyaanmu tidak sama atau sejenis dengan daftar pertanyaan dan jawaban di bawah ini.

1. Mengapa saya tidak menerima notifikasi update Lenovo A6000 Plus?

Kamu yakin sudah mengeceknya di "Settings > About phone > System updates"? Jika belum, kamu cek dulu. Harusnya ada pemberitahuan. Jika tidak, mungkin kamu belum menyalakan internet ponsel kamu, karena notifikasi update ini mengambil data dari server Lenovo.

2. Apa untung dan ruginya saya jika meng-upgrade Lenovo A6000 Plus saya ke Lollipop?

Untungnya adalah kamu mendapatkan sistem operasi terbaru, tentunya dengan beberapa fitur baru juga. Ruginya adalah kamu akan menemukan banyak bug atau error setelah upgrade.


3. Mengapa saya tidak kunjung selesai men-download upgrade Lollipop-nya?

Kamu harus tahu bahwa ukuran file upgrade Lollipop lebih dari 1GB. Tentu saja membutuhkan koneksi yang cepat jika ingin selesai di-download dalam waktu singkat. Jika kamu menggunakan koneksi internet GSM, kamu akan lama menunggu, itupun jika di tengah download tidak gagal.

Jika jawaban dari pertanyaan kamu tidak ada di sini, silakan ajukan pertanyaan di sini.
Selengkapnya
25 Nov 2015

Pengalaman Gagal Update Lollipop di Lenovo A6000 Plus

25 Nov 2015  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Hari ini saya mendapatkan notifikasi lagi dari update sistem operasi Lenovo. Lumayan lama, sekitar 2 bulan yang lalu sejak terakhir mendapat update sistem operasi dari Kitkat ke Lollipop. Notifikasi kali ini hanya mengupdate saja, tidak sampai mengubah banyak tampilan.

Update kali ini seperti update biasanya, file yang diunduh untuk update lumayan besar, hingga 1 GB lebih. Jika kamu ingin meng-update sistem operasi Lenovo A6000 Plus kamu, pastikan menggunakan koneksi WiFi saja. Tentu saja hal ini agar tidak boros pulsa internet.

Pertama kali download sebenarnya sudah berhasil hingga selesai. Namun, instalasi tersebut gagal karena ruang kosong memori internal saya yang kurang memenuhi syarat. Ruang kosong yang dibutuhkan minimal 2,5 GB. Jadi, untuk update kali ini saya harus rela menghapus banyak aplikasi bahkan game yang sedang saya mainkan. Tapi tidak masalah, karena saya benar-benar ingin mencoba apa perbedaannya.

Sebelum Update

Notifikasi Update

Setelah Update

Dari yang saya amati, hanya build number-nya saja yang berbeda. yang awalnya S028 jadi S030. Sekilas saya amati perubahannya, tidak ada perubahan yang saya ketahui. Lucu juga, download 1GB hanya untuk update build number saja.
Selengkapnya
19 Nov 2015

Harga dan Spesifikasi Lenovo Vibe X3

19 Nov 2015  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Lenovo Vibe X3 adalah salah satu ponsel Lenovo kelas atas. Jika kamu melihat ponsel besutan Lenovo lainnya, maka kamu akan menjumpai banyak sekali ponsel Lenovo yang bermain di harga menengah ke bawah. Saya sendiri juga salah satu pengguna ponsel Lenovo A6000 Plus yang termasuk ponsel menengah ke bawah.


Karena ponsel Lenovo Vibe X3 ini adalah ponsel kelas atas, ponsel ini dibandrol sekitar mulai dari 5,3 juta rupiah. Harga tersebut cukup membuat kamu membelalakkan mata membayarkan mengeluarkan uang segitu sekedar hanya untuk ponsel.

Tentu saja ada harga ada kualitas. Ponsel Lenovo Vibe X3 ini memiliki desain yang elegan. Bisa kamu perhatikan melalui gambar di atas, layarnya sangat lebar yaitu 5.5 inci. Selain itu padding antara layar dan body sangat sedikit. Sangat berbeda dengan desain Lenovo kelas menengah ke bawah lainnya yang memiliki padding besar.

Dari sisi spesifikasi, kamu akan dimanja dengan ponsel ini. Ponsel ini sangat cocok untuk kamu yang suka bermain game di ponsel. Dengan layar 5.5 incinya, kamu akan dimanja dengan kualitas gambar game HD. Bahkan resolusi ponsel ini sudah Full HD (1080 x 1920 piksel). Jadi jangan khawatir soal kualitas gambarnya.

Untuk mendukung kenyamanan menjalankan game HD dan berat, ponsel ini dilengkapi dengan prosesor Qualcomm MSM8992 Snapdragon 808, CPU Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53 & Dual-core 1.8 GHz Cortex-A57, GPU Adreno 418. Sangat mengagumkan bukan? Selain prosesornya, ponsel ini juga dilengkapi dengan RAM sebesar 3 GB. Masih tidak berhenti di spesifikasi itu, ponsel ini juga mempunyai dua pilihan kapasitas memori internal. Ada yang memiliki memori internal 32 GB ada juga yang memiliki memori internal 64 GB. Untuk yang 32 GB dibandrol sekitar 5,3 juta. Sedangkan untuk yang 64 GB dibandrol dengan harga sekitar 6,4 juta. Cukup membelalakkan mata.

Bagi kamu yang tertarik di dunia fotografi, ponsel ini juga bisa menjadi andalan aktivitas sehari-harimu. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera belakang 21 MP dan kamera depan 8 MP. Saya rasa dengan resolusi kamera seperti itu cukup menggantikan kamera pocket.

Dari sisi sistem operasi, ponsel ini sudah menggunakan sistem operasi Android 5.1 Lollipop. Biasanya untuk ponsel Lenovo, Lenovo juga menyediakan upgrade sistem operasi. Mungkin tahun depan ponsel Lenovo Vibe X3 ini bisa mendapatkan update sistem operasi ke Android 6.0 Marshmallow.

Tentu saja ponsel ini sangat menarik untuk kamu yang punya budget lebih untuk membeli ponsel. Ponsel ini kabarnya akan dirilis November 2015. Namun, hingga saat ini saya belum menemukan penjualnya di Indonesia secara resmi. Mungkin bulan depan, ponsel ini turut meramaikan perang ponsel kelas atas di Indonesia. Kita lihat saja :)
Selengkapnya
3 Nov 2015

Membiasakan Ngetik Tulisan Arab di Ponsel Android

3 Nov 2015  Iskandar Dzulkarnain  1 komentar
Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saya kepikiran mengenai mengetik tulisan Arab di Android. Mengapa harus tulisan Arab? Tulisan Arab erat kaitannya dengan sejarah negara Indonesia ini. Bahkan dulu mata uang Indonesia menggunakan tulisan Arab. Naskah-naskah pemerintahan atau naskah-naskah kuno lainnya juga menggunakan tulisan Arab. Sayangnya sejak kemerdekaan Indonesia, pendiri Indonesia lebih condong untuk menggunakan tulisan latin sebagai huruf nasional.

Jika kamu tidak percaya, kamu bisa menanyakan hal ini kepada orang-orang yang sempat hidup di zaman sebelum atau awal kemerdekaan. Saya tahu hal ini dari naskah kitab-kitab saat ngaji, terjemahannya pun menggunakan tulisan Arab dan berbahasa Jawa. Hal ini biasa disebut dengan Arab Pegon. Saat SD saya juga mempelajarinya.

Saat waktu senggang sambil menunggu ustadz-nya datang di sebuah pengajian, saya pun terlintas untuk mencari tahu bagaimana cara menulis Arab di Android. Jika di komputer, terutama MacBook, sudah ada plugin bawaannya. Tinggal kamu aktifkan, sudah bisa kamu pakai. Ternyata, pada Android pun begitu. Saya sebagai pengguna Lenovo A6000 Plus yang sudah diupgrade sistem operasinya menjadi Lollipop, menggunakan keyboard bawaan Google Keyboard.

Pasti kamu penasaran bagaimana cara mengatur keyboard tulisan Arab tanpa harus memasang aplikasi tambahan. Pertama, masuklah "Settings" lalu pilih bagian "Language & input". Setelah itu kamu pilih "Google Keyboard".


Kamu akan dibawa di halaman pengaturan bahasa. Pilihlah "Languages" untuk mengaktifkan beberapa bahasa yang akan kamu pakai pada keyboard nantinya.


Setelah itu kamu akan dibawa di halaman seperti gambar di bawah ini. Aktifkan "Arabic" untuk menambah bahasa Arab pada keyboard-mu.


Setelah bahasa Arab telah kamu aktifkan. Cobalah kembali ke "Language & input" lalu pilih "Change keyboard".


Setelah itu cobalah kamu cek dengan membuka aplikasi SMS. Kamu sudah bisa menikmati keyboard Arabic di Android kamu.


Sangat mudah bukan caranya? Karena fitur inilah akhirnya saya berlama-lama mencoba keyboard Arabic di ponsel Lenovo A6000 Plus saya. Saya bahkan iseng mengirim message istri saya melalui WhatsApp dengan menggunakan tulisan Arab. Sayangnya, di ponsel istri saya (Samsung Galaxy Young) masih belum bagus tulisan Arab yang muncul. Jika di Lenovo A6000 Plus saya tulisan Arab-nya bersambung, di Samsung Galaxy Young malah terpisah-pisah, jadinya jelek dan susah dibaca. Berikut ini adalah hasil tulisan Arab di status Facebook saya.


Bagaimana? Keren bukan? Kamu juga bisa menggunakan ini untuk membiasakan belajar bahasa Arab. Saya juga sebenarnya ingin menerapkan ini jika SMS-an dengan istri saya. Hanya saja hal itu terkendala oleh ponsel istri saya yang belum mendukung secara penuh tulisan Arab.
Selengkapnya
21 Okt 2015

Meizu M2 Note, Ponsel Spec Tinggi Harga 2 Jutaan

21 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Berawal dari keisengan saya buka-buka toko online dan googling cari ponsel yang murah dan bagus, saya menemukan brand baru namanya Meizu. Tidak terkenal sih, tapi setidaknya sudah ada di GSMArena.

Alasan saya melirik ponsel besutan Meizu adalah karena spesifikasinya yang sudah memiliki RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Itu saja awalnya. Namun, lama-lama saya malah makin kepo dengan Meizu ini.

Meizu, seperti ponsel Cina lainnya, tentu dibandrol dengan harga murah gila. Jika dulu ponsel Cina kesannya murahan, kamu harus menarik pernyataan itu sekarang. Justru ponsel Cina yang keluaran sekarang kualitas tidak jauh beda dengan Samsung dan Oppo. Sebut saja ponsel Cina yang terkenal saat ini adalah Lenovo dan Xiaomi. Saya juga sudah merasakan bagaimana kualitas dari ponsel Lenovo. Dari segi performa bagus. Hanya saja mungkin dari segi material yang digunakan kurang terkesan mahal. Begitu juga dengan Xiaomi. Malah menurut saya ponsel Lenovo lebih bagus materialnya dibanding dengan Xiaomi.

Dan saya harus terkagum ketika saya melihat review ponsel Meizu M2 Note di YouTube. Yang mereview ponsel ini adalah orang Indonesia yang independen, tidak dibayar oleh pihak Meizu. Jadi benar-benar jujur dalam mereview. Bahkan dia sangat ekspresif ketika menemui beberapa kekurangan Meizu M2 Note.

Dari ulasannya, Meizu M2 Note ini ternyata memiliki body yang solid, unibody. Jadi baterainya tidak bisa dicopot. Memasukkan SIM dan memory card pun dari samping. Body-nya lumayan tipis. Saya teringat model ponsel Meizu M2 Note ini seperti iPhone 5C. Khas dengan warna-warninya.

Pilihan Warna Ponsel Meizu M2 Note

Istri saya awalnya memicingkan mata ketika saya bilang bahwa ponsel Meizu ini bagus. Namun, ketika saya melihat video review-nya di YouTube, istri saya ikutan nimbrung. Dan ternyata jauh dari dugaan saya, istri saya mulai tertarik dengan ponsel Meizu M2 Note ini. Bagaimana tidak, dengan ponsel harga di bawah 2 juta (untuk Oktober 2015) sudah memiliki RAM 2 GB, memori internal 16 GB, layar 5.5 inci, dan resolusi layar 1920 x 1080 piksel. Ditambah lagi dengan prosesornya yang sudah octa-core, dengan dilengkapi kamera depan 13 MP dan kamera depan 5 MP. Lebih bagus dibandingkan dengan Lenovo A6000 Plus milik saya.

Ada lagi yang lebih keren dari itu semua. Jika Lenovo A6000 Plus sudah dual SIM namun hanya SIM1 yang mendukung 4G, Meizu M2 Note ini dua-duanya mendukung 4G. Jadi kamu tidak perlu khawatir dan susah-susah tukar tempat SIM untuk mendapatkan konektivitas 4G. Ponsel ini benar-benar sangat menggoda.
Selengkapnya
10 Okt 2015

Samsung Galaxy J7 Kini Jadi Ponsel Favorit

10 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Sejak Juni 2015 lalu Samsung Galaxy J7 ini telah dirilis. Banyak sekali orang yang tertarik dengan ponsel ini. Selain dari segi merk, yang memang Samsung memiliki kualitas bagus di pangsa pasar Android, dari segi spesifikasi juga menggoda. Di GSMArena, ponsel ini menjadi ponsel favorit untuk keluaran Samsung. Beberapa alasan mengapa banyak orang yang suka karena baterai ponsel ini tidak cepat habis jika dibandingkan dengan ponsel Samsung lainnya.

Tak hanya itu, mungkin dari segi harga juga ponsel ini masih dibilang lumayan murah untuk kualitas mendekati premium. Ponsel ini sudah mendukung teknologi 4G LTE. Namun, SIM yang mendukung 4G LTE hanya pada SIM 1 saja. Pada SIM 2 masih sebatas 2G. Hal ini adalah wajar, kebanyakan ponsel dual SIM saat ini juga seperti itu.

Bagaimana dengan spesifikasinya? Samsung Galaxy J7 ini dilengkapi dengan RAM 1.5GB. Dengan RAM segitu, kamu lumayan lancar untuk menjalankan banyak aplikasi atau game yang berat. Memori internalnya juga cukup besar yaitu 16GB. Memori internal 16GB sepertinya memang menjadi standar ponsel dengan harga sekitar 2-3 juta. Saya menjumpai banyak sekali ponsel harga pertengahan dengan spesifikasi RAM 2GB dan 16GB.

CPU ponsel ini menggunakan Quad-core 1.4 GHz Cortex-A53 & quad-core 1.0 GHz Cortex-A53. Mantap banget 'kan? Dengan spesifikasi seperti itu, aktivitas kamu di ponsel akan berjalan mulus.

Dari sisi kamera, Samsung Galaxy J7 ini tidak kalah memuaskan. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera belakang beresolusi 13MP dan kamera depan 5MP. Sangat cocok buat kamu yang suka selfie. Sempat waktu itu saya Skyping dengan kakak ipar saya menggunakan Samsung Galaxy J5, video call-nya jernih. Kamera depan Samsung Galaxy J5 dan Samsung Galaxy J7 sama resolusinya. Jadi, buat kamu yang ingin membeli ponsel ini, jangan ragu dan khawatir mengenai kualitas kamera depannya.

Jika kamu suka hal yang kekinian, ponsel ini masih terbilang terkini karena menggunakan sistem operasi Android 5.1 Lollipop. Apa beda sistem operasi Lollipop dengan KitKat? bedanya adalah dari sisi optimasi baterainya Lollipop lebih hemat. Selain itu banyak fitur yang tidak didukung oleh KitKat namun didukung oleh Lollipop, salah satunya adalah Screen Recording aktivitas ponsel Android kamu.

Selain itu, layar ponsel ini sebesar 5.5 inci. Sangat cocok buat kamu yang suka memainkan game simulasi atau beraktivitas menggunakan ponsel. Saya sendiri sejak menggunakan ponsel 5 inci merasakan bagaimana nyamannya ngeblog ataupun blogwalking lewat ponsel.
Selengkapnya
9 Okt 2015

Harga dan Spesifikasi Microsoft Lumia 950 XL

9 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  1 komentar
Microsoft Lumia 950 XL merupakan salah satu ponsel terbaru besutan Microsoft. Sepertinya Microsoft memang sedang getolnya memproduksi banyak ponsel pintar Lumia. Jika saya cek, banyak sekali seri Lumia yang dikeluarkan oleh Microsoft. Microsoft benar-benar ingin "perang" dengan Android dan iOS.

Beberapa orang memang sengaja memilih menggunakan Windows Phone karena kemudahannya dihubungkan dengan produk Microsoft lainnya. Selain itu, jika dibandingkan dengan Samsung, harga yang dibandrol oleh Microsoft untuk Lumia lebih murah dengan spesifikasi yang bisa dibilang hampir sama.

Spesifikasi Microsoft Lumia 950 XL

Di tahun 2015 ini kebanyakan ponsel pintar mengandalkan resolusi kamera. Banyak sekali ponsel pintar premium dengan harga di atas 3 juta memiliki resolusi kamera yang menakjubkan. Begitu juga dengan Microsoft Lumia 950 XL. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera belakang beresolusi 20 MP. Bisa kamu bayangkan bagaimana kualitas ketajaman gambarnya. Selain itu, kamera selfie (kamera depan) ponsel Microsoft Lumia 950 XL ini beresolusi 5 MP. Sangat cocok buat kamu yang suka banget beraktivitas selfie.

Selain dari sisi kamera, ponsel ini dilengkapi dengan RAM 3 GB. Kebanyakan ponsel premium memiliki minimal RAM 2 GB. Hal ini disebabkan karena aktivitas aplikasi pada ponsel premium yang menggila, sehingga dibutuhkan RAM yang besar untuk mengkover proses yang bekerja pada ponsel.

Dengan resolusi kamera belakang yang besar, Microsoft tentu saja tidak melupakan aspek memori internal. Semakin besar resolusi kamera belakang, maka semakin besar pula memori penyimpanan yang dibutuhkan. Memori internal Microsoft Lumia 950 XL ini berkapasitas 32 GB. Tak hanya itu, yang mengagumkan lagi adalah memori eksternal yang bisa digunakan pada ponsel ini maksimal berkapasitas 200 GB. Bayangkan saja, bahkan MacBook yang saya pakai ini saja harddisk-nya berkapasitas 250 GB. Hampir saja kapasitas memori eksternal Microsoft Lumia 950 XL ini menyamai laptop.


Yang berbeda dari ponsel ini dengan ponsel pintar lainnya adalah kamu bisa menyambungkan ponsel kamu ke monitor. Gunanya adalah kamu bisa seakan menggunakan PC, padahal kamu sedang beraktivitas dalam ponsel. Sangat cocok buat kamu yang menyukai mobilitas.

Ponsel ini memiliki layar 5.7 inci dengan resolusi 1440 x 2560 piksel dan sudah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 4. Dan yang paling penting adalah ponsel ini sudah mendukung 4G LTE.

Sistem operasi yang digunakan oleh Microsoft Lumia 950 XL ini sudah Windows 10. CPU yang digunakan oleh ponsel ini adalah Quad-core 1.5 GHz Cortex-A53 & Quad-core 2 GHz Cortex-A57. Dengan CPU dan RAM seperti itu kamu tidak perlu takut menjalankan aplikasi yang berat.

Bagaimana dengan kapasitas baterainya? Kamu tidak perlu khawatir. Dengan spesifikasi perangkat keras seperti di atas, ponsel ini didukung dengan baterai berkapasitas 3340 mAh.

Berapa harganya? Ponsel ini kemungkinan besar akan dibandrol dengan harga sekitar 7,5 juta rupiah. Ponsel ini kabarnya akan dirilis November 2015 yang akan datang. Namun, untuk rilis di Indonesia mungkin Desember 2015. Buat kamu yang suka dengan produk Lumia, menabunglah dari sekarang.
Selengkapnya
6 Okt 2015

Wishlist: Microsoft Lumia 535 Dual SIM

6 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Setelah bulan Juli lalu saya membeli ponsel Android Lenovo A6000 Plus, ternyata istri saya tidak mau kalah. Dia juga mau dibeliin ponsel. Padahal saya sudah memberikan ponsel jadul milik saya, Samsung Galaxy Young. Tapi memang kebangetan ponsel jadul saya ini, bahkan untuk instal WhatsApp saja, saya harus melakukan factory reset. Entah mungkin karena sisa-sisa data instalasi aplikasi yang dulu pernah saya instal. Jadinya ponsel selalu teriak memori penuh.

Dari beberapa kali browsing akhirnya istri saya jatuh hati pada ponsel besutan Microsoft, yaitu Lumia 535 Dual SIM. Dulu sih namanya Nokia Lumia, kalau sekarang Microsoft Lumia. Tampilannya juga terlihat bagus. Dan saya yakin body-nya sekuat ponsel bikinan Nokia. Pasalnya Nokia 'kan sudah diakuisisi oleh Microsoft. Dari pengalaman memakai ponsel Nokia, saya tidak pernah kecewa. Bahan yang digunakan selalu bagus. Di bawah ini adalah penampakan ponsel Microsoft Lumia 535 Dual SIM.

Microsoft Lumia 535 Dual SIM

Ada pertimbangan khusus mengapa saya dan istri memilih Microsoft Lumia 535 Dual SIM. Ponsel ini dari segi bahan, bagus. Dari segi harga juga tidak terlalu mahal untuk spesifikasi yang dibawa oleh Microsoft Lumia 535 Dual SIM ini. Harga ponsel ini sekitar 1,3 juta. Sangat sepadan dengan kualitasnya.

Spesifikasi Microsoft Lumia 535 Dual SIM ini menggunakan RAM 1 GB dan memori internal 8 GB. Sangat cukup untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan beraktivitas sehari-hari. Layarnya dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3. Bayangkan saja! Untuk ponsel harga 1 jutaan sudah mendapatkan Gorilla Glass.

Selain itu, ponsel ini sangat cocok untuk orang yang suka selfie. Resolusi kamera depannya 5 MP. Kamera belakang juga beresolusi 5 MP. Jika melihat ke belakang, Nokia tidak akan mungkin memberikan kualitas seperti ini dengan harga 1 jutaan. Hanya saja karena hegemoni Nokia sudah berakhir, kini harga Windows Phone benar-benar tergolong murah. Prosesor ponsel ini sudah Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7. Layar ponsel ini berukuran 5 inci, sama dengan ponsel saya Lenovo A6000 Plus.

Istri saya awalnya juga masih ragu apakah akan membeli ponsel Windows ataukah ponsel Android. Namun, akhirnya istri saya yakin karena di Windows Phone juga mendukung banyak aplikasi yang mendukung Android, semisal: WhatsApp, BBM, dan aplikasi ponsel Tokopedia. Maklum, semua aplikasi tersebut memang rencananya akan digunakan untuk jualan baju online.
Selengkapnya
21 Sep 2015

Spesifikasi dan Harga Oppo Mirror 5

21 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Walaupun saya bukan pengguna Oppo, setidaknya saya pernah mencoba ponsel Oppo milik adik saya. Selain itu, Jumat kemarin saya juga ikutan acara Oppo yang diikuti oleh para blogger di Surabaya. Di acara tersebut saya mencoba ponsel Oppo Mirror 5 dan Oppo R series.

Secara garis besar, dari sisi spesifikasi, Oppo Mirror 5 ini hampir mirip dengan spesifikasi ponsel Lenovo A6000 Plus. Mengapa saya bilang begitu? Dari sisi processor, Oppo Mirror 5 ini sudah menggunakan Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53, sama dengan processor milik Lenovo A6000 Plus. Selain itu, Oppo Mirror 5 ini juga dilengkapi dengan RAM sebesar 2 GB dan internal memory 16 GB. Persis seperti RAM dan internal memory milik Lenovo A6000 Plus.

Lantas apa yang beda antara Oppo Mirror 5 dengan Lenovo A6000 Plus? Yang sangat mencolok adalah di bagian kameranya. Oppo Mirror 5 mempunyai kamera belakang dengan resolusi 8 MP dan kamera depan dengan resolusi 5 MP. Untuk kamera belakang, Lenovo A6000 Plus juga 8 MP. Namun untuk kamera depan, Lenovo A6000 Plus hanya beresolusi 2 MP. Dari sini jelas, Oppo Mirror 5 ini lebih cocok digunakan untuk selfie.

Selain dari sisi perangkat keras kameranya yang sudah unggul dari Lenovo A6000 Plus, ponsel Oppo Mirror 5 ini juga dilengkapi dengan optimasi resolusi. Resolusi kameranya bisa ditingkatkan hingga 4 kali dari resolusi perangkatnya. Contohnya, kamera depan Oppo Mirror 5 beresolusi 5 MP bisa ditingkatkan hingga 20 MP.

Saya awalnya tidak percaya dengan statement tersebut, hingga akhirnya salah satu sales Oppo memperagakannya. Dan memang memang bisa ditingkatkan hingga 4 kali lipat. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata di sana terjadi proses pengambilan 10 foto terbaik lalu diproses untuk menghasilkan resolusi yang lebih tinggi. Jika pengambilan gambar dengan mode biasa, maka hanya butuh 1 detik saja. Namun, untuk mode peningkatan resolusi ini membutuhkan waktu yang lebih lama.


Sepertinya Oppo memang membidik pasar di pecinta fotografi. Banyak sekali fitur menarik lainnya yang disajikan oleh Oppo untuk kamu. Beberapa fiturnya adalah fitur double exposure. Double exposure ini memungkinkan kamu untuk memfoto manusia dengan transparansi terhadap latarnya. Selain itu, yangp paling menarik adalah fitur super GIF. Super GIF ini memungkinkan kamu untuk mengubah video yang kamu tangkap dari kamera menjadi GIF, semacam stop motion.

Namun, ada hal yang membuat Oppo Mirror 5 ini kalah dari Lenovo A6000 Plus, yaitu dari segi resolusi layar. Oppo Mirror 5 ini memiliki layar dengan resolusi 540 x 960 piksel, sedangkan Lenovo A6000 Plus layarnya memiliki resolusi 720 x 1280 piksel.

Setelah membahas itu semua, bagaimana dengan segi harga? Harga Oppo Mirror 5 ini lebih mahal dari Lenovo A6000 Plus. Di pasaran, harga Oppo Mirror sekitar 2,9 juta. Sedangkan harga Lenovo A6000 Plus sekitar 1,7 juta. Sangat mencolok bukan harganya? Hal itu dikarenakan material body ponsel Oppo Mirror 5 lebih bagus daripada Lenovo A6000 Plus. Selain itu, resolusi kamera depan juga cukup berpengaruh besar.
Selengkapnya
16 Sep 2015

Cara Mengembalikan Kontak WhatsApp Yang Hilang di Lenovo A6000 Plus Setelah Upgrade ke Lollipop Tanpa Factory Reset

16 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  64 komentar
Mungkin judul dari artikel ini adalah judul terpanjang yang pernah ada di blog ini. Setelah beberapa hari yang lalu terjadi keributan mengenai bug yang terjadi pada Lenovo A6000 Plus setelah upgrade ke Lollipop. Akhirnya, saya menemukan cara mengembalikan kontak Whatsapp yang hilang (tidak sinkron) di Lenovo A6000 Plus setelah upgrade ke Lollipop tanpa harus factory reset. Di forum-forum Lenovo kebanyakan mereka menyarankan untuk melakukan factory reset, saya pun juga mencoba factory reset dan bisa kembali sinkron kontaknya dengan Whatsapp. Namun, factory reset adalah hal yang memilukan, karena kamu harus melakukan backup banyak data. Selain itu kamu harus rela kehilangan data yang tidak bisa dibackup.

Cara mengembalikan kontak Whatsapp ini tanpa factory reset dan sudah dibuktikan oleh teman saya yang juga menggunakan Lenovo A6000 Plus. Saat itu, teman saya juga mengalami hal yang sama dan dia menanyakannya pada saya. Saya pun menjawab harus di-factory reset. Namun, teman saya kelihatannya tidak rela untuk melakukan factory reset, mengingat banyak sekali percakapan di BBM yang tidak mungkin bisa dibackup. Selain itu, banyak aplikasi punya dia yang susah dilakukan proses backup-nya. Oleh karena itu, entah bagaimana dia berpikir, dia menemukan cara yang fantastis untuk mengatasi bug kontak setelah upgrade ke Lollipop ini. Pasti kamu yang punya Lenovo A6000 Plus juga ingin tahu bagaimana caranya, 'kan? Berikut ini adalah caranya.

Cara Mengembalikan Kontak WhatsApp Yang Hilang di Lenovo A6000 Plus Setelah Upgrade ke Lollipop Tanpa Factory Reset

Fenomena tidak sinkronnya kontak dengan Whatsapp ini kemungkinan besar memang terjadi saat transisi sistem operasi. Hal ini kadang menjadi masalah besar bagi sebagian orang yang memang hidup dari Whatsapp, misalnya seorang penjual online. Saya juga merasakan kepanikan yang sama saat kontak dan Whatsapp saya tidak sinkron. Namun, kamu tidak perlu panik. Karena kini sudah ditemukan caranya. Caranya sangat mudah, dan mungkin kamu tidak akan kepikiran mengenai cara ini, saya pun begitu.

Pertama, buka "Settings" di ponsel Lenovo A6000 Plus milikmu. Setelah itu pilihlah "Accounts".


Setelah itu kamu akan melihat banyak akun yang kamu punya. Nah, dalam kasus ini, akun yang perlu diotak-atik adalah akun Google dan WhatsApp.


Untuk selanjutnya pilih akun "Google". Biasanya satu ponsel memiliki satu akun Google. Hanya saja, dalam kasus ini, saya memiliki banyak akun Google. Pilihlah akun Google tersebut, lalu lakukan Unsync contact dari akun Google milikmu. Setelah itu, lakukan Sync contact kembali. Pastikan kamu konek ke internet saat proses ini.


Proses selanjutnya adalah melakukan hal yang sama pada akun WhatsApp milikmu. Lakukan Unsyc contact WhatsApp. Gambar di bawah ini adalah kondisi Sync is OFF.


Setelah kamu meng-unsync contact WhatsApp milikmu, lakukan Sync contact WhatsApp kembali. Setelah itu cobalah lihat hasilnya. Menakjubkan bukan? Kini kontak kamu sudah sinkron dengan WhatsApp. Selamat mencoba :)

Update 18 September 2015

Bagi kamu yang masih belum berhasil dengan cara di atas. Setelah saya konfirmasi lagi ke teman saya, ada langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya yaitu "Restart" ponsel kamu dengan syarat ponsel kamu terhubung koneksi internet.

Saat proses restart kamu akan melihat di layar ponsel kamu ada "Upgrading Android". Biarkan hal itu terjadi, pastikan kamu terhubung dengan koneksi internet saat itu. Setelah restart, coba cek apakah kontak WhatsApp sudah sinkron atau belum. Jika belum sinkron, lakukan proses Unsync-Sync kontak Gmail dan WhatsApp seperti yang saya jelaskan di atas, lalu restart kembali.

Lakukan hal itu berkali-kali hingga kontak WhatsApp sinkron. Semoga berhasil :)

Update 22 September 2015

Bagi yang masih mengalami kegagalan dengan tip di atas, kamu bisa mencoba tip yang disampaikan oleh Robi (salah satu komentator di artikel ini). Semoga saja berhasil. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Back up dulu kontak ke SD Card
  2. Klik Back up & Reset
  3. Centang/pilih/aktifkan Backup my data dan Automatic Restore
  4. Ke App Manger lalu Force Stop dan Clear Contact, Contact Storage, dan WhatsApp
  5. Restore Contact dengan cara impor contact yg tadi di back up ke SD Card.
  6. Refresh contact WhatsApp
Selengkapnya
5 Sep 2015

Pengalaman Upgrade Lollipop Ponsel Lenovo A6000 Plus

5 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  418 komentar
Sebelumnya, saya sudah membahas mengenai penantian saya menunggu upgrade ke Lollipop resmi dari Lenovo. Antara percaya atau tidak, namun saya lebih memilih untuk optimis, meskipun di situsnya ditulis bahwa jadwal upgrade bisa berubah. Namun, ternyata jadwal upgrade dipenuhi, meskipun tidak di awal bulan, tanggal 3 September.

Perhatian: Jika kamu ingin bertanya, silakan kamu mengunjungi halaman ini. Kotak komentar artikel ini sudah saya tutup karena sudah mencapai 414 komentar. Hal ini saya lakukan karena saya kesulitan membalas komentar, karena harus scroll ke bawah terus untuk membalas komentarnya.

Di entri kali ini saya akan berbagi pengalaman meng-upgrade Lenovo A6000 Plus milik saya dari sistem operasi Kitkat ke Lollipop. Mengapa sih saya begitu ngotot banget upgrade ke Lollipop? Bukankah Kitkat saja sudah cukup? Tentu saja ada alasan yang melatarbelakangi saya untuk bersikeras upgrade ke Lollipop. Salah satu hal yang membuat saya ingin memakai Lollipop adalah agar saya bisa menjalankan aplikasi Screen Recorder di Android tanpa harus rooting. Berikut ini adalah informasi ponsel Lenovo A6000 Plus milik saya sebelum upgrade ke Lollipop.

Device Information Lenovo A6000 Plus

Pengalaman Upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop

Sebelum kamu memutuskan untuk upgrade Lenovo A6000 Plus kamu ke Lollipop, pastikan kamu mendapatkan koneksi internet yang prima, saya sarankan gunakan koneksi Wi-Fi. Kebetulan saya lagi berlibur ke Purwokerto, ke rumah kakak ipar saya yang menggunakan koneksi Wi-Fi dengan kecepatan 10Mbps. Jadi sangat cocok untuk upgrade sistem operasi.

Notifikasi Update

Dengan kecepatan seperti itu saja, saya harus menunggu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan unduhan update sistem operasi. Selain itu, pastikan baterai ponsel kamu masih banyak. Jangan sampai baterai kamu habis di tengah-tengah proses instalasi file upgrade.

Proses Mengunduh Lollipop

Karena baterai ponsel saya waktu itu di bawah 50%, akhirnya saya putuskan untuk sambil melakukan pengisian baterai. Hal inilah nantinya yang menjadi salah satu penyebab ponsel saya mendadak panas setelah upgrade sistem operasi Lollipop. Meskipun ada beberapa penyebab lainnya.

Proses instalasi sistem operasi Lollipop agak memakan waktu lama sekitar 10 menit lebih. Setelah itu, kamu akan melihat banyak hal baru. Jika sebelumnya kamu sudah terbiasa dengan Vibe UI milik Lenovo yang bersistem operasi Kitkat, kini kamu akan dihadapkan dengan antarmuka yang sedikit berbeda milik Lollipop.

Sekilas Tampilan Lollipop Lenovo A6000 Plus

Setelah proses upgrade selesai, kamu akan dihadapkan dengan banyak error di layanan Google. Salah satu layanan yang error adalah Google Play Service.

Google Play Service Error

Error inilah yang membuat ponsel Lenovo saya mendadak panas, tidak seperti biasanya. Saya pun ketakutan karena ponsel sudah menunjukkan overheating. Bahkan, untuk mengetik SMS saja nge-lag. Untuk pindah window nge-lag. Layar tiba-tiba redup, tapi tidak mati. Di benak saya sudah terpikir untuk melakukan downgrade ke Kitkat kembali. Namun, karena waktu itu sudah hampir larut malam, akhirnya saya biarkan ponsel saya seperti itu saja.

Sambil rebahan tidur, saya pegang dan lihat ponsel saya, ponsel saya otomatis mengupdate beberapa aplikasi di Play Store seperti biasanya, update berkala. Hingga akhirnya giliran Google Play Service yang terupdate. Error yang muncul sebelumnya menghilang. Kemudian saya restart ponsel saya, lalu saya tinggal tidur.

Keesokan harinya, saya cukup kaget ternyata ponsel saya sudah tidak mengalami overheating lagi. Karena penasaran saya coba ketik SMS, lancar hasilnya. Saya buka game yang berat, lancar juga. Kemudian saya buka banyak aplikasi seperti biasanya, lancar juga. Hati saya langsung lega dan hilanglah rencana saya untuk downgrade ke Kitkat.

Lenovo A6000 Plus bersistem operasi Lollipop

Gambar di atas adalah device information setelah upgrade ke Lollipop. Setelah upgrade ke Lollipop, tema yang disediakan ada enam, sebelumnya hanya ada dua.

Tema yang disediakan

Setelah semuanya mulai stabil, saya pun melakukan kustomisasi tampilan sesuai dengan selera saya. Berikut ini adalah hasil tampilan kustomisasi yang saya lakukan.


Bagi kamu yang belum upgrade ke Lollipop, kamu bisa mencobanya. Tak perlu khawatir lagi karena saya sudah membuktikannya. Awalnya memang nge-lag, hal ini karena banyak aplikasi yang harus diupdate dan saat itu kondisi baterai ponsel saya sedang diisi. Namun, setelah semua berlalu, ponsel kamu akan berjalan lancar seperti biasanya. Selamat mencoba :)

Update 16 September 2015

Bagi kamu yang mengalami masalah kontak yang tidak sinkron dengan WhatsApp setelah upgrade ke Lollipop, saya sudah menulis solusinya tanpa harus melakukan factory reset pada artikel berikut.

Update 30 Desember 2015

Karena entri ini sudah banyak komentarnya (mencapai 414 komentar) dan saya kesulitan membalas komentar karena harus scroll ke bawah terlalu panjang, untuk kamu yang ingin bertanya bisa melalui entri terbaru ini.
Selengkapnya
4 Sep 2015

Bersabar Menunggu Upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop

4 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  41 komentar
Dua hari yang lalu saya sempat iseng mencari aplikasi yang bisa merekam aktivitas yang terjadi layar ponsel Android Lenovo A6000 Plus milik saya. Saya pun mencari aplikasi tersebut di Play Store dengan kata kunci Screen Recorder. Awalnya saya senang dengan kata kunci Screen Recorder menampilkan banyak hasil. Namun, setelah saya baca ulasan masing-masing aplikasi tersebut, saya harus menelan kekecewaan. Kebanyakan aplikasi Screen Recorder yang ada di Play Store harus mensyaratkan ponsel Android harus di-root terlebih dahulu.

Lenovo A6000 Plus

Sepertinya hal ini karena Lenovo A6000 Plus masih bersistem operasi Kitkat. Untuk aplikasi Screen Recorder yang tidak memerlukan root, harus bersistem operasi Lollipop. Hal ini membuat saya sempat putus asa.

Sebenarnya ada cara lain untuk bisa upgrade sistem operasi ponsel Lenovo ini ke Lollipop. Caranya adalah dengan di-root dan custom ROM. Namun, cara ini bisa merusak garansi yang diberikan oleh Lenovo. Hal inilah yang membuat saya agak keberatan untuk iseng mencoba me-root ponsel Android saya. Apalagi ponsel ini masih berumur satu bulan lebih, masih sayang-sayangnya #lebay. Tidak hanya itu, ponsel Lenovo ini adalah ponsel satu-satunya yang powerful yang saya punya. Mungkin jika saya punya satu ponsel lagi yang powerful, saya akan sedikit tega untuk me-root ponsel ini. Sepertinya saya memang harus menyiapkan budget untuk membeli ponsel Android yang digunakan untuk belajar rooting dan custom ROM.

Karena saya masih penasaran dengan "apakah Lenovo A6000 Plus bisa di-upgrade ke Lollipop", saya pun terus googling dan menelusuri forum-forum yang khusus membahas Lenovo A6000. Di banyak forum menyebutkan bahwa Lenovo sering menyediakan upgrade sistem operasi ponsel buatannya. Sangat berbeda dengan Samsung yang hingga saat ini Samsung Galaxy Tab 3 Lite saya masih bersistem operasi Jelly Bean, hanya build version-nya saja yang nambah, tidak bisa upgrade ke Kitkat.

Di bawah ini adalah salah satu screenshot yang saya ambil dari situs resmi Lenovo. Lenovo A6000 Plus milik saya akan mendapatkan upgrade Android 5.0 Lollipop pada September 2015.

Jadwal upgrade sistem operasi Lenovo

Dan memang faktanya, kemarin malam ponsel Android Lenovo A6000 Plus milik saya mendapatkan upgrade Lollipop resmi dari Lenovo. Untuk upgrade ke Lollipop berdasarkan pengalaman saya membutuhkan koneksi internet yang cepat dan memakan waktu yang lama. Saran saya gunakan koneksi Wi-Fi untuk proses upgrade ke Lollipop. Jika kamu menggunakan paket data, kamu akan habis banyak uang dan belum tentu berhasil. Di entri selanjutnya saya akan membahas hal-hal yang saya alami, error dan solusinya, pada saat proses upgrade sistem operasi Lollipop dan setelahnya.
Selengkapnya
16 Agu 2015

Menjadikan Ponsel Android Berasa iPhone

16 Agu 2015  Iskandar Dzulkarnain  2 komentar
Beberapa hari yang lalu saya iseng mencari cara mengubah tema ponsel Android saya. Saya mengira bahwa di Lenovo A6000 Plus milik saya ada banyak pilihan tema yang bisa saya pilih. Ternyata tema yang bisa saya pilih hanya ada dua macam.

Mungkin saya tergolong manusia yang belum terlepas dari masa alay saat remaja. Ternyata saya masih suka tweaking tampilan ponsel layaknya dulu saya men-tweaking ponsel Nokia 7610 saya dengan tema-tema yang saya unduh dari internet.

Mungkin hal ini juga dialami oleh banyak pengguna ponsel yang ingin bereksplorasi dan tidak serta merta menerima tema bawaan pabrikan ponsel yang dibeli. Istilah tweaking ini dalam dunia Android biasanya dikenal dengan launcher.

Mungkin hampir lebih dari 2 jam saya berputar-putar di Play Store dengan mencoba satu per satu launcher yang saya anggap bagus. Akhirnya setelah mencoba beberapa launcher yang masuk kandidat bagus, saya menemukan launcher yang pas dengan selera saya. Karena bagus itu relatif dan sifatnya sangat subjektif.

Ada dua launcher yang bagus menurut saya. Yang pertama adalah Go Launcher, yang kedua adalah Dodol Launcher. Mengapa saya bilang bagus? Karena kedua ini adalah launcher yang didukung oleh banyak penyedia tema. Dan saya jatuh hati dengan Dodol Launcher. Dodol Launcher ini ternyata adalah karya Naver, si pembuat aplikasi LINE yang dipakai banyak orang.

Dodol Launcher dibandingkan dengan Go Launcher, Dodol Launcher lebih unggul. Kamu bisa menemukan banyak tema di Dodol Launcher shop. Tak hanya itu, kustomisasi yang bisa kamu lakukan dengan Dodol Launcher lebih banyak dibandingkan dengan Go Launcher.

Menjadikan Ponsel Android Berasa iPhone

Saya adalah pengagum produk Apple. Walaupun faktanya saya tidak mempunyai semua produknya. Saya hanya punya MacBook saja. Begitu juga dengan produk lainnya, iPhone adalah produk Apple yang ingin saya punyai. Namun, saya harus memperhatikan budget yang saya punya.

Kekaguman saya inilah yang akhirnya membuat saya iseng mencari launcher yang bertema iOS. Yah meskipun tidak punya iPhone yang sesungguhnya, namun setidaknya bisa menikmati yang semisal dengannya. Untuk kamu yang ingin mengeksplorasi layaknya diri saya, kamu bisa langsung buka Play Store dan pasang aplikasi yang bernama Dodol Launcher.

Setelah itu, carilah tema tambahan Dodol Launcher di Theme Shop yang bernama "Vividline". Vividline ini adalah tema Dodol Launcher yang menurut saya mendekati dengan tampilan iOS di iPhone. Berikut ini adalah cuplikannya.

Tampilan Home

Tampilan Apps

Tampilan Apps2

Mengubah Tema

Pilihan Menu Theme Shop

Menu Editing Home

Editing Grid Home

Editing Halaman Apps

Bagaimana? Menarik bukan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya