Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
22 Okt 2015

Bayaran Pertama dari Google AdMob

22 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  53 komentar
Baru pertama kali ini saya bisa merasakan sensasi bayaran dari Google. Dari dulu, dari tahun 2009 yang lalu, saya ingin sekali bisa menghasilkan uang dari Google AdSense. Namun, setiap kali daftar Google AdSense selalu ditolak.

Mungkin awalnya blog saya pikir karena tidak memakai domain TLD. Namun, ternyata saya salah. Buktinya ada orang yang daftar pakai domain .blogspot masih bisa. Sayangnya kemungkinannya sangat kecil.

Tahun-tahun setelahnya saya pun sudah melupakan Google AdSense, saya pikir kami tidak berjodoh. Hingga akhirnya tahun 2013 lalu saya mencoba peruntungan kembali pada Google AdSense. Hasilnya? Tetap saja ditolak. Entah, saya tidak tahu sebab sebenarnya apa. Sepertinya karena memang saat itu blog saya yang berdomain TLD baru saja saya buat dan trafik pengunjungnya masih sedikit.

Namun, semua prasangka saya ternyata salah. Bahkan hingga tahun 2015 ini saya coba daftar Google AdSense dengan domain yang sama dan trafik 1000+ kunjungan tiap harinya, tetap saja ditolak. Jadi? Entahlah, mungkin ada hal lainnya yang membuat blog saya ditolak Google AdSense.

Wah, ternyata curhatan saya mengenai Google AdSense sudah 4 paragraf. Baiklah, itu semua adalah mukadimah dari artikel kali ini. Hehe. Karena kegagalan itu, akhirnya saya mencoba peruntungan kembali, namun bukan di Google AdSense. Saya mencoba peruntungan di Google AdMob. Masih sejenis, hanya saja Google AdMob bergerang di bidang ponsel.

Google AdMob ini terbilang lebih mudah dalam hal mendaftarnya. Diterimanya juga lebih mudah. Tapi, ada hal yang membuat tidak semua orang bisa atau lebih tepatnya mau bermain di Google AdMob. Untuk menghasilkan uang di Google AdMob, kamu harus membuat game. Ya, harus membuat game sendiri. Tentu saja kamu setidaknya harus memahami bahasa pemrograman yang dibutuhkan untuk membuat game, walaupun itu hanya sedikit. Karena meskipun kamu membeli template game yang sudah ada pun, tentu saja kamu masih harus melakukan reskin pada game tersebut. Dan itu juga membutuhkan pemahaman mengenai bahasa pemrograman, setidaknya Java.

Hal itulah yang membuat pemain Google AdMob ini jumlahnya lebih sedikit dari pemain Google AdSense. Dan modal yang dibutuhkan untuk membuat sebuah game jauh lebih mahal dibandingkan membuat website. Selain itu, popularitas game juga akan mempengaruhi penghasilan. Kamu harus membuat game yang banyak disukai orang. Susah bukan? Sudah susah membuat game, modal keluar banyak, ternyata yang download game tersebut sedikit. Tentu saja sedih.

Dari pengalaman saya membuat game dan memonetasinya dengan Google AdMob, saya baru bisa menghasilkan uang hingga bisa ditarik butuh waktu 10 bulan. Waktu penantian yang sangat lama. Ibaratnya orang hamil, bisa nunggu sampai melahirkan. Haha. Dan inilah kabar berita menggembirakan kemarin malam. Saya mendapat email dari Google Billing, bahwa saya bisa tarik pendapatan saya hari ini.


Kemarin malam langsung saya cek, namun belum ada MTCN-nya. Baru pagi ini sudah keluar MTCN-nya. Mantap bukan? Itulah pengalaman bayaran pertama saya dari Google AdMob. Meskipun harus menunggu 10 bulan, tapi lumayan lah uangnya bisa buat beli baterai MacBook saya yang sudah minta diganti. Jika kamu tertarik mengenai dunia monetasi game dengan Google AdMob, kamu bisa berdiskusi dengan saya di kolom komentar. Jangan sungkan, sebisa mungkin saya akan membantu :)
Selengkapnya
21 Okt 2015

Meizu M2 Note, Ponsel Spec Tinggi Harga 2 Jutaan

21 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  6 komentar
Berawal dari keisengan saya buka-buka toko online dan googling cari ponsel yang murah dan bagus, saya menemukan brand baru namanya Meizu. Tidak terkenal sih, tapi setidaknya sudah ada di GSMArena.

Alasan saya melirik ponsel besutan Meizu adalah karena spesifikasinya yang sudah memiliki RAM 2 GB dan memori internal 16 GB. Itu saja awalnya. Namun, lama-lama saya malah makin kepo dengan Meizu ini.

Meizu, seperti ponsel Cina lainnya, tentu dibandrol dengan harga murah gila. Jika dulu ponsel Cina kesannya murahan, kamu harus menarik pernyataan itu sekarang. Justru ponsel Cina yang keluaran sekarang kualitas tidak jauh beda dengan Samsung dan Oppo. Sebut saja ponsel Cina yang terkenal saat ini adalah Lenovo dan Xiaomi. Saya juga sudah merasakan bagaimana kualitas dari ponsel Lenovo. Dari segi performa bagus. Hanya saja mungkin dari segi material yang digunakan kurang terkesan mahal. Begitu juga dengan Xiaomi. Malah menurut saya ponsel Lenovo lebih bagus materialnya dibanding dengan Xiaomi.

Dan saya harus terkagum ketika saya melihat review ponsel Meizu M2 Note di YouTube. Yang mereview ponsel ini adalah orang Indonesia yang independen, tidak dibayar oleh pihak Meizu. Jadi benar-benar jujur dalam mereview. Bahkan dia sangat ekspresif ketika menemui beberapa kekurangan Meizu M2 Note.

Dari ulasannya, Meizu M2 Note ini ternyata memiliki body yang solid, unibody. Jadi baterainya tidak bisa dicopot. Memasukkan SIM dan memory card pun dari samping. Body-nya lumayan tipis. Saya teringat model ponsel Meizu M2 Note ini seperti iPhone 5C. Khas dengan warna-warninya.

Pilihan Warna Ponsel Meizu M2 Note

Istri saya awalnya memicingkan mata ketika saya bilang bahwa ponsel Meizu ini bagus. Namun, ketika saya melihat video review-nya di YouTube, istri saya ikutan nimbrung. Dan ternyata jauh dari dugaan saya, istri saya mulai tertarik dengan ponsel Meizu M2 Note ini. Bagaimana tidak, dengan ponsel harga di bawah 2 juta (untuk Oktober 2015) sudah memiliki RAM 2 GB, memori internal 16 GB, layar 5.5 inci, dan resolusi layar 1920 x 1080 piksel. Ditambah lagi dengan prosesornya yang sudah octa-core, dengan dilengkapi kamera depan 13 MP dan kamera depan 5 MP. Lebih bagus dibandingkan dengan Lenovo A6000 Plus milik saya.

Ada lagi yang lebih keren dari itu semua. Jika Lenovo A6000 Plus sudah dual SIM namun hanya SIM1 yang mendukung 4G, Meizu M2 Note ini dua-duanya mendukung 4G. Jadi kamu tidak perlu khawatir dan susah-susah tukar tempat SIM untuk mendapatkan konektivitas 4G. Ponsel ini benar-benar sangat menggoda.
Selengkapnya
4 Okt 2015

Pengalaman Baru Bermedia Sosial Lewat Peta

4 Okt 2015  Iskandar Dzulkarnain  2 komentar
Media sosial yang ada saat ini sangat banyak. Facebook, Twitter, Google Plus, Path, dan masih banyak lagi lainnya. Setiap media sosial punya ciri khas sendiri dan basis sendiri. Bahkan seseorang rela untuk mempunyai banyak media sosial untuk menjadi eksis. Bagi kamu yang maniak media sosial, kamu bisa mencoba media sosial baru ini.

Media sosial apa itu? Media sosial yang berbasis peta. Kamu bisa menandai tempat saat kamu update status. Tak hanya menandai saja, kamu bisa menyertakan foto atau melakukan tagging pada teman kamu. Selain update status, kamu bisa menambahkan sebuah momen untuk mengabadikan momen berhargamu.

Selain itu, kamu bisa saling berbalas komentar antarteman. Kamu juga bisa mencari teman kamu yang terdaftar melalui kontak ponsel kamu. Jika kamu khawatir masalah privasi, kamu bisa update status dengan setelan privat. Dan masih banyak lagi fitur lain aplikasi media sosial berbasis peta ini. Penasaran, bukan? Aplikasi ini adalah MAPMU Social Map.


Mencoba Aplikasi MAPMU Social Map

Sebagai seorang yang punya keingintahuan tinggi, saya pun mencoba aplikasi MAPMU ini. Saya pun bisa menemukan beberapa teman saya yang sudah terdaftar dalam MAPMU. Cara daftarnya sangat mudah. Saya yakin sebagian besar punya akun Facebook. Nah, kamu bisa langsung daftar MAPMU ini menggunakan akun Facebook atau akun Google.


Berikut ini adalah pengalaman saya menggunakan aplikasi MAPMU Social Map. Pertama, saya mendaftar akun baru MAPMU. Untuk versi yang baru, kamu bisa langsung mendaftar melalui akun Facebook milikmu.


Setelah mendaftar, kamu akan dibawa ke halaman sambutan dan mengisi beberapa keterangan mengenai dirimu.


Jika kamu sudah mengisi semuanya, kamu langsung bisa menjelajahi isi dari aplikasi MAPMU Social Map. Tab ikon tanda plus pada lingkaran biru yang ada di kanan bawah. Kamu akan menjumpai pilihan “Post” dan “Moment”.

Silakan pilih antara “Post” atau “Moment”. “Post” lebih mewakili update status, sedangkan “Moment” mewakili kegiatan seperti saat bersama keluarga, kerja, kongkow, maupun nge-date.


Di atas adalah contoh saat saya membuat status dan melakukan tagging terhadap teman MAPMU. Tak hanya tagging, kamu juga bisa mengunggah foto maupun langsung mengambil foto dari kamera. Kamu juga bisa merubah posisi lokasi update status.


Ketika status kamu ada yang suka ataupun ada yang mengomentari, akan ada notifikasi yang bisa kamu lihat di bagian atas kanan. Selain itu ada bagian “Activities” yang berisi celotehan status teman MAPMU. Gambar di bawah ini adalah contohnya.


Selain apa yang saya jelaskan di atas, ternyata masih ada fitur rahasia lagi yang bisa kamu lakukan di aplikasi MAPMU Social Map ini. Tahan agak lama pada lokasi yang kamu inginkan, lalu akan keluar popup “Post” yang juga bisa kamu ganti dengan “Moment”.


Seru bukan? MAPMU ini bisa kamu gunakan untuk berbagi dengan teman, kekasih, dan keluarga, agar mereka bisa mengetahui posisi kita di mana. Apa untungnya jika mereka tahu posisi kita?


Mungkin saja mereka dekat dengan lokasi kita saat ini, sangat memungkinkan untuk bertemu. Jika kamu penasaran dengan aplikasi ini, kamu bisa mengunduhnya di Play Store dengan kata kunci “mapmu social map”, atau kamu bisa mengikuti tautan ini. Ajak juga teman, keluarga, ataupun kekasihmu untuk mengunduh aplikasi ini. Selain melalui aplikasi Android, kamu juga bisa mencoba MAPMU melalui website-nya www.mapmu.com. Selamat bersosial :)
Selengkapnya
26 Sep 2015

Dumb Ways to Die 2: The Game

26 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Kamu suka dengan game yang unik dan menantang? Dumb Ways to Die 2: The Game adalah jawabannya. Game ini sangat menantang dengan tantangan yang bervariasi tiap levelnya. Namun, game ini sangat tidak cocok untuk anak kecil karena mengandung sedikit kekerasan.

Pengalaman memainkan game ini saya menjumpai banyak tantangan yang absurd, hingga tantangan yang sebenarnya ringan tapi kadang malah kalah. Ada sebuah tantangan di salah satu level yang hanya dimainkan dengan tidak melakukan apapun. Jika kamu mengeklik, maka kamu akan kalah. Aneh bukan?

Di dalam game ini kamu hanya diberi 3 kesempatan atau bisa dibilang nyawa. Jika 3 nyawa habis maka akan keluar skor permainannya. Selama ini saya hanya bisa mencapai skor 700, artinya dengan 3 nyawa tersebut saya hanya berhasil melewati 7 level yang absurd.


Ada beberapa tempat tantangan yang bisa kamu coba, yaitu: Adrenaland, Drown Town, Dumb Dome, Challenges, Freezerville, dan Dumbest of the Dumb. Namun, tempat yang paling saya suka adalah Freezerville.

Di Freezerville kamu akan menemukan beberapa tantangan, salah satunya adalah Don't Lick the Pole, ini adalah tantangan yang paling mudah. Kamu tidak perlu melakukan apapun untuk menang. Justru ketika kamu melakukan sesuatu, gesture atau tab, kamu malah akan kalah.

Ada lagi sebuah level yang awalnya saya tidak paham. Level itu adalah ketika si Dumb membawa semacam pembersih lantai dan menghindari sebuah barang. Jika kamu jika melakukan swipe dengan cepat maka barang tersebut akan mendekati si Dumb dan meledak. Cara untuk menang di level ini adalah dengan melakukan swipe dengan cepat.


Tantangan lainnya adalah menutup semua pintu dan jendela rumah. Jika kamu terlambat menutup pintu, maka sekumpulan salju akan masuk dalam rumah. Jika salju masuk rumah, maka kamu kalah.

Banyak sekali tantangan konyol yang bisa kamu temui untuk menghilangkan kebosanan di saat senggang dengan memainkan game ini. Selain itu, kamu juga bisa memainkannya dengan mode multiplayer.

Lalu bagaimana rating game ini di Play Store? Kamu tidak perlu ragu lagi akan kualitas game ini, game ini sudah diunduh lebih dari 10 juta kali dengan mendapatkan rating 4.1 dengan 600 ribu lebih pengguna memberikan rating bintang 5.

Bagi kamu yang suka game tantangan yang berbeda dan unik, Dumb Ways to Die 2: The Game ini adalah game yang cocok. Kamu tidak akan kecewa. Selamat mencoba :)
Selengkapnya
23 Sep 2015

Alphabear

23 Sep 2015  Enny Law  2 komentar
Teman-teman pernah main game scrabble? Itu loh game menyusun kata dalam bahasa inggris. Permainan ini memang membutuhkan pengetahuan mengenai kosakata dalam bahasa inggris. Kalau dulu saya main scrabble menggunakan papan scrabble. Dan kalau ingin ngecek katanya benar atau salah biasanya ngecek di kamus bahasa inggris. Tapi semakin berkembangnya jaman, permainan ini semakin berkembang juga. Dulu ada game scrabble di PC yang bisa dimainkan berdua. Kalau game scrabble di PC sudah otomatis gak perlu pake buka buku kamus. Jadi memang lebih enak main di PC.

Di jaman ponsel Android seperti sekarang pun game scrabble mulai merambah ke Play Store. Salah satu game yang mengusung role play scrabble adalah Alphabear. Game ini memang seperti scrabble hanya saja ada sedikit modifikasi. Game yang bermaskot beruang ini gak hanya membutuhkan pengetahuan kosakata bahasa inggris saja. Kita juga butuh strategi agar kita mendapatkan score yang besar. Tiap permainan pun memiliki waktu tertentu untuk menyelesaikannya. Jadi kita dituntut untuk cepat dalam menyusun kata.


Dalam game Alphabear ini tiap kita membuat kata, huruf yang tidak terpakai akan berkurang satu poin. Huruf yang memiliki score satu akan menjadi batu jika tidak digunakan dalam kata. Jika sudah menjadi batu maka huruf tersebut tidak bisa digunakan lagi. Huruf ini akan menghambat kita untuk mendapatkan score besar. Setelah permainan jika kita dapat melebihi score yang ditargetkan, kita dapat membuka maskot beruang lainnya. Maskot beruang ini berguna untuk menambah score kita diakhir permainan.

Tiap chapter permainan kita membutuhkan "madu" untuk dapat bermain. Tiap chapter memiliki nilai "madu" yang berbeda-beda. Jika sudah kehabisan "madu" kita bisa menambahnya dengan menerima tawaran untuk menonton video atau membelinya.

Oh ya, maskot bear yang kita dapatkan tidak hanya sekedar maskot. Tiap bear memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Kita dapat menggunakan bear ini saat hendak bermain. Fungsi bear ini bermacam-macam, tergantung jenis bearnya. Ada bear yang dapat menambah waktu bermain atau menambah score diakhir permainan.


Menurut saya game Alphabear ini sangat menarik. Game yang memodifikasi permainan scrabble jadi lebih asyik dari biasanya. Tidak hanya itu, grafis game ini juga bagus. Apalagi icon bearnya juga sangat menggemaskan. Bagi kamu pencinta game scrabble, Alphabear ini sangat recomended buat kamu. Ayo tunggu apalagi, segera download game ini di Play Store.

Selengkapnya
21 Sep 2015

Spesifikasi dan Harga Oppo Mirror 5

21 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Walaupun saya bukan pengguna Oppo, setidaknya saya pernah mencoba ponsel Oppo milik adik saya. Selain itu, Jumat kemarin saya juga ikutan acara Oppo yang diikuti oleh para blogger di Surabaya. Di acara tersebut saya mencoba ponsel Oppo Mirror 5 dan Oppo R series.

Secara garis besar, dari sisi spesifikasi, Oppo Mirror 5 ini hampir mirip dengan spesifikasi ponsel Lenovo A6000 Plus. Mengapa saya bilang begitu? Dari sisi processor, Oppo Mirror 5 ini sudah menggunakan Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53, sama dengan processor milik Lenovo A6000 Plus. Selain itu, Oppo Mirror 5 ini juga dilengkapi dengan RAM sebesar 2 GB dan internal memory 16 GB. Persis seperti RAM dan internal memory milik Lenovo A6000 Plus.

Lantas apa yang beda antara Oppo Mirror 5 dengan Lenovo A6000 Plus? Yang sangat mencolok adalah di bagian kameranya. Oppo Mirror 5 mempunyai kamera belakang dengan resolusi 8 MP dan kamera depan dengan resolusi 5 MP. Untuk kamera belakang, Lenovo A6000 Plus juga 8 MP. Namun untuk kamera depan, Lenovo A6000 Plus hanya beresolusi 2 MP. Dari sini jelas, Oppo Mirror 5 ini lebih cocok digunakan untuk selfie.

Selain dari sisi perangkat keras kameranya yang sudah unggul dari Lenovo A6000 Plus, ponsel Oppo Mirror 5 ini juga dilengkapi dengan optimasi resolusi. Resolusi kameranya bisa ditingkatkan hingga 4 kali dari resolusi perangkatnya. Contohnya, kamera depan Oppo Mirror 5 beresolusi 5 MP bisa ditingkatkan hingga 20 MP.

Saya awalnya tidak percaya dengan statement tersebut, hingga akhirnya salah satu sales Oppo memperagakannya. Dan memang memang bisa ditingkatkan hingga 4 kali lipat. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata di sana terjadi proses pengambilan 10 foto terbaik lalu diproses untuk menghasilkan resolusi yang lebih tinggi. Jika pengambilan gambar dengan mode biasa, maka hanya butuh 1 detik saja. Namun, untuk mode peningkatan resolusi ini membutuhkan waktu yang lebih lama.


Sepertinya Oppo memang membidik pasar di pecinta fotografi. Banyak sekali fitur menarik lainnya yang disajikan oleh Oppo untuk kamu. Beberapa fiturnya adalah fitur double exposure. Double exposure ini memungkinkan kamu untuk memfoto manusia dengan transparansi terhadap latarnya. Selain itu, yangp paling menarik adalah fitur super GIF. Super GIF ini memungkinkan kamu untuk mengubah video yang kamu tangkap dari kamera menjadi GIF, semacam stop motion.

Namun, ada hal yang membuat Oppo Mirror 5 ini kalah dari Lenovo A6000 Plus, yaitu dari segi resolusi layar. Oppo Mirror 5 ini memiliki layar dengan resolusi 540 x 960 piksel, sedangkan Lenovo A6000 Plus layarnya memiliki resolusi 720 x 1280 piksel.

Setelah membahas itu semua, bagaimana dengan segi harga? Harga Oppo Mirror 5 ini lebih mahal dari Lenovo A6000 Plus. Di pasaran, harga Oppo Mirror sekitar 2,9 juta. Sedangkan harga Lenovo A6000 Plus sekitar 1,7 juta. Sangat mencolok bukan harganya? Hal itu dikarenakan material body ponsel Oppo Mirror 5 lebih bagus daripada Lenovo A6000 Plus. Selain itu, resolusi kamera depan juga cukup berpengaruh besar.
Selengkapnya
16 Sep 2015

Cara Mengembalikan Kontak WhatsApp Yang Hilang di Lenovo A6000 Plus Setelah Upgrade ke Lollipop Tanpa Factory Reset

16 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  64 komentar
Mungkin judul dari artikel ini adalah judul terpanjang yang pernah ada di blog ini. Setelah beberapa hari yang lalu terjadi keributan mengenai bug yang terjadi pada Lenovo A6000 Plus setelah upgrade ke Lollipop. Akhirnya, saya menemukan cara mengembalikan kontak Whatsapp yang hilang (tidak sinkron) di Lenovo A6000 Plus setelah upgrade ke Lollipop tanpa harus factory reset. Di forum-forum Lenovo kebanyakan mereka menyarankan untuk melakukan factory reset, saya pun juga mencoba factory reset dan bisa kembali sinkron kontaknya dengan Whatsapp. Namun, factory reset adalah hal yang memilukan, karena kamu harus melakukan backup banyak data. Selain itu kamu harus rela kehilangan data yang tidak bisa dibackup.

Cara mengembalikan kontak Whatsapp ini tanpa factory reset dan sudah dibuktikan oleh teman saya yang juga menggunakan Lenovo A6000 Plus. Saat itu, teman saya juga mengalami hal yang sama dan dia menanyakannya pada saya. Saya pun menjawab harus di-factory reset. Namun, teman saya kelihatannya tidak rela untuk melakukan factory reset, mengingat banyak sekali percakapan di BBM yang tidak mungkin bisa dibackup. Selain itu, banyak aplikasi punya dia yang susah dilakukan proses backup-nya. Oleh karena itu, entah bagaimana dia berpikir, dia menemukan cara yang fantastis untuk mengatasi bug kontak setelah upgrade ke Lollipop ini. Pasti kamu yang punya Lenovo A6000 Plus juga ingin tahu bagaimana caranya, 'kan? Berikut ini adalah caranya.

Cara Mengembalikan Kontak WhatsApp Yang Hilang di Lenovo A6000 Plus Setelah Upgrade ke Lollipop Tanpa Factory Reset

Fenomena tidak sinkronnya kontak dengan Whatsapp ini kemungkinan besar memang terjadi saat transisi sistem operasi. Hal ini kadang menjadi masalah besar bagi sebagian orang yang memang hidup dari Whatsapp, misalnya seorang penjual online. Saya juga merasakan kepanikan yang sama saat kontak dan Whatsapp saya tidak sinkron. Namun, kamu tidak perlu panik. Karena kini sudah ditemukan caranya. Caranya sangat mudah, dan mungkin kamu tidak akan kepikiran mengenai cara ini, saya pun begitu.

Pertama, buka "Settings" di ponsel Lenovo A6000 Plus milikmu. Setelah itu pilihlah "Accounts".


Setelah itu kamu akan melihat banyak akun yang kamu punya. Nah, dalam kasus ini, akun yang perlu diotak-atik adalah akun Google dan WhatsApp.


Untuk selanjutnya pilih akun "Google". Biasanya satu ponsel memiliki satu akun Google. Hanya saja, dalam kasus ini, saya memiliki banyak akun Google. Pilihlah akun Google tersebut, lalu lakukan Unsync contact dari akun Google milikmu. Setelah itu, lakukan Sync contact kembali. Pastikan kamu konek ke internet saat proses ini.


Proses selanjutnya adalah melakukan hal yang sama pada akun WhatsApp milikmu. Lakukan Unsyc contact WhatsApp. Gambar di bawah ini adalah kondisi Sync is OFF.


Setelah kamu meng-unsync contact WhatsApp milikmu, lakukan Sync contact WhatsApp kembali. Setelah itu cobalah lihat hasilnya. Menakjubkan bukan? Kini kontak kamu sudah sinkron dengan WhatsApp. Selamat mencoba :)

Update 18 September 2015

Bagi kamu yang masih belum berhasil dengan cara di atas. Setelah saya konfirmasi lagi ke teman saya, ada langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya yaitu "Restart" ponsel kamu dengan syarat ponsel kamu terhubung koneksi internet.

Saat proses restart kamu akan melihat di layar ponsel kamu ada "Upgrading Android". Biarkan hal itu terjadi, pastikan kamu terhubung dengan koneksi internet saat itu. Setelah restart, coba cek apakah kontak WhatsApp sudah sinkron atau belum. Jika belum sinkron, lakukan proses Unsync-Sync kontak Gmail dan WhatsApp seperti yang saya jelaskan di atas, lalu restart kembali.

Lakukan hal itu berkali-kali hingga kontak WhatsApp sinkron. Semoga berhasil :)

Update 22 September 2015

Bagi yang masih mengalami kegagalan dengan tip di atas, kamu bisa mencoba tip yang disampaikan oleh Robi (salah satu komentator di artikel ini). Semoga saja berhasil. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:
  1. Back up dulu kontak ke SD Card
  2. Klik Back up & Reset
  3. Centang/pilih/aktifkan Backup my data dan Automatic Restore
  4. Ke App Manger lalu Force Stop dan Clear Contact, Contact Storage, dan WhatsApp
  5. Restore Contact dengan cara impor contact yg tadi di back up ke SD Card.
  6. Refresh contact WhatsApp
Selengkapnya
5 Sep 2015

Pengalaman Upgrade Lollipop Ponsel Lenovo A6000 Plus

5 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  418 komentar
Sebelumnya, saya sudah membahas mengenai penantian saya menunggu upgrade ke Lollipop resmi dari Lenovo. Antara percaya atau tidak, namun saya lebih memilih untuk optimis, meskipun di situsnya ditulis bahwa jadwal upgrade bisa berubah. Namun, ternyata jadwal upgrade dipenuhi, meskipun tidak di awal bulan, tanggal 3 September.

Perhatian: Jika kamu ingin bertanya, silakan kamu mengunjungi halaman ini. Kotak komentar artikel ini sudah saya tutup karena sudah mencapai 414 komentar. Hal ini saya lakukan karena saya kesulitan membalas komentar, karena harus scroll ke bawah terus untuk membalas komentarnya.

Di entri kali ini saya akan berbagi pengalaman meng-upgrade Lenovo A6000 Plus milik saya dari sistem operasi Kitkat ke Lollipop. Mengapa sih saya begitu ngotot banget upgrade ke Lollipop? Bukankah Kitkat saja sudah cukup? Tentu saja ada alasan yang melatarbelakangi saya untuk bersikeras upgrade ke Lollipop. Salah satu hal yang membuat saya ingin memakai Lollipop adalah agar saya bisa menjalankan aplikasi Screen Recorder di Android tanpa harus rooting. Berikut ini adalah informasi ponsel Lenovo A6000 Plus milik saya sebelum upgrade ke Lollipop.

Device Information Lenovo A6000 Plus

Pengalaman Upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop

Sebelum kamu memutuskan untuk upgrade Lenovo A6000 Plus kamu ke Lollipop, pastikan kamu mendapatkan koneksi internet yang prima, saya sarankan gunakan koneksi Wi-Fi. Kebetulan saya lagi berlibur ke Purwokerto, ke rumah kakak ipar saya yang menggunakan koneksi Wi-Fi dengan kecepatan 10Mbps. Jadi sangat cocok untuk upgrade sistem operasi.

Notifikasi Update

Dengan kecepatan seperti itu saja, saya harus menunggu sekitar 15 menit untuk menyelesaikan unduhan update sistem operasi. Selain itu, pastikan baterai ponsel kamu masih banyak. Jangan sampai baterai kamu habis di tengah-tengah proses instalasi file upgrade.

Proses Mengunduh Lollipop

Karena baterai ponsel saya waktu itu di bawah 50%, akhirnya saya putuskan untuk sambil melakukan pengisian baterai. Hal inilah nantinya yang menjadi salah satu penyebab ponsel saya mendadak panas setelah upgrade sistem operasi Lollipop. Meskipun ada beberapa penyebab lainnya.

Proses instalasi sistem operasi Lollipop agak memakan waktu lama sekitar 10 menit lebih. Setelah itu, kamu akan melihat banyak hal baru. Jika sebelumnya kamu sudah terbiasa dengan Vibe UI milik Lenovo yang bersistem operasi Kitkat, kini kamu akan dihadapkan dengan antarmuka yang sedikit berbeda milik Lollipop.

Sekilas Tampilan Lollipop Lenovo A6000 Plus

Setelah proses upgrade selesai, kamu akan dihadapkan dengan banyak error di layanan Google. Salah satu layanan yang error adalah Google Play Service.

Google Play Service Error

Error inilah yang membuat ponsel Lenovo saya mendadak panas, tidak seperti biasanya. Saya pun ketakutan karena ponsel sudah menunjukkan overheating. Bahkan, untuk mengetik SMS saja nge-lag. Untuk pindah window nge-lag. Layar tiba-tiba redup, tapi tidak mati. Di benak saya sudah terpikir untuk melakukan downgrade ke Kitkat kembali. Namun, karena waktu itu sudah hampir larut malam, akhirnya saya biarkan ponsel saya seperti itu saja.

Sambil rebahan tidur, saya pegang dan lihat ponsel saya, ponsel saya otomatis mengupdate beberapa aplikasi di Play Store seperti biasanya, update berkala. Hingga akhirnya giliran Google Play Service yang terupdate. Error yang muncul sebelumnya menghilang. Kemudian saya restart ponsel saya, lalu saya tinggal tidur.

Keesokan harinya, saya cukup kaget ternyata ponsel saya sudah tidak mengalami overheating lagi. Karena penasaran saya coba ketik SMS, lancar hasilnya. Saya buka game yang berat, lancar juga. Kemudian saya buka banyak aplikasi seperti biasanya, lancar juga. Hati saya langsung lega dan hilanglah rencana saya untuk downgrade ke Kitkat.

Lenovo A6000 Plus bersistem operasi Lollipop

Gambar di atas adalah device information setelah upgrade ke Lollipop. Setelah upgrade ke Lollipop, tema yang disediakan ada enam, sebelumnya hanya ada dua.

Tema yang disediakan

Setelah semuanya mulai stabil, saya pun melakukan kustomisasi tampilan sesuai dengan selera saya. Berikut ini adalah hasil tampilan kustomisasi yang saya lakukan.


Bagi kamu yang belum upgrade ke Lollipop, kamu bisa mencobanya. Tak perlu khawatir lagi karena saya sudah membuktikannya. Awalnya memang nge-lag, hal ini karena banyak aplikasi yang harus diupdate dan saat itu kondisi baterai ponsel saya sedang diisi. Namun, setelah semua berlalu, ponsel kamu akan berjalan lancar seperti biasanya. Selamat mencoba :)

Update 16 September 2015

Bagi kamu yang mengalami masalah kontak yang tidak sinkron dengan WhatsApp setelah upgrade ke Lollipop, saya sudah menulis solusinya tanpa harus melakukan factory reset pada artikel berikut.

Update 30 Desember 2015

Karena entri ini sudah banyak komentarnya (mencapai 414 komentar) dan saya kesulitan membalas komentar karena harus scroll ke bawah terlalu panjang, untuk kamu yang ingin bertanya bisa melalui entri terbaru ini.
Selengkapnya
4 Sep 2015

Bersabar Menunggu Upgrade Lenovo A6000 Plus ke Lollipop

4 Sep 2015  Iskandar Dzulkarnain  41 komentar
Dua hari yang lalu saya sempat iseng mencari aplikasi yang bisa merekam aktivitas yang terjadi layar ponsel Android Lenovo A6000 Plus milik saya. Saya pun mencari aplikasi tersebut di Play Store dengan kata kunci Screen Recorder. Awalnya saya senang dengan kata kunci Screen Recorder menampilkan banyak hasil. Namun, setelah saya baca ulasan masing-masing aplikasi tersebut, saya harus menelan kekecewaan. Kebanyakan aplikasi Screen Recorder yang ada di Play Store harus mensyaratkan ponsel Android harus di-root terlebih dahulu.

Lenovo A6000 Plus

Sepertinya hal ini karena Lenovo A6000 Plus masih bersistem operasi Kitkat. Untuk aplikasi Screen Recorder yang tidak memerlukan root, harus bersistem operasi Lollipop. Hal ini membuat saya sempat putus asa.

Sebenarnya ada cara lain untuk bisa upgrade sistem operasi ponsel Lenovo ini ke Lollipop. Caranya adalah dengan di-root dan custom ROM. Namun, cara ini bisa merusak garansi yang diberikan oleh Lenovo. Hal inilah yang membuat saya agak keberatan untuk iseng mencoba me-root ponsel Android saya. Apalagi ponsel ini masih berumur satu bulan lebih, masih sayang-sayangnya #lebay. Tidak hanya itu, ponsel Lenovo ini adalah ponsel satu-satunya yang powerful yang saya punya. Mungkin jika saya punya satu ponsel lagi yang powerful, saya akan sedikit tega untuk me-root ponsel ini. Sepertinya saya memang harus menyiapkan budget untuk membeli ponsel Android yang digunakan untuk belajar rooting dan custom ROM.

Karena saya masih penasaran dengan "apakah Lenovo A6000 Plus bisa di-upgrade ke Lollipop", saya pun terus googling dan menelusuri forum-forum yang khusus membahas Lenovo A6000. Di banyak forum menyebutkan bahwa Lenovo sering menyediakan upgrade sistem operasi ponsel buatannya. Sangat berbeda dengan Samsung yang hingga saat ini Samsung Galaxy Tab 3 Lite saya masih bersistem operasi Jelly Bean, hanya build version-nya saja yang nambah, tidak bisa upgrade ke Kitkat.

Di bawah ini adalah salah satu screenshot yang saya ambil dari situs resmi Lenovo. Lenovo A6000 Plus milik saya akan mendapatkan upgrade Android 5.0 Lollipop pada September 2015.

Jadwal upgrade sistem operasi Lenovo

Dan memang faktanya, kemarin malam ponsel Android Lenovo A6000 Plus milik saya mendapatkan upgrade Lollipop resmi dari Lenovo. Untuk upgrade ke Lollipop berdasarkan pengalaman saya membutuhkan koneksi internet yang cepat dan memakan waktu yang lama. Saran saya gunakan koneksi Wi-Fi untuk proses upgrade ke Lollipop. Jika kamu menggunakan paket data, kamu akan habis banyak uang dan belum tentu berhasil. Di entri selanjutnya saya akan membahas hal-hal yang saya alami, error dan solusinya, pada saat proses upgrade sistem operasi Lollipop dan setelahnya.
Selengkapnya
23 Agu 2015

Nostalgia Game Jembatan

23 Agu 2015  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Saya masih ingat, tahun 2012 awal lalu saya sempat memainkan game yang menurut saya seru. Waktu itu saya memainkankan di tablet murah milik teman saya. Game tersebut tergolong sangat ringan.

Bayangkan saya, di tahun 2012 lalu spesifikasi tablet Android saat ini masih sangat minimum. Kemungkinan RAM-nya 256 MB. Game tersebut bisa berjalan mulus di tablet tersebut, padahal harga tablet tersebut di bawah satu juta. Penasaran 'kan game apakah itu?

Game X Construction Lite

Nama game tersebut adalah X Construction Lite. Dalam game ini, kamu harus menyelesaikan level-level yang ada. Untuk versi lite, hanya ada 9 level. Agak mengecewakan memang. Jika kamu ketagihan dengan game ini, ada versi full yang berharga sekitar 16 ribu rupiah.

X Construction Lite

Semakin naik level, kamu akan menemukan tantangan baru yang lebih sulit. Akan ada kontur alam yang sangat aneh dan kamu hanya boleh menggunakan jumlah material yang sudah disediakan. Mau tidak mau, kamu harus pintar-pintar untuk mengatur material agar kereta bisa melewati jembatan dengan selamat.

Tip Membangun Jembatan yang Kokoh

Ada beberapa tip yang bisa saya bagikan ke kamu dari pengalaman saya. Buat jembatan dari tiga besi yang saling terhubung (berbentuk segitiga). Material yang disusun berbentuk segitiga cenderung lebih kokoh dan saling menguatkan sistem.

Selain itu, untuk membuat jembatan, fokuskan pada bagian awal dan akhir agar kuat. Untuk bagian tengah, biasanya sudah teratasi ketiga bagian awal dan akhirnya kokoh.

Dengan menggunakan tip tersebut, kamu akan bisa menghemat material yang digunakan. Biasanya saya selalu menyisakan material dan kereta bisa tetap melewati jembatan dengan selamat.

Game Ini Cocok untuk Anak Kecil

Jika kamu punya anak seumuran SD, kamu bisa menggunakan game ini untuk melatih kepekaan ilmu fisika anak kamu secara alamiah. Sebenarnya tidak hanya cocok untuk anak kecil, bahkan sekelas mahasiswa belum tentu bisa menyelesaikan level-level yang disuguhkan dengan kesulitan yang semakin bertambah.

Mengapa saya bilang game ini cocok untuk anak kecil? Secara grafis game ini tidak mengajarkan kekerasan apapun. Selain itu, game ini juga tidak ada unsur pornografi maupun pornoaksi. Hanya ada kereta, rel, dan jembatan saja. Cara memainkan game ini juga tergolong sangat mudah, hanya menggabungkan material untuk menjadi sebuah jembatan yang kokoh.

Saya masih ingat, teman saya pun sempat menyerah untuk menyelesaikan level 8 ke atas. Padahal saat itu umur kami sekitar 22 tahun. Jika anak kecil bisa menyelesaikan level-level yang ada di game ini, saya acungi jempol. Berarti logika anak tersebut sudah main.

Dari uraian saya di atas, pasti kamu juga penasaran untuk memainkannya 'kan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
20 Agu 2015

PictsArt Photo Studio

20 Agu 2015  Enny Law  Beri komentar
Semakin menjamurnya smartphone Android ternyata juga berpengaruh pada tingkat selfie yang tinggi. Ini dikarenakan kebanyakan smartphone Android memang mendukung aktifitas selfie ini. Tak hanya itu aplikasi editor foto di smartphone Android juga sangat mendukung. Dengan aplikasi tersebut siapa saja bisa mendapatkan foto yang unik tanpa harus memiliki kemampuan mengedit foto seperti profesional.

Editor foto termasuk aplikasi yang harus dimiliki oleh seorang yang suka memotret. Salah satu aplikasi foto yang menjadi favorit saya adalah PictsArt Photo Studio. Aplikasi editor foto ini cukup lengkap. Mulai dari efek foto, stiker, frame dan teks pun ada. Kita tinggal pandai-pandai memanfaatkan fitur yang ada.

Salah satu fitur yang saya suka dari PictsArt ini adalah fitur stiker dan framenya. Dengan fitur ini foto jadi terasa berbeda dan lebih lucu. Bagi yang suka menambahkan efek pada foto, PictsArt menawarkan banyak pilihan efek yang bisa digunakan.

Dengan aplikasi PictsArt kita juga bisa memadukan beberapa gambar pada satu frame. Kita tinggal pilih pada menunya saja. Tidak hanya mengedit foto kita juga bisa menggambar dengan PictsArt ini. Pada halaman depan ada menu "draw" yang dapat digunakan untuk menggambar. Berhubung saya gak punya keahlian gambar jadi saya lebih sering menggunakan PicsArt ini untuk edit foto.

Selain itu PicsArt juga menyediakan menu untuk menggambil gambar langsung dengan aplikasi PictArt dengan tambahan efek foto. Kalau biasanya kita mengedit gambar yang sudah ada lalu ditambahkan efek. Dengan menu "Camera" pada PicsArt ini kita bisa mengambil gambar langsung dengan efek yang kita tentukan. Hasilnya cukup bagus loh.

Cara Menggunakan PictsArt Photo Studio

Buka aplikasi PictsArt di smartphone Android kamu. Pilih tanda berbentuk pensil pada ujung bawah. Setelah itu akan muncul beberapa menu. Pilihlah menu "Edit" untuk mengedit foto, menu "Draw" untuk menggambar, menu "Collage" untuk menggabungkan beberapa foto dan menu "Camera" untuk mengambil gambar dengan efek.

Editor Foto PictsArt
Kali ini saya akan menggunakan editor foto pada aplikasi PictsArt ini. Pilih menu "Edit" setelah itu akan muncul pilihan untuk mengambil gambar dari gallery atau dari camera langsung. Kita juga bisa menggambil gambar dari sosial media yang ada. Setelah menentukan gambar yang akan diedit, sekarang waktunya kamu berkreasi dengan fitu-fitur yang ada. Kamu bisa menambakan efek, stiker, frame dan lain-lain. Setelah selesai mengedit foto, pada kanan atas simpanlah hasil foto yang telah diedit. Foto tersebut akan tersimpan di folder PictsArt.
Hasil Foto Yang di Edit dengan PictsArt
Menggunakan PictsArt ini memang sangat mudah. Siapa saja bisa menyulap foto yang biasa saja jadi menarik. Bagi blogger seperti saya aplikasi ini memang membantu untuk mempermanis foto yang didapat untuk mendukung entri di blog.
Selengkapnya
16 Agu 2015

Menjadikan Ponsel Android Berasa iPhone

16 Agu 2015  Iskandar Dzulkarnain  2 komentar
Beberapa hari yang lalu saya iseng mencari cara mengubah tema ponsel Android saya. Saya mengira bahwa di Lenovo A6000 Plus milik saya ada banyak pilihan tema yang bisa saya pilih. Ternyata tema yang bisa saya pilih hanya ada dua macam.

Mungkin saya tergolong manusia yang belum terlepas dari masa alay saat remaja. Ternyata saya masih suka tweaking tampilan ponsel layaknya dulu saya men-tweaking ponsel Nokia 7610 saya dengan tema-tema yang saya unduh dari internet.

Mungkin hal ini juga dialami oleh banyak pengguna ponsel yang ingin bereksplorasi dan tidak serta merta menerima tema bawaan pabrikan ponsel yang dibeli. Istilah tweaking ini dalam dunia Android biasanya dikenal dengan launcher.

Mungkin hampir lebih dari 2 jam saya berputar-putar di Play Store dengan mencoba satu per satu launcher yang saya anggap bagus. Akhirnya setelah mencoba beberapa launcher yang masuk kandidat bagus, saya menemukan launcher yang pas dengan selera saya. Karena bagus itu relatif dan sifatnya sangat subjektif.

Ada dua launcher yang bagus menurut saya. Yang pertama adalah Go Launcher, yang kedua adalah Dodol Launcher. Mengapa saya bilang bagus? Karena kedua ini adalah launcher yang didukung oleh banyak penyedia tema. Dan saya jatuh hati dengan Dodol Launcher. Dodol Launcher ini ternyata adalah karya Naver, si pembuat aplikasi LINE yang dipakai banyak orang.

Dodol Launcher dibandingkan dengan Go Launcher, Dodol Launcher lebih unggul. Kamu bisa menemukan banyak tema di Dodol Launcher shop. Tak hanya itu, kustomisasi yang bisa kamu lakukan dengan Dodol Launcher lebih banyak dibandingkan dengan Go Launcher.

Menjadikan Ponsel Android Berasa iPhone

Saya adalah pengagum produk Apple. Walaupun faktanya saya tidak mempunyai semua produknya. Saya hanya punya MacBook saja. Begitu juga dengan produk lainnya, iPhone adalah produk Apple yang ingin saya punyai. Namun, saya harus memperhatikan budget yang saya punya.

Kekaguman saya inilah yang akhirnya membuat saya iseng mencari launcher yang bertema iOS. Yah meskipun tidak punya iPhone yang sesungguhnya, namun setidaknya bisa menikmati yang semisal dengannya. Untuk kamu yang ingin mengeksplorasi layaknya diri saya, kamu bisa langsung buka Play Store dan pasang aplikasi yang bernama Dodol Launcher.

Setelah itu, carilah tema tambahan Dodol Launcher di Theme Shop yang bernama "Vividline". Vividline ini adalah tema Dodol Launcher yang menurut saya mendekati dengan tampilan iOS di iPhone. Berikut ini adalah cuplikannya.

Tampilan Home

Tampilan Apps

Tampilan Apps2

Mengubah Tema

Pilihan Menu Theme Shop

Menu Editing Home

Editing Grid Home

Editing Halaman Apps

Bagaimana? Menarik bukan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya