6 Agu 2021

Mengenal Startup dan Strategi Fundraising

Istilah startup rasanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kamu pasti mengenal nama Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Grab, dan Gojek. Ya, mereka itu adalah salah satu startup yang berhasil mendapatkan pendanaan atau fundraising. Fundraising ini sangat perlu demi berjalannya sebuah startup. Tanpa fundraising, ya sama saja, tidak bisa apa-apa. Oleh karena itu, sangat perlu strategi fundraising untuk startup agar investor bisa yakin dan memberikan pendanaan.

Fundraising umumnya bisa didapatkan jika startup yang kamu buat memiliki manfaat yang nyata untuk masyarakat. Mengapa begitu? Investor akan melihat apakah produk startup-mu tersebut bakal dipakai atau tidak oleh masyarakat, sejauh mana bisa menyelesaikan problema yang sedang terjadi di masyarakat. Jika semakin solutif, maka kamu bisa optimis startup-mu bakal mendapatkan pendanaan.

Contoh sederhananya adalah Gojek. Sebelum ada Gojek, maka ojek pangkalan biasanya menarget dengan tarif yang suka-suka. Kadang tidak masuk akal. Apalagi jika kamu ketahuan ternyata bukan asli penduduk kota atau desa tersebut, biasanya akan diberikan penawaran harga yang super mahal. Tak hanya itu, biasanya sepeda motor yang digunakan pun juga tidak memenuhi standar keamanan berkendara.

Setelah ada Gojek, maka kamu bisa mendapatkan tarif ojek yang sangat terukur. Tarif ditentukan dari jarak tempuh. Sepeda motor yang dipakai juga sudah memenuhi standar keamanan. Dan yang paling menyenangkan adalah promonya. Kamu bisa naik ojek bahkan dengan tarif murah hingga gratis jika sedang promo.

Gojek ini adalah satu startup yang menyelesaikan masalah transportasi banyak orang. Saya masih ingat dulu saat masih SMP, naik angkot yang suka ngetem. Dan kalau Pak Sopirnya diomongin jangan ngetem, malah marah-marah. Malah nyuruh beli motor sendiri dan jangan naik angkot. Kan nyebelin banget. Dan anehnya setelah revolusi Gojek, para sopir angkot malah demo.

Begitu juga dengan adanya Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak, yang bikin orang makin mager. Kalau dulu harus belanja ke mall atau datang langsung ke toko; sekarang di rumah sambil rebahan sudah bisa belanja. Mana ga perlu sungkan lagi kalau kamu tidak jadi beli barangnya ketika sudah banyak tanya. Hehe.

Nah, jadi buat kamu yang ingin membuat startup, sebenarnya yang harus kamu lakukan adalah menemukan masalah apa yang sebenarnya ada di masyarakat dan perlu solusi dalam waktu dekat. Setelah itu, kamu temukan solusinya. Buat tim untuk mewujudkan startup-mu. Ini yang tidak mudah, karena rata-rata startup itu serba tidak dibayar saat di awal merintis. Dan untuk orang yang butuh uang dalam waktu dekat, rasanya sulit untuk diajak bikin startup.

Setelah startup-mu sudah jalan, maka berpikirlah untuk mendapatkan pendanaan demi startup-mu yang menjadi semakin besar. Namun, tidak hanya alasan butuh dana supaya makin besar, kamu juga butuh alasan yang tepat dan menarik untuk diajukan ke investor.

Mengapa kamu membutuhkan dana. Siapa yang akan kamu targetkan untuk mendanai startup-mu. Berapa dana yang kamu butuhkan. Kapan kamu ingin mendapatkan dana tersebut. Dan, bagaimana caramu agar dana tersebut bisa kamu dapatkan. Setelah kamu bisa menjawab itu semua, barulah kamu akan bisa bergerak untuk mendapatkan fundraising.

Strategi fundraising untuk startup yang bisa kamu lakukan lainnya adalah kamu perlu melalukan pilah-pilih model investor seperti apa yang akan kamu ajak untuk bekerja sama. Pilihlah investor yang mempercayai startup-mu dan tetap mendukungmu saat startup-mu dalam keadaan terpuruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar