Featured Post

Berbagai Pemicu Gigi Berlubang yang Harus Diwaspadai

Gigi berlubang disebabkan karena rusaknya permukaan keras gigi secara permanen. Gigi yang berlubang dapat disebabkan karena pembusukan atau yang sering dikenal dengan karies gigi. Bila lubang pada gigi tidak dirawat dengan baik, kondisi seperti ini dapat mempengaruhi lapisan gigi atau yang sering disebut dengan lapisan dalam gigi.


Pemicu Gigi berlubang

Pemicu gigi yang berlubang pertama ialah plak. Plak bisa terbentuk disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang tinggi gula namun tak melakukan pembersihan gigi secara teratur. Saat sisa makanan dan gula tak dibersihkan dengan baik, bakteri bisa dengan cepat berkembang dan membentuk plak. Plak yang menempel bisa mengeras di garis gusi sehingga bisa menyebabkan karang gigi.

Kedua, serangan plak. Asam yang berada di dalam plak menghilangkan mineral dalam enamel yang keras. Erosi ini bisa menyebabkan lubang kecil di email. Pada tahap pertama, biasanya gigi menjadi berlubang. Namun semakin lama akan membuat gigi rusak.

Ketiga, pembusukan yang berkembang. asam dan bakteri bisa berkembang biak melalui gigi serta bergerak di saraf. Dengan adanya hal ini, gigi menjadi bengkak dan teriritasi. Bila pembengkakan semakin berkembang pada gigi, saraf menjadi lebih tertekan dan muncul rasa sakit, berkurangnya kenyamanan ini bisa meluas hingga ke akar gigi.

Mengatasi Gigi Berlubang

Gigi yang berlubang memang sering tak memberikan rasa sakit, biasanya rasa sakit muncul saat lubang gigi menjadi semakin besar serta mempengaruhi saraf sehingga menyebabkan gigi patah. Sakit pada gigi yang berlubang dapat terjadi sesudah mengkonsumsi minuman atau makanan yang panas.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gigi yang berlubang:

1. Memberi flouride

Bila lubang yang berada pada gigi masih sangat kecil, flouride dapat dijadikan sebagai solusi untuk memulihkan enamel gigi yang rusak. Anda bisa menggosok flouride yang berjenis cair pada gigi selama beberapa saat. Sekarang ini, kebanyakan pasta gigi memiliki kandungan flouride sehingga akan menjadi lebih mudah.

2. Melakukan penambalan gigi

Jika gigi sudah melalui pembusukan yang parah, gigi haru di bor agar bisa membuang sisa bagian yang mengalami kerusakan, nantinya gigi akan ditambah menggunakan zat seperti emas, perak atau resin.

3. Melakukan perawatan saluran akar gigi

Melakukan perawatan pada saluran akar dibutuhkan bila pembusukan sudah mencapai bagian dalam. Perawatan ini dilakukan dengan cara membuang jaringan pembuluh darah, jaringan saraf serta setiap daerah yang membusuk. Dokter gigi bisa melakukan penambalan sehingga gigi tidak harus dicabut.

4. Melakukan pembuatan crown gigi

Jika kerusakan gigi sudah sangat parah bahkan menyebabkan gigi menjadi rapuh, biasanya dokter membuat crown yang digunakan untuk mengganti seluruh crown alami gigi. Crown buatan biasanya dibuat dari porselen, resin dan emas.

5. Mencabut gigi

Bila pembusukan sudah sangat parah bahkan tidak bisa dipulihkan, jalan terakhir yang harus diambil adalah melakukan pembuangan gigi. Gigi yang tercabut akan meninggalkan celah sehingga memungkinkan gigi lain mengalami pergeseran, oleh sebab itu bila gigi diambil disarankan untuk membuat rangkaian gigi palsu.

Agar bisa mencegah sakit gigi akibat gigi berlubang, usahakan selalu merawat kesehatan gigi. Bersihkan gigi sesudah makan, serta mengkonsumsi makanan yang sehat. gosok gigi minimal 3 kali sehari, selain itu Anda juga harus melakukan konsultasi ke dokter gigi dengan rutin paling tidak 6 bulan sekali, sehingga kesehatan gigi dapat terpantau secara terus menerus.

Mungkin Kamu Juga Suka...

Comments