20 Okt 2014

Cara Cepat Tweet Lewat OS X Mavericks

20 Okt 2014  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Twitter adalah media sosial yang populer di Indonesia. Beberapa orang bahkan setiap beberapa menit menulis tweet. Bahkan dengan Twitter ini, kepribadian seseorang bisa dinilai. Emosi orang seluruh dunia pun bisa dimodelkan dengan banyaknya tweet yang masuk tiap detik.

Mungkin kamu tidak akan percaya bahwa ada bidang keilmuan yang meneliti emosi manusia pada saat-saat tertentu melalui Twitter. Padahal itu ada. Masih ingat dengan Flappy Bird? Game biasa namun fenomenal ini juga berawal dari tweet salah satu pemainnya yang stress saat main Flappy Bird gagal terus.

Dengan kebutuhan ngeksis yang tinggi, kamu bisa melakukan di tweet di perangkat mana pun. Kamu tidak perlu membuka browser untuk tweet, cukup gunakan bawaan OS X Mavericks (fitur ini sudah ada sejak OS X Mountain Lion). Berikut ini adalah cara konfigurasi akun Twitter di OS X Mavericks.

Cara Cepat Tweet Lewat OS X Mavericks

Untuk menikmati fitur tweet cepat, kamu harus mengkonfigurasi akun Twitter kamu di Internet Accounts OS X Mavericks. Pertama, kamu buka "System Preferences". Kamu akan melihat ada ikon "Internet Accounts". Klik ikon tersebut.


Setelah itu klik ikon bertanda "tambah". Fungsinya adalah untuk menambahkan akun internet kamu. Dengan Internet Accounts ini aku bisa menambahkan banyak akun Twitter yang kamu kelola. Sangat efektif dibandingkan dengan harus login dan logout pada browser.


Setelah itu masukkan User Name dan Password sesuai akunmu. Setelah itu klik "Next".


Kemudian, kamu akan mendapat pertanyaan seperti gambar di bawah ini. Klik "Sign In" untuk melanjutkan.


Setelah itu, akun kamu sudah terkonfigurasi. Kini kamu bisa mencobanya.


Klik pada notifikasi, lalu pilih ikon logo Twitter.


Setelah itu pilih dari akun mana tweet kamu akan diterbitkan. Dalam kasus ini saya memilih akun @juvmom.


Setelah itu tulislah tweet kamu. Kerennya, aplikasi ini bisa autofill mention.


Setelah selesai menulis, klik "Send" untuk mengirimnya. Jika terdengar suara burung, berarti tweet kamu berhasil dipublikasikan. Bagaimana? Mudah, 'kan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
19 Okt 2014

Membuat Tutorial Lebih Mudah dengan Preview OS X Yosemite

19 Okt 2014  Iskandar Dzulkarnain  4 komentar
Kabar gembira untuk kamu pengguna perangkat Mac yang hobi ngeblog. Pasalnya setelah update sistem operasi terbarunya, OS X Yosemite, aplikasi Preview kini memiliki beberapa fitur tambahan yang sangat membantu kamu dalam membuat tutorial blog.

Jika dahulu kamu membuat tutorial langkah-langkah masih menggunakan Adobe Photoshop, kini kamu cukup menggunakan Preview. Lebih sederhana dan tentunya menghemat waktu.

Mungkin kamu sudah penasaran fitur baru apa saja yang bisa meningkatkan produktivitas kamu dalam membuat tutorial blog. Berikut ini adalah fitur-fiturnya.

Fitur Aplikasi Preview di OS X Yosemite

Dua fitur yang menurut saya paling keren adalah simple lightbox area dan simple zooming area. Mungkin kamu penasaran dengan maksudnya. Simple lightbox area adalah penentuan area yang penting dalam sebuah screenshot tutorial, selainnya maka digelapkan. Berikut ini adalah contohnya.

Simple Lightbox Area

Dengan fitur ini kamu bisa memusatkan fokus pembaca dalam memahami tutorial yang kamu berikan. Fitur selanjutnya adalah simple zooming area. Simple zooming area adalah membuat area tertentu sengaja diperbesar untuk memperjelas atau penekanan. Hampir sama fungsinya dengan simple lightbox area, yaitu memfokuskan pembaca. Berikut ini adalah contohnya.

Simple Zooming Area

Bagaimana? Menarik bukan. Kini kamu tak perlu susah-susah membuka Adobe Photoshop untuk melakukan dua hal tersebut. Tinggal klik dan atur sesuai kebutuhanmu.

Pasti kamu juga penasaran bagaimana caranya? Yang pertama adalah pilih satu foto yang akan kamu edit. Lalu buka foto tersebut dengan Preview. Setelah itu klik pada ikon "Markup Toolbar". Berikut ini adalah contohnya.


Selain dua fitur tersebut, sebenarnya masih banyak lagi fitur Preview lainnya yang mempermudah kamu untuk ngeblog. Selamat mencoba dan bereksperimen :)
Selengkapnya
14 Okt 2014

Sticker Facebook Kini Ada di Komentar Status

14 Okt 2014  Iskandar Dzulkarnain  14 komentar
Kini sticker Facebook sudah tersedia di komentar status. Pasalnya, dulu sticker Facebook hanya ada di kolom chat saja. Dengan adanya fitur ini, pengguna tidak perlu repot-repot melakukan screenshot sticker lalu mengunggah ulang di kolom komentar.

Jika melihat sejarah adanya sticker di Facebook ini adalah karena ulah LINE. Tahun lalu LINE sangat booming sekali dengan fitur sticker-nya. Hampir-hampir semua aplikasi chat semisal LINE-pun latah ikutan membuat fitur sticker. Itupun juga akhirnya diikuti oleh Facebook untuk menarik minat penggunanya.

Berikut ini adalah salah satu uji coba saya menggunakan sticker Facebook di komentar salah satu status teman saya.

Uji Coba Sticker Facebook di Komentar Status

Memang saya perhatikan tidak semua teman saya memiliki fitur ini. Saya juga belum tahu apa parameter status yang memiliki fitur sticker atau tidak. Untuk itulah uji coba ini saya lakukan pada salah satu status teman saya yang memiliki fitur ini.

Fitu Baru Facebook: Sticker di Komentar

Perhatikan status-status salah satu teman kamu di Beranda. Coba cari status temanmu yang memiliki ikon smiley di bagian kotak komentarnya. Lalu klik saja, kamu akan melihat daftar sticker Facebook yang kamu miliki.

Uji coba sticker Facebook di komentar

Di atas adalah cuplikan sticker Facebook yang saya kirim di salah satu status teman saya. Menyenangkan, bukan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
12 Okt 2014

Cara Follow Website di Akun WordPress.com

12 Okt 2014  Iskandar Dzulkarnain  8 komentar
Seperti halnya Blogger, WordPress.com merupakan layanan ngeblog yang juga populer di mata pengguna internet. Kebanyakan orang yang menggunakan WordPress.com adalah orang yang suka menulis dan tidak seberapa peduli dengan kode-kode HTML.

Hal ini diketahui bahwa WordPress.com sengaja mengunci fitur edit HTML di tema WordPress yang disediakan. Pengguna hanya bisa memilih tema yang sudah disediakan dan hanya bisa mengganti beberapa preferensi saja, tidak seperti Blogger.

WordPress.com sengaja melakukan pembatasan ini karena dia sudah menyediakan framework WordPress yang bisa dipasang di hosting sendiri. Tidak sedikit website profesional di dunia ini yang menggunakan framework WordPress. Namun, jika kamu adalah pemula dalam ngeblog, saya sarankan pakailah WordPress.com jangan WordPress yang diinstal di hosting sendiri. Mengapa demikian? Karena banyak sekali hal yang harus kamu urus dan bayar. Takutnya, malah kebingungan dengan masalah yang muncul hingga lupa untuk menulis.

Kembali ke topik inti. Di WordPress juga menyediakan fitur follow layaknya Blogger. Fitur ini memungkinkan kamu untuk mengikuti update dari website yang kamu sukai tanpa harus mengunjungi website tersebut. Kamu bisa memantaunya melalui dasbor milik WordPress.com. Berikut ini adalah cara follow website di akun WordPress.com.

Cara Follow Website di Akun WordPress.com

Pertama, bukalah alamat www.wordpress.com. Jika kamu sudah mempunyai akun di WordPress.com, biasanya kamu akan disuruh untuk login terlebih dahulu. Jika kamu dalam keadaan login kamu akan dibawa ke halaman utama, yaitu "Reader".

Untuk menambahkan daftar website yang akan kamu follow, klik "Blogs I Follow" (lihat gambar di bawah ini).


Setelah itu kamu akan dibawa ke halaman "Edit Blogs I Follow". Ketik alamat website yang ingin kamu follow. Kemudian klik "Follow". Jika masih tidak berhasil, alamat yang harus kamu masukkan adalah alamat RSS dari website tersebut. Hal ini pernah terjadi di beberapa website saja.


Setelah itu akan muncul daftar website yang baru saja kamu follow, seperti gambar di bawah ini.


Selanjutnya melakukan pengecekan. Kembalilah ke halaman "Reader". Kamu akan menemukan notifikasi baru berwarna jingga bertuliskan "4 new posts".


Klik notifikasi jingga tersebut, maka akan keluar update terbaru dari website yang baru saja kamu follow.


Kamu bisa menambahkan website-website lainnya untuk kamu follow. Caranya sama. Bagaimana? Mudah bukan? Selamat mencoba :)
Selengkapnya
11 Okt 2014

Cara Menggunakan Properti CSS3 Border-radius

11 Okt 2014  Iskandar Dzulkarnain  Beri komentar
Saya masih ingat tahun 2008 lalu saya ingin sekali membuat pinggiran sebuah kotak di HTML menjadi melengkung, tidak bersudut seperti biasanya. Pada tahun 2008, karena keterbatasan koneksi internet yang masih mahal; saya pun tidak bisa mengetahui seluk beluk mengenai CSS3. Alhasil, saya menggunakan gambar untuk mewakili lengkungan di setiap ujung. Saat itu pun, membuat website dengan teknik slicing Photoshop masih sangat digandrungi. Jadi sah-sah saja mengganti lengkungan itu dengan gambar.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai mengenal banyak mengenai CSS, khususnya CSS3. Pada CSS3 fitur lengkungan pada ujung itu dengan nama "border-radius". Fungsinya adalah menggantikan gambar yang biasanya dipakai, menjadi kode sederhana yang bisa diubah nilainya dengan mudah. Berikut ini adalah cara menggunakan properti border-radius.

Cara Menggunakan Properti CSS3 Border-radius

Dalam demo yang saya buat di bawah ini, saya membuat lima persegi dengan lebar dan tinggi 70 piksel. Setelah itu tiap-tiap persegi saya beri nilai border-radius yang berbeda. Secara berturut-turut saya beri nilai 0px, 4px, 8px, 16px, dan 50px.

See the Pen Hfrok by Iskandar Dzulkarnain (@iskael) on CodePen.

Dari demo di atas bisa kamu lihat bagaimana sebuah persegi bisa menjadi sebuah lingkaran apabila nilai dari border-radius-nya melebihi dari setegah tinggi maupun lebar persegi.

Kamu juga bisa melihat kode CSS3 yang saya pakai. Dalam penggunaan border-radius, ada sedikit perbedaan bagi masing-masing browser. Untuk browser Safari, Google Chrome, dan Opera Next; menggunakan properti "-webkit-border-radius". Untuk browser Mozilla Firefox versi lawas menggunakan "-moz-border-radius". Namun, pada Mozilla Firefox terbaru, cukup menggunakan "border-radius" tanpa prefiks "moz" lagi.

Bagaimana, mudah bukan? Jika dibandingkan dengan menggunakan gambar untuk membuat lengkungan pada ujung; menggunakan properti border-radius jauh lebih mudah dan cepat. Ditambah lagi penggunaannya dinamis, tanpa harus memperhitungkan lebar sebuah elemen <div>. Selamat mencoba :)
Selengkapnya