18 Feb 2015

Mengenal HTML5 dan Perbedaannya dengan HTML4

18 Feb 2015  Iskandar Dzulkarnain  2 komentar
Akhir tahun 2014 lalu, HTML5 sudah rampung. Sebagian besar browser yang ada saat ini sudah mendukung HTML5. HTML5 dibuat lebih semantik dibandingkan dengan versi HTML sebelumnya. HTML5 adalah masa depan dunia website berikutnya.

Bisa kamu cek, sekarang ini sebagian besar website menggunakan HTML5. Mungkin kamu bingung apa yang membedakan HTML5 dengan HTML4. Saya akan mengulas beberapa perbedaannya di entri kali ini.

HTML5 Lebih Semantik

Jika kamu terbiasa menggunakan div id="blabla", maka pada HTML5 element HTML langsung ditulis sesuai dengan kegunaannya. Berikut ini adalah contoh perubahan besar dari HTML4 ke HTML5. Pada bagian kiri format penulisan HTML4, sedangkan pada bagian kanan format penulisan HTML5.

HTML4 HTML5
<div id="header"> <header>
<div id="menu"> <nav>
<div id="content"> <section>
<div id="post"> <article>
<div id="footer"> <footer>

Selain itu, format penulisan jenis dokumen dan pengkodean lebih sederhana.

HTML4 HTML5
<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd"> <!DOCTYPE html>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html;charset=utf-8"> <meta charset="utf-8">

Karena tidak semua browser mendukung HTML5, terutama Internet Explorer, maka untuk menanggulangi hal itu dipakailah HTML5Shiv. Fungsinya adalah untuk menerjemahkan elemen HTML5 yang tidak didukung menjadi DIV. Berikut ini adalah kode yang harus ditambahkan pada bagian heading sebuah dokumen HTML5.

<!--[if lt IE 9]>
<script src="http://html5shiv.googlecode.com/svn/trunk/html5.js"></script>
<![endif]-->


Berikutnya adalah perbedaan penggunaan <section>, <article>, dan <div> dalam sebuah halaman HTML5.

Beda dan Fungsi <section>, <article>, dan <div>

Bagi orang yang baru saja mengenal HTML5, biasanya kesulitan menentukan kapan <section>, <article>, dan <div> digunakan. Tidak ada standar harus menaruh <div> di dalam <section> atau sebaliknya. Hanya saja, kamu harus memahami kapan <section>, <article>, dan <div> digunakan. <section> digunakan untuk mendefinisikan bagian tertentu. Misalkan dalam sebuah halaman saya mempunyai dua bagian, yaitu "main" dan "sidebar", maka saya tulis seperti ini.

<section>
  <article></article>
</section>
<section>
  <aside></aside>
</section>


<aside> digunakan untuk mendefinisikan "sidebar", sedangkan <article> untuk mendefinisikan "main" yang berisi artikel. Namun, di dalam sebuah <article>-pun bisa terdapat <section>. Berikut ini adalah contohnya.

<article>
  <section>
    <h1>Judul Artikel</h1>
    <p>Pada suatu hari hiduplah seorang ... </p>
  </section>
  <section>
    <h1>Judul Artikel Kedua</h1>
    <p>Walaupun dia tidak mengerti ... </p>
  </section>
</article>


Selanjutnya, adalah tentang penulisan kode yang benar dan sesuai gaya HTML5.

Gaya Penulisan Kode HTML5

Setiap bahasa pemrograman tentu mempunyai gaya penulisan sendiri. Dalam penulisan kode HTML5 sangat disarankan untuk menggunakan huruf kecil semua (lowercase). Meskipun, diketahui bahwa penulisan <!DOCTYPE html> menggunakan huruf besar, namun alangkah baiknya menulisnya dengan <!doctype html> untuk konsistensi gaya penulisan.

Dalam HTML5 pun kamu bisa menggunakan dua format dalam kasus elemen yang kosong. Yang pertama tanpa garis miring (/) (contohnya: <meta charset="utf-8">), yang kedua tentunya menggunakan garis miring (contohnya: <meta charset="utf-8" />). Namun, dalam kasus elemen <script> harus diakhiri dengan </script> atau menggunakan garis miring pada penulisan XHTML.

Selain itu, masih banyak hal lainnya yang nantinya akan saya bahas di blog ini pada entri lainnya. Untuk kamu yang baru saja belajar HTML5, sangat penting untuk mengetahui standar-standar HTML5 sebelum melangkah lebih jauh. Karena kebiasaan menulis kode yang buruk akan terbawa hingga nanti, begitu juga kebiasaan menulis kode yang baik. Akhir kata, selamat mencoba.
Selengkapnya
16 Jan 2015

Kumpulan Buku Trik Tip Ngeblog

16 Jan 2015  Iskandar Dzulkarnain  8 komentar
Ngeblog merupakan aktivitas yang tidak jauh dari menulis dan membaca. Dan persentase membaca jauh lebih banyak dibutuhkan dibandingkan dengan menulis. Karena mana mungkin seorang bisa menulis tanpa membaca terlebih dahulu. Sejatinya memang tulisan adalah rangkuman dari apa yang selama ini kamu baca.

Banyak sekali cara seorang blogger untuk mendapatkan pengetahuan. Mulai dari membaca lewat buku, blog orang lain, atau mengalami kejadian di dunia nyata ataupun maya. Di era digital ini kebanyakan blogger membaca melalui media online atau blog orang lain. Namun, bukan berarti serta merta tidak membaca buku sama sekali. Buktinya, buku tetap menjadi favorit untuk beberapa orang. Selain bisa dibawa ke mana-mana, buku juga tidak memerlukan koneksi internet ataupun pasokan listrik untuk membacanya.

Sebagai seorang blogger, pengetahuan mengenai blog sangatlah penting. Bagaimana mencari sebuah ide maupun bagaimana cara mengoptimasi blog yang diasuh. Sangat banyak blogger yang lupa mengoptimasi blognya. Dia hanya menulis dan menulis tanpa memperhatikan bahwa ada faktor lain yang membuat sebuah blog sukses, salah satunya Search Engine Optimization (SEO).

Di beberapa komunitas bahkan ilmu SEO ini menjadi sebuah komoditas yang diperjualbelikan. Jangan kaget jika kamu mendapatkan info jika harga seminar SEO sampai jutaan rupiah. Jasa meng-SEO-kan sebuah situs pun hingga puluhan juta.

Untuk sebuah blog personal, saya rasa tidak sampai seekstrem itu. Setidaknya kamu cukup mengetahui dasar-dasar SEO, selebihnya adalah cara mengemas tulisan agar blog kamu nyaman dibaca oleh pengunjung.

Kumpulan Buku Trik Tip Ngeblog di Blanja.com

Di era digital seperti ini, banyak sekali buku yang dijual secara online. Salah satu toko online yang menjual buku mengenai trik dan tip ngeblog adalah blanja.com. Kamu bisa mengunjungi situs blanja.com lalu masukkan kata kunci pencarian "blog" seperti yang saya lakukan di bawah ini.

Website Blanja.com

Dalam waktu satu detik, kamu akan disuguhi dengan banyaknya buku yang berkaitan dengan blog. Beberapa buku yang menarik menurut saya ada dua, yaitu: "100 Ide Kreatif Blog" dan "SEO untuk Blog".

100 Ide Kreatif Blog

SEO untuk Blog

Jika dibandingkan dengan harga bukunya, sangat jauh lebih besar manfaat yang didapat. Mengingat jika untuk satu kali seminar SEO saja bisa menghabiskan jutaan rupiah.

Menjadi Seorang Blogger yang Sukses

Dengan memahami trik dan tip ngeblog, sangat besar kemungkinan membuatmu menjadi blogger yang sukses. Pertanyaannya, apakah saya termasuk blogger yang sukses? Relatif. Jika dihitung dari jumlah pendapatan per bulan dari ngeblog, saya masih belum bisa dikatakan sukses. Namun, jika dihitung dari faktor lain selain pendapatan, maka bisa jadi dikatakan sukses karena banyak hal yang saya dapatkan dari ngeblog selain uang.

Jika kamu masih ragu bahwa ngeblog itu bisa menghasilkan sesuatu, maka kamu bisa mengetik kata kunci "Linda Ikeji" di www.google.com. Linda Ikeji adalah salah satu blogger cewek yang sukses menyulap blog-nya menjadi ladang duit. Jika blogger lain harus menggunakan domain dan hosting berbayar, Linda Ikeji hanya menggunakan domain blogspot.com dan hosting dari Blogger yang gratis untuk mendapatkan uang. Menarik, bukan?

Di Indonesia kamu juga bisa menemukan banyak blogger yang sukses. Sebut saja Eka Lesmana, Maskolis, Mas Sugeng, dan masih banyak lainnya yang tidak muncul di permukaan. Kebanyakan blogger yang sukses lebih memilih untuk diam dan tidak terkenal. Walaupun diam dan tidak terkenal, namun penghasilan mereka mencapai ratusan juta rupiah setiap bulannya. Tergoda? Memang menggoda, namun ingat bahwa perjuangan mereka sangat gigih hingga seperti sekarang ini.
Selengkapnya
13 Jan 2015

Pengalaman Mendaftar Google Play Developer Console Tanpa Kartu Kredit

13 Jan 2015  Iskandar Dzulkarnain  10 komentar
Sejak dulu saya ingin mendaftar menjadi Google Play Developer Console. Hanya saja dulu tersandung dengan tidak punya kartu kredit. Namun, alhamdulillah sekarang saya sudah berhasil menjadi developer di Play Store tanpa kartu kredit. Hal ini sangat tidak aneh, karena sekarang sudah ada fitur Virtual Card Number (VCN) milik BNI. Dengan VCN, kamu tidak perlu lagi kartu kredit untuk bisa membayar biaya pendaftaran Google Play Developer Console.

Penasaran bagaimana caranya? Berikut ini saya ulas dengan gambar langkah-langkahnya mulai dari mendaftar rekening baru BNI, mengaktifkan fitur VCN, hingga berhasil menjadi developer di Play Store. Baca dengan seksama yah, biar tidak ada yang terlewat.

***

Download juga game Android Tebak Gambar Terbaru. Seru, cocok buat kamu yang jago bernalar dan bermain tebak-tebakan. Ini adalah salah satu game hasil bikinan Iskael setelah mendaftar Google Play Developer Console.

Download Game The New Tebak Gambar

Dengan bermain game The New Tebak Gambar ini, tunjukkan pada teman-temanmu bahwa kamu lebih cerdas dari mereka dalam hal tebakan. Penasaran? Download game The New Tebak Gambar di sini.

***

Mengaktifkan Fitur VCN BNI

Jika kamu sudah mempunyai kartu ATM BNI, coba cek apakah kartu ATM BNI milikmu berlogo MasterCard. Jika tidak, maka kamu harus meng-upgrade atau membuka rekening BNI lagi. Hal yang saya lakukan adalah membuka rekening lagi. Kartu ATM BNI saya tidak memiliki logo MasterCard karena masih menggunakan Tahapan Mahasiswa.

Yang bawah berlogo MasterCard

Untuk membuka rekening, kamu membutuhkan setoran awal Rp250.000,00. Namun, untuk kasus ini setoran awal baiknya Rp500.000,00. Karena nanti akan digunakan untuk VCN dalam mendaftar Google Play Developer Console sebesar US$ 25.

Kemudian pergilah ke Bank BNI terdekat lalu tujulah Customer Service (CS). Setelah itu utarakan bahwa kamu akan membuka rekening Taplus BNI. Jangan lupa, aktifkan juga fitur Internet Banking dan SMS Banking. SMS Banking ini gunanya untuk mengaktifkan fitur VCN.

Pengalaman saya dua kali bertemu dengan CS BNI, keduanya tidak paham apa itu VCN. Saya juga heran mengapa CS masih belum tahu ada fitur VCN pada BNI. Saya sarankan, saat kamu membuka rekening, minta pada CS untuk mengaktifkan SMS Banking pada level transaksi finansial. Umumnya, ketika menngaktifkan SMS Banking hanya pada fitur transaksi nonfinansial.

Pengalaman saya SMS Banking yang saya minta ternyata hanya sampai pada level transaksi nonfinansial. Saya harus menghubungi Call Center BNI lagi melalui telepon di nomor 021-500046. Agak menyebalkan karena menghabiskan pulsa 8 ribu. Dan yang menyebalkan lagi, saya harus telepon lagi besoknya karena fitur VCN belum aktif. Pengalaman saya buka rekening Hari Senin, fitur VCN baru aktif Hari Kamis, itupun dengan telepon ke Call Center.

Request Nominal VCN

Setelah fitur VCN kamu aktif, kamu bisa request VCN dengan mengetik SMS seperti di bawah ini lalu kirim ke nomor 3346.

Req VCN 400000

Saya sengaja menggunakan nominal 400000 agar tidak gagal saat membayar di Google Play Developer Console.

Jangan takut saldo kamu akan terpotong Rp400.000,00 karena VCN hanya mengurangi biaya yang sebenarnya. Sisanya akan dikembalikan ke rekening kamu lagi.

Setelah kamu request VCN, kamu akan mendapat SMS balasan berupa instruksi untuk memasukkan 2 angka PIN kamu. Setelah itu baru akan dibalas dengan SMS nomor VCN, valid date, dan CVC2.

Jika VCN kamu benar-benar diterima oleh pihak Google, saldo kamu akan terpotong sebesar US$ 25 yang dikonversikan dalam bentuk rupiah. Dalam kasus saya, saya terkena Rp322.766,00 untuk US$ 25. Cukup mahal, jika dihitung per dollar-nya kena hampir Rp13.000,00.

Bukti VCN hanya terpotong nominal pembayaran

Mendaftar Google Play Developer Console

Setelah kamu mendapatkan SMS balasan, segera daftar Google Play Developer Console. Hal ini karena VCN yang kamu request hanya berlaku dalam waktu 1 jam saja. Untuk mendaftar Google Play Developer Console, kamu bisa mengunjungi tautan ini: https://play.google.com/apps/publish/signup/.

Google Play Developer Console

Setelah itu klik "Continue to payment" dan masukkan data kamu dan data request VCN yang kamu dapatkan. Ikuti saja alur yang diberikan oleh Google. Setelah selesai, kamu akan menerima email yang berisi status pembayaran kamu. Biasanya statusnya adalah "Pending". Dalam kasus saya, dalam 6 jam, status pembayaran saya sudah berubah menjadi "Complete".

Bukti Pembayaran berstatus "Complete"

Dalam masa pending ini kamu bisa mengunggah aplikasi Android buatan kamu. Hanya saja tidak bisa langsung dipublikasi. Setelah pembayaran sukses diterima Google dan kamu melengkapi persyaratan publikasi aplikasi, aplikasi kamu bisa muncul di Google Play dalam waktu sekitar 5 jam. Hal ini karena melalui proses seleksi terlebih dahulu.

Kesimpulan

Dari pengalaman saya ini bisa disimpulkan bahwa masih bisa menggunakan VCN BNI untuk mendaftar Google Play Developer Console di tahun 2015. Saya pernah membaca di sebuah forum bahwa ada member yang mengatakan bahwa dia gagal mendaftar menggunakan VCN. Entah apa yang membuatnya gagal. Yang jelas, saya berhasil hingga detik ini.

Saya sempat ragu apakah masih bisa mendaftar menggunakan VCN karena saya tanya teman saya juga gagal mendaftar menggunakan Virtual Credit Card (VCC). Teman saya pun akhirnya sampai mendaftar kartu kredit untuk bisa menjadi developer di Google Play.

Saya juga sempat tanya kepada penjual VCC, penjual mengingatkan saya akan hal ini. Saya tidak bisa membayangkan jika harus menggunakan kartu kredit karena saya malas menggunakan kartu kredit. Di lain sisi kartu kredit memang memudahkan, namun di sisi lain juga membahayakan kondisi finansial jika tidak bijak menggunakannya.

Semoga pengalaman yang saya bagi ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mendaftar Google Play Developer Console tanpa menggunakan kartu kredit. Jika ada yang perlu ditanyakan, silakan tinggalkan komentar kamu di bawah ini. Selamat pagi :)
Selengkapnya
30 Des 2014

Bikin Blog Launcher di Android

30 Des 2014  Iskandar Dzulkarnain  17 komentar
Mungkin kamu masih bingung apa itu blog launcher. Blog launcher adalah aplikasi ponsel yang bisa menyematkan blog kamu dalam aplikasi tersebut. Tanpa menggunakan browser, dengan blog launcher tersebut dapat memuat blog-mu.

Apa bedanya dengan browser jika fungsinya sama hanya untuk membuka halaman blog? Tentu saja beda. Jika kamu menggunakan browser, maka setidaknya pengunjungmu harus menghafal alamat blog-mu. Selain itu, tentu saja harus mengetikkan URL blog-mu. Sangat berbeda dengan blog launcher yang sangat mengedepankan kemudahan mengakses blog. Sekali sentuh langsung menuju halaman blog kamu.

Selain itu, kamu bisa menambahkan identitas blog kamu seperti logo atau kata-kata dalam pembukaan, yang biasa disebut dengan splash screen. Dengan blog launcher tentu saja blog kamu akan terlihat profesional dan serius. Benarkah? Tentu saja. Coba kamu perhatikan situs-situs besar seperti Kompas, Detik, Kaskus. Mereka mempunyai aplikasi web launcher di banyak perangkat ponsel pintar. Berikut ini adalah contoh aplikasi blog launcher yang saya buat.

Contoh Aplikasi Blog Launcher Android

Saya sudah membuat dua buah contoh blog launcher untuk blog saya, yaitu Iskael dan JuvMom. Saya juga sedang mengerjakan beberapa blog launcher pesanan pelanggan saya. Jika kamu penasaran mengenai blog launcher, kamu bisa mengunduhnya dengan mengeklik gambar di bawah ini.

http://code.iskael.com/iskael.apk
Blog Launcher Iskael

http://code.iskael.com/juvmom.apk
Blog Launcher Iskael

Bagaimana? Keren bukan? Bagaimana jika kamu juga memiliki blog launcher untuk blog kamu? Tentu saja bisa. Kamu bisa memesannya ke saya.

Jasa Bikin Blog Launcher di Android

Bagi seorang blogger, terkadang sesuatu yang berurusan dengan coding itu selalu menyusahkan. Apalagi kode-kode yang memang jauh dari dunia per-blog-an. Untuk membuat aplikasi blog launcher sendiri, seseorang dituntut untuk menguasai kode-kodenya. Tentu saja hal ini sangat merepotkan jika kamu memang tidak pernah menyentuhnya.

Saya bisa membantu kamu untuk membuat aplikasi blog launcher Android. Apa keuntungan menggunakan jasa pembuatan blog launcher saya ini?
  1. Pengerjaan cepat, hanya butuh sekitar satu hari saja
  2. Kamu bisa desain/kustomisasi icon blog launcher kamu sendiri
  3. Kamu bisa desain/kustomisasi gambar yang muncul di splash screen
  4. Ukuran aplikasi kecil dan hanya membutuhkan resource RAM yang kecil
  5. Dan yang paling penting adalah biayanya murah dan bersahabat
Berapa biaya yang kamu keluarkan untuk pembuatan aplikasi blog launcher ini? Cukup dengan 100 ribu rupiah, kamu sudah bisa mendapatkan aplikasi blog launcher desain kamu sendiri. Sangat murah dibanding jika kamu mengerjakannya sendiri karena harus menguasai bahasa pemrograman Android.

Masih kemahalan? Saya akan beri diskon gila-gilaan untuk pemesanan di waktu-waktu tertentu. Untuk pemesanan bulan Desember ini, saya kasih diskon 25%. Jadi kamu hanya perlu mengeluarkan biaya 75 ribu saja. Masih kurang diskonnya? Saya akan kasih tambahan diskon 25% lagi bagi kamu yang mereview/mempromokan jasa pembuatan blog launcher ini di blog kamu. Diskon 25% + 25% = 50%. Jadi kamu hanya mengeluarkan biaya 50 ribu saja. Murah bukan?

Jika kamu memesan setelah Desember 2014 ini bagaimana? Tenang, saya masih kasih diskon untuk bulan Januari 2015. Saya diskon 15% untuk pemesanan di bulan Januari 2015. Yuk pesan sekarang juga, mumpung masih bulan Desember.

Oh ya, hampir lupa. Kamu tertarik? Tentu saja dong. Kamu bisa memesannya melalui komentar di bawah ini atau langsung email saja ke email: admin@intikali.org.
Selengkapnya
18 Des 2014

Cara Membagi Koneksi Internet via USB Android

18 Des 2014  Iskandar Dzulkarnain  5 komentar
Sebelumnya saya sudah berbagi cara membagi koneksi internet via WiFi di Android. Kali ini, saya akan berbagi cara membagi koneksi internet via USB. Caranya amatlah mudah. Saya yakin kamu bisa memahaminya dan mempraktikkannya dengan cepat.

Sudah penasaran bukan? Berikut ini adalah ulasannya. Sebelumnya, siapkan dulu ponsel Android beserta komputer atau laptop. Tak lupa, siapkan kabel USB Android bawaan ponsel kamu. Ada yang terpisah dengan charger, ada yang sekaligus bisa digunakan untuk charger. Oh ya, hampir lupa. Tentunya ponsel kamu sudah harus berlangganan internet dulu yah.

Cara Membagi Koneksi Internet via USB Android

Pertama, colokkan USB kabel tersebut pada ponsel Android kamu dan USB port laptop kamu. Setelah itu akan muncul notifikasi bahwa USB tersambung. Lalu aturlah seperti langkah-langkah berikut ini.

Pilih "Pengaturan > Pengaturan lainnya". Setelah itu tab pada "Tethering dan portable hotspot".


Setelah itu centang pada "Penambatan USB".


Selesai. Silakan tes koneksi internet kamu dengan mengunjungi sebuah website. Bagi kamu pengguna Mac OS X, ada langkah tambahan. Berikut ini adalah langkah tambahan membagi koneksi internet via USB Android di Mac OS X.

USB Tethering Android di Mac OS X

Untuk pengguna Mac OS X, ada driver tambahan yang harus dipasang, yaitu HoRNDIS. Kamu bisa mendapatkan driver tersebut di tautan ini. Setelah kamu unduh driver tersebut, pasanglah lalu restart Mac kamu.

Instalasi HoRNDIS

Jika instalasi berhasil, kamu akan melihat profil koneksi internet baru di "System Preferences > Network" bernama "SAMSUNG Android".

Profil Koneksi SAMSUNG Android

Selamat mencoba :)
Selengkapnya
Populer Terbaru Komentar

Entri Terbaru

Komentar Terbaru

Creative Commons License
All contents by Iskael is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at Iskael.
Permissions beyond the scope of this license may be available at Iskael.
© 2013 Belajar Ngeblog bersama Iskael. All Right Reserved. Powered by Blogger. Iskael Template by Iskael. Submitted on TopBlogIndonesia