Featured Post

Cara Mengutip Jurnal

Beberapa waktu lalu saya sempat mencari tahu tentang cara mengutip jurnal. Bukan karena saya menulis jurnal ilmiah, tapi lebih karena kadang membaca artikel atau tulisan akademik yang menggunakan banyak referensi. Dari situ saya jadi penasaran bagaimana sebenarnya cara orang-orang mengutip jurnal dengan benar.

cara mengutip jurnal

Awalnya saya pikir mengutip jurnal itu hal yang sederhana. Tinggal menyalin kalimat dari jurnal, lalu menuliskan sumbernya. Selesai. Ternyata tidak sesederhana itu.

Setelah membaca beberapa panduan penulisan ilmiah, saya baru tahu bahwa ada aturan tertentu dalam mengutip jurnal. Bahkan ada beberapa gaya penulisan yang berbeda. Ada yang menggunakan APA Style, ada yang menggunakan MLA, dan ada juga yang menggunakan Chicago Style. Waktu pertama kali mengetahui hal ini, saya sempat bertanya-tanya kenapa harus ada banyak format seperti itu.

Ternyata tujuannya sebenarnya cukup sederhana, yaitu supaya sumber informasi bisa ditelusuri dengan jelas oleh pembaca. Jadi kalau seseorang membaca tulisan yang kita buat dan ingin melihat sumber aslinya, mereka bisa menemukannya dengan lebih mudah.

Dasar-Dasar Mengutip Jurnal

Dari beberapa referensi yang saya baca, ada beberapa hal dasar yang biasanya selalu ada dalam kutipan jurnal. Yang pertama adalah nama penulis dan tahun terbit. Biasanya format ini ditulis di dalam teks, misalnya seperti ini: (Smith, 2020). Kalau dimasukkan ke dalam kalimat, biasanya bentuknya menjadi seperti ini: Menurut Smith (2020), metode tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran.

Hal kedua yang biasanya dicantumkan adalah halaman sumber. Ini digunakan jika kita mengambil kalimat secara langsung dari jurnal. Contohnya seperti ini: (Smith, 2020, hlm. 45). Dengan mencantumkan halaman, pembaca bisa lebih mudah menemukan bagian yang dikutip dari jurnal tersebut.

Selain itu ada juga daftar pustaka yang biasanya diletakkan di bagian akhir tulisan. Di sana dituliskan informasi lengkap tentang jurnal yang digunakan sebagai referensi, misalnya nama penulis, tahun terbit, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, dan halaman. Contoh sederhananya seperti ini: Smith, J. (2020). The Impact of Digital Learning. Journal of Education Research, 12(3), 40–52.

Sekilas memang terlihat cukup detail, tapi justru dari informasi itulah pembaca bisa mengetahui sumber asli dari kutipan yang digunakan. Sekarang sebenarnya sudah ada banyak alat yang bisa membantu membuat sitasi jurnal secara otomatis, misalnya melalui Google Scholar atau beberapa situs generator sitasi. Biasanya kita hanya perlu memasukkan judul artikel atau DOI, lalu format kutipannya akan dibuat secara otomatis.

Jenis-Jenis Kutipan dalam Jurnal

Selain format penulisan, ada juga beberapa jenis kutipan yang biasa digunakan dalam tulisan ilmiah.

Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah kutipan yang diambil persis sama seperti yang tertulis di jurnal, tanpa mengubah kalimatnya. Contohnya seperti ini:

“Digital learning can significantly improve student engagement in modern classrooms.” (Smith, 2020, hlm. 45)

Karena kalimatnya diambil secara langsung, biasanya juga disertakan nomor halaman supaya pembaca bisa menemukan kalimat tersebut di sumber aslinya.

Kutipan Tidak Langsung (Parafrase)

Jenis kutipan ini cukup sering digunakan. Kalimat dari jurnal tidak disalin langsung, tetapi ditulis ulang dengan kata-kata sendiri sambil tetap menyebutkan sumbernya. Contohnya seperti ini:

Menurut Smith (2020), penggunaan pembelajaran digital dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Walaupun kalimatnya sudah diubah, nama penulis dan tahun tetap perlu dicantumkan untuk menunjukkan bahwa gagasan tersebut berasal dari penelitian orang lain.

Kutipan Ringkasan

Jenis yang ketiga adalah kutipan ringkasan. Kalau parafrase biasanya hanya mengubah satu kalimat, kutipan ringkasan biasanya merangkum bagian yang lebih panjang dari jurnal, misalnya satu paragraf atau bahkan satu bagian penelitian. Contohnya seperti ini:

Penelitian yang dilakukan oleh Smith (2020) menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas modern.

Di sini kita tidak mengambil kalimat tertentu, tetapi merangkum inti dari penelitian tersebut.

Setelah membaca beberapa panduan tentang penulisan ilmiah, saya jadi tahu bahwa mengutip jurnal sebenarnya tidak terlalu rumit. Memang ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan, terutama dalam mencantumkan sumber dan format penulisan, tetapi pada dasarnya tujuan dari kutipan itu cukup sederhana, yaitu menunjukkan dari mana sebuah informasi berasal.

Dengan begitu tulisan kita tetap jelas sumbernya, dan pembaca juga bisa menelusuri referensi yang digunakan. Selebihnya mungkin hanya soal kebiasaan. Semakin sering membaca atau menulis artikel yang menggunakan referensi jurnal, biasanya cara mengutip seperti ini akan terasa semakin familiar.

Mungkin Kamu Juga Suka...

Comments