Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

11 Sep 2020

Memanfaatkan Teknologi Cloud Hosting untuk Ngeblog

Mengulas tentang ngeblog memang tidak ada habisnya. Mulai dari cara memulainya, merawatnya, hingga menghasilkan uang dari blog. Topik blog memang seakan terus menjadi hal yang seru untuk diperbincangkan. Apalagi ditambah dengan banyaknya teknologi baru yang mempermudah untuk ngeblog.

Bagaimana Cara Memulai Blog

Bagi kamu yang belum memulai sama sekali ngeblog, kamu perlu tahu bahwa ngeblog itu sebenarnya mudah. Yang susah adalah konsisten. Ya, konsisten.

Seperti halnya bayi yang baru lahir, maka tidak mungkin dia bisa langsung lari. Dia akan memulai dengan tahap-tahap yang nantinya membawanya untuk bisa lari. Begitu juga dengan ngeblog. Lakukan dari yang paling mudah. Mudah dari segala arah. Maksudnya?

Mulailah ngeblog dengan yang gratis-gratis. Ada banyak layanan blog yang gratis, salah satunya adalah platform Blogger ini. Jika kamu ingin lainnya, kamu bisa menulis di WordPress atau di Medium. Namun, saya sendiri lebih merekomendasikanmu untuk memakai platform Blogger untuk memulai.

Platform Blogger adalah layanan yang disediakan oleh Google. Artinya, kamu tidak perlu mendaftar lagi jika kamu pengguna Gmail. Selain itu, tampilan editor Blogger lebih mudah untuk dipahami. Setidaknya itu yang saya rasakan.

Jika kamu tipikal orang yang suka penasaran dengan edit tampilan blog, maka Blogger ini memfasilitasi kamu untuk mengedit tampilan secara cukup leluasa. Sangat berbeda dengan layanan WordPress yang gratis dan Medium. Kamu hanya bisa memilih theme yang sudah disedikan di WordPress gratis. Jika ingin lebih, kamu harus memasang WordPress self-hosted.

Bagaimana Meningkatkan Trafik Blog

Fase kedua biasanya kamu akan berpikir bagaimana yah agar blog kamu sering dikunjungi oleh orang lain. Ini sangat wajar jika kamu memang berorientasi untuk berbagi atau ingin menghasilkan uang nantinya. Namun, jika kamu memang sengaja ingin menulis blog pribadi atau secara anonim, maka tentu saja kamu lebih suka jika tidak banyak yang tahu keberadaan blogmu.

Untuk meningkatkan trafik blog ada banyak cara. Cara yang paling ampuh adalah kamu menulis artikel dengan sungguh-sungguh dan isi dari artikelmu ini sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Biasanya yang banyak dikunjungi adalah artikel mengenai tutorial, info menarik, dan curhatan yang seru. Intinya dengan tulisanmu itu orang lain akan betah berlama-lama di blogmu dan nantinya akan kembali lagi untuk melihat artikel terbarumu.

Jika kamu tipikal orang yang punya banyak waktu dan mengikuti isu terkini, kamu bisa menggunakan tren yang lagi panas saat ini untuk menjadi bahan tulisanmu. Namun, biasanya artikel tren ini hanya ramai dikunjungi saat lagi viral saja.

Bagaimana Jika Blog Saya Down Karena Trafik Sangat Tinggi

Jika kamu menggunakan platform Blogger, kamu hampir tidak akan pernah mengalami down meski trafikmu sangat tinggi. Namun, itu bukan berarti tidak memiliki resiko sama sekali yah. Ada kasus di mana Google semena-mena memblokir akun blog atau Gmail-mu karena mencurigai blog kamu melakukan pelanggaran. Padahal bisa jadi tidak.

Mengerikan? Tentu saja. Saya pernah ngobrol dengan salah satu blogger yang memiliki penghasilan 20 juta per bulan dari Google AdSense dahulunya. Dia membangun blognya menggunakan platform Blogger. Ya mungkin ada orang yang iseng melaporkan, padahal dia tidak melakukan pelanggaran. Alhasil blognya dihapus oleh Google. Menyesakkan dada? Tentu saja. Blog yang dibangun bertahun-tahun, diisi konten setiap hari, harus dihapus oleh Google begitu saja. Dan tentu saja tanpa backup, karena dia tidak pernah menyangka kejadian itu.

Untuk itu, biasanya blogger yang sudah "naik kelas", dia akan migrasi menggunakan WordPress self-hosted. Mengapa mereka melakukan itu? Biasanya karena dia sudah mentok tidak bisa melakukan kustomisasi lebih lanjut di Blogger. Selain itu, jika trafik tinggi, dia juga akan merasa was-was jika kelak Google akan berbuat semena-mena.

Untuk memulai menggunakan WordPress self-hosted, kamu bisa memulai dengan menyewa layanan shared hosting. Ini yang paling populer di kalangan blogger. Shared hosting sendiri memang tergolong murah, sekitar 400 ribu per tahun. Tapi tetap terasa mahal jika kamu masih berjiwa gratisan. Hehe.

Dengan shared hosting seharga 400 ribu per tahun tersebut untuk trafik 1000 pengunjung per hari rasanya masih bisa menampung. Namun, jika sudah bertrafik 10 ribu per hari, kamu akan merasakan gejala lemot saat kamu mengakses blogmu. Ini adalah hal yang wajar, karena memang resource shared hosting ini sangat terbatas dan dibagi-bagi dengan pengguna lainnya di dalam satu server itu.

Bahkan saya pernah mengalami punya website trafik rendah tapi sering down. Ternyata memang ada website bertrafik tinggi yang juga bercokol di server shared hosting tempat website saya. Akhirnya saya meminta customer service-nya untuk memindahkan shared hosting saya ke server yang lain. Setelah itu sudah tidak sering down lagi.

Jika kamu memiliki blog yang bertrafik tinggi dan suka dengan tantangan, kamu bisa mencoba menyewa VPS. Saya sendiri juga menyewa VPS untuk beberapa blog saya yang lain. Apakah karena blog saya bertrafik tinggi? Bukan. Tapi karena saya suka melakukan eksperimen dan belajar hal baru. Hehe.

Saya menyewa VPS memang menyiapkan diri saya nantinya jika blog saya bertrafik tinggi, saya sudah mengetahui ilmunya. Setidaknya kali ini buat latihan mengelola VPS. Agak merepotkan memang, karena VPS harus memasang layanan webserver dan panel sendiri. Jika memakai cPanel, harus bayar lagi. Saya sendiri menggunakan panel gratisan VestaCP karena relatif mudah.

Jika kamu ingin tidak ingin pusing dengan VPS, kamu bisa menggunakan Cloud Hosting. Apa itu Cloud Hosting? Kamu bisa baca artikel mengenal teknologi cloud hosting tersebut. Ringkasnya, Cloud Hosting itu seperti VPS, hanya saja managed, kamu tidak perlu repot-repot memasang layanan webserver sendiri, panel sendiri, dan layanan lainnya. Teknologi Cloud Hosting ini lebih baik dari shared hosting karena terdistribusi dan sangat jarang mengalami down. Spesifikasi Cloud Hosting sendiri juga beragam, kamu bisa menyewa layanannya sesuai dengan trafik blogmu. Saran saya, coba yang paling kecil dulu, jika blog terasa lemot, upgrade ke yang lebih besar.

Bonus! Bagaimana Cara Menghasilkan Uang dari Blog

Karena kegiatan ngeblog ini berbayar dan kadang membutuhkan biaya yang cukup besar, jadi sangat wajar jika kamu juga harus bisa menghasilkan uang darinya. Caranya? Banyak cara menghasilkan uang dari blog.

Saya sendiri selama ini menghasilkan uang dari blog dari berbagai lini. Yang paling banyak adalah dari jalur placement content. Selain itu, dari blog saya bisa mempromosikan jasa bikin website atau jualan template Blogger.

Kakak ipar saya berbeda dengan saya. Dia menghasilkan uang dari blog melalui jalur Google AdSense dan affiliate. Namun, terakhir kali dia juga ikutan mainan placement content.

Apakah ada cara lain lagi? Banyak. Kamu bisa mendapatkan uang dari internet dengan blog dari banyak jalan. Bisa dengan membuka jasa penulis konten di blog kamu. Saya sendiri juga kadang mempromosikan jasa penulis konten saya sendiri di blog-blog saya. Dari jasa penulis konten artikel, di tahun 2018-2019 per bulannya dulu sempat menyentuh angka 16 juta per bulan (penghasilan kotor). Penghasilan bersihnya sekitar 8 juta. Mengapa begitu? Karena saya tidak mengerjakannya sendiri, ada tim yang membantu.

Kesimpulan

Ngeblog bagi saya merupakan hobi yang sekaligus mata pencaharian. Kamu juga bisa meniru apa yang saya lakukan. Untuk ngeblog sendiri, kamu bisa menggunakan resource teknologi yang berlimpah saat ini. Jika blog kamu sudah bertrafik 10 ribu per hari atau lebih, tidak ada salahnya mengeluarkan dana untuk menyewa layanan Cloud Hosting. 

Saya yakin dengan blog bertrafik tinggi tersebut, kamu bisa mengubahnya menjadi uang yang banyak. Jika belum menghasilkan uang bagaimana? Berpikirlah! Kira-kira apa yang bisa membuatnya menjadi uang. Bisa dengan buka iklan banner, jasa review produk, atau kamu sendiri buka jasa menaikkan trafik blog. Banyak cara menghasilkan uang yang bisa dilakukan dengan blog bertrafik tinggi.

Lalu, bagaimana dengan kamu yang sama sekali belum ngeblog? Ya, mulailah ngeblog dari sekarang. Sebelum terlambat menyadari peluang ini.

1 komentar:

  1. Saya ada rencana juga seperti itu, ingin menyewa cloud hosting
    Kalau berjiwa gratisan emang repot, maunya ini dan itu tapi gratis
    Aduh, kalau punya rekan seperi itu memang harus bersabar.
    Resiko punya blogger gratisan memang seperti itu, tahu tahu kena banded google. Kejam pokoknya mah

    BalasHapus