Entri yang Diunggulkan

Siempre: Template Blogger Ringan Tanpa jQuery

18 Sep 2020

Mau ke Candi Borobudur di Kala Pandemi? Siapkan Hal Ini!

Di masa pandemi seperti ini memang hal yang paling bagus dilakukan adalah diam di rumah. Sayangnya banyak sekali orang yang tidak bisa tinggal diam di rumah. Ada yang memang karena tuntutan kerjaan yang harus keluar rumah, ada lagi ya memang tidak betah di rumah.

Pandemi saat ini sudah menyentuh bulan ketujuh. Cukup lama yah. Dan kamu tahu sendiri kondisi pertumbuhan kasus virus Corona juga makin tinggi. Namun, tetap saja data pertumbuhan kasus yang tinggi tidak membuat orang-orang menjadi takut. Ya mungkin saja karena terlalu bosan sudah 6 bulan tidak jalan-jalan.

Jalan-jalan di Kala Pandemi, Boleh?

Jalan-jalan di kala pandemi asalnya boleh-boleh saja, namun kamu tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pasalnya, apakah setelah mengikuti protokol kesehatan akan bebas dari virus Corona? Hmm, saya rasa tidak juga yah. Masih ada kemungkinan kamu bisa kena. Namun, tetap saja protokol kesehatan perlu dilakukan untuk memperkecil kemungkinan tertular.

Selain itu, kamu juga harus mencari info tempat wisata mana saja yang sudah menerapkan protokol kesehatan. Ini sangat penting demi keselamatan banyak nyawa.

Berwisata ke Candi Borobudur di Kala Pandemi

Jika kamu berdomisili di Jawa Tengah, kamu bisa mencoba salah satu tempat wisata yang sudah menerapkan protokol kesehatan, yaitu Candi Borobudur. Di Candi Borobudur, kamu harus melewati beberapa tahap pemeriksaan sebelum bisa masuk di dalamnya. Apa saja pemeriksaannya?

Aturan yang Harus Dipatuhi

Yang pertama, kamu harus melewati pemeriksaan cek suhu tubuh. Jika kamu sedang sehat, harusnya lolos untuk tahap ini. Jika kamu merasa tidak enak badan, mending diam dulu di rumah yah. Oh ya, di sana juga tentu saja kamu harus memakai masker yah.

Proses kedua adalah kamu melewati area pembersihan dan disinfeksi. Tujuan proses ini adalah agar memastikan kamu tidak membawa virus dari luar. Biasanya kamu akan disuruh cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Setelah itu disemprot cairan disinfeksi.

Dan proses ketiga adalah kamu harus mematuhi aturan physical distancing selama memutari Candi Borobudur. Hal ini sih mudah ya, kamu tinggal tidak berkerumun saja dan bergantian ketika melihat-lihat bagian dari Candi Borobudur.

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

Harga tiket masuk atau HTM Candi Borobudur relatif murah. Untuk wisatawan domestik, anak-anak dikenakan biaya 25 ribu. Sedangkan untuk orang dewasa dikenakan biaya 50 ribu. Harga tiket tersebut sudah termasuk akses masuk dan akses mendaki Candi Borobudur.

Candi Borobudur ini buka dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Penukaran tiket hanya bisa hingga jam 2 siang. Hal ini sangat wajar sih, kalau tukar 10 menit sebelum tutup kan juga kasihan wisatawannya, cuma muter-muter 10 menit doang.

Larangan dan Anjuran Selama Berada di Candi Borobudur

Sebenarnya larangan ini sih kalian sudah paham yah. Hanya saja saya ingin mengingatkan lagi. Karena beberapa orang memang terkadang tidak paham bahwa hal tersebut dilarang di tempat umum. Beberapa larangan selama berada di Candi Borobudur adalah sebagai berikut:

  1. Dilarang memanjat dan menduduki stupa
  2. Dilarang mencoret stupa
  3. Dilarang buang sampah sembarangan
  4. Dilarang merokok
  5. Dilarang memakai rok atau celana pendek

Selain larangan, ada beberapa anjuran saat berada di sana, antara lain:

  1. Dianjurkan membawa payung atau topi saat musim kemarau
  2. Saat musim penghujan, dianjurkan membawa payung atau jas hujan
  3. Membawa uang lebih karena bisa jadi kamu ingin mencoba aktivitas lain atau berbelanja di sekitar Candi

Kesimpulan

Itulah beberapa hal yang harus kamu perhatikan jika kamu akan jalan-jalan ke Borobudur saat pandemi seperti ini. Selain Candi Borobudur, masih ada banyak tempat wisata di indonesia yang terkenal yang bisa kamu kunjungi. Namun, tentu saja dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar