9 Des 2018

Tip Membuat Blog dan Website Profesional

Saat ini punya website maupun blog adalah hal yang lumrah. Bahkan satu orang bisa punya lebih dari satu website maupun blog. Contohnya saya sendiri, punya banyak blog. Jumlahnya? Lebih dari 10. Ini hal yang wajar.


Blog maupun website adalah salah satu bentuk portofolio bagi beberapa orang. Dengan adanya blog, kamu bisa memindahkan isi hatimu, maupun isi otakmu ke sana. Kamu bisa menumpahkan segala kreativitas. Bahkan dari sana, kamu bisa memulai untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menyenangkan bukan?

Saya Ingin Punya Blog? Bagaimana Caranya?

Caranya sangat mudah. Yang kamu butuhkan hanyalah koneksi internet dan komputer. Dengan kedua senjata awal ini, kamu bisa punya blog.

Ada dua pilihan yang bisa kamu ambil. Yang pertama, memulai dari yang gratis. Dan yang kedua, memulai dari yang berbayar. Saya bisa menebak, pasti kamu lebih memilih dari yang gratis.

Jika kamu memilih yang gratis, tentu saya bisa tahu alasannya karena kamu ingin coba-coba dulu. Nanti kalau cocok, diseriusin. Sayangnya, orang yang coba-coba ini sering kali gagal dan patah semangat di tengah jalan. Sangat berbeda dengan orang yang memulai dengan yang berbayar. Dia akan merasa sayang sekali jika sudah mengeluarkan sejumlah uang, tapi tidak diseriusi.

Namun, tidak ada salahnya jika kamu ingin mencoba yang gratis dulu. Jika memang begitu, kamu bisa mendaftar di Blogger.com atau WordPress.com. Lalu pelajari pelan-pelan tampilan dasbornya dan fitur apa saja yang mereka punya.

Biar Tampil Pro, Bagaimana Caranya?

Hukum alam sudah menentukan, yang gratis tidak mungkin bisa tampil Pro. Jika kamu melihat website dengan domain *.blogspot.com atau *.wordpress.com tentu saja kamu akan memandangnya sebelah mata. Halah, blog gratisan. Itu yang akan muncul duluan di benakmu.

Berbeda dengan blog atau website yang sudah memiliki domain sendiri—ini dikenal dengan Top Level Domain (TLD)—tentu akan memberikan kesan bahwa empunya blog tersebut serius. Ya kalau tidak serius, mengapa harus pakai yang berbayar.

Namun, bagi kamu yang sebelumnya menggunakan layanan Blogger dengan domain *.blogspot.com tidak perlu berkecil hati. Kamu bisa membuatnya terlihat Pro. Caranya? Dengan membelikannya domain TLD untuk blog tersebut.

Kasusnya seperti blog www.iskael.com ini. Blog ini memakai layanan Blogger loh. Namun, sengaja saya pasangi domain TLD iskael.com agar terlihat Pro.

Beli domainnya bagaimana? Banyak sekali penjual domain yang ada di Indonesia. Untuk .COM yang murah, kamu bisa mencoba beli di www.domainesia.com. Di sana kamu bisa beli domain .COM dengan harga 99 ribu.

Domain .COM 99 Ribu

Rata-rata domain .COM saat ini adalah 125 ribu hingga 150 ribu. Di DomaiNesia cuma 99 ribu. Ya tergolong murah.

Jika kamu bingung cara setting domain-nya, kamu bisa membaca tutorial di internet atau langsung meminta tolong pihak DomaiNesia untuk membantumu.

Desain template blog atau website yang bagus juga sangat mempengaruhi penilai pengunjung. Untuk template ini, kamu bisa menggunakan template gratis dan berbayar. Ada juga kok template gratis yang bagus dan tampil profesional. Kalau yang berbayar tentu saja tampilannya bagus. Selain itu, biasanya juga ada dukungan update atau bantuan konfigurasi.

Mengapa Banyak Blogger Profesional yang Memakai WordPress?

Ketika kamu sudah menjalani langkah tersebut dan menjalani hari-hari sebagai blogger, kamu akan menjumpai banyak blogger profesional yang memilih WordPress sebagai platform-nya. Hal ini sangat wajar sekali. Blogger profesional biasanya sudah memikirkan apa-apa yang dia butuhkan dan ternyata tidak ditemukan di platform Blogger.

Beberapa yang menjadi pertimbangan blogger profesional memakai WordPress adalah karena di WordPress kamu bisa mengatur tampilan blog atau website suka-suka. Bisa dibuat seperti blog atau website portal berita. Pilihan plugin di WordPress juga sangat banyak. Jangkauan terhadap database juga bisa dilakukan di WordPress. Di Blogger kamu hanya pasrah dengan kebijakan Google yang membatasi ruang gerak pengguna platform Blogger.

Saya sendiri juga memakai platform WordPress di beberapa blog saya yang lainnya. Dan memang saya akui lebih nyaman penggunaannya. Apalagi fitur text editor Gutenberg WordPress 5.0 yang tidak mungkin kamu temui di Blogger. Masih banyak alasan lainnya yang membuat banyak orang memakai WordPress.

Sayangnya, jika kamu memilih WordPress maka kamu harus bertanggung jawab penuh dengan website atau blog yang kamu miliki. Keamanan murni tanggung jawabmu. Jika kena hack, maka ya itu kelalaianmu.

Namun, kamu tak perlu separanoid itu. Jika blog kamu belum terkenal, sangat sedikit orang yang akan iseng dengan blog kamu. Kemungkinan sangat kecil terkena korban hack.

Oh ya, untuk menggunakan platform WordPress ini memerlukan hosting. Hosting ini adalah tempat menyimpan file sistem dan data website atau blog kamu. Kamu juga bisa membelinya di DomaiNesia sepaket dengan domainnya.

Hosting 8 Ribu Sebulan

Untuk permulaan, kamu bisa mencoba membeli paket yang paling kecil di DomaiNesia. Ada paket yang kapasitasnya 300 MB. Saya rasa cukup untuk 1 blog dengan konten yang tidak didominasi oleh gambar. Harga sangat terjangkau, cuma 8 ribu sebulan. Setahun 96 ribu.

Namun, jika blog mu mulai banyak isinya, tentu saja kamu harus meng-upgrade-nya ke paket yang lebih besar lagi. Kamu bisa melihat detail harga hosting murah DomaiNesia di www.domainesia.com/hosting.

Jika kamu bingung menentukan paket yang cocok dengan kebutuhanmu, kamu bisa langsung chat Customer Service DomaiNesia. Atau jika kamu malu-malu, kamu juga bisa meninggalkan komentar di bawah. Sebisa mungkin saya akan memberikan jawaban terbaik.

Selanjutnya, Ngapain?

Action! Tidak ada kata lain selain bertindak. Semua hal jika tidak ada tindakan, ya tidak akan pernah membuahkan hasil. Bagaimana kalau ada error? Setiap masalah adalah pelajaran berharga.

Saya masih ingat dulu pertama kali beli domain dan mengkonfigurasi subdomain, berkali-kali error. Tapi justru dengan masalah itu, saya akhirnya paham dan hapal langkah apa yang harus saya lakukan.

Jika kamu masih bingung nanti blognya mau diisi apa, isi saja dengan curhatanmu. Jika curhat di Facebook, Twitter, atau Instagram saja bisa, mengapa kamu tidak memindahkannya ke blog saja?

Ada pertanyaan? Tinggalkan di kolom komentar yah. Sebisanya aku jawab kok ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar