Sticky Post

7 Cara Membeli Microsoft Surface dengan Harga Murah

Bagaimana jika ada orang yang bisa menunjukkanmu tempat dimana harga Microsoft Surface  dijual dengan sangat murah? Sudah pasti kamu akan pe...

1 Okt 2018

Pengalaman Mencoba macOS Mojave

Sabtu kemarin, saya cukup dikagetkan dengan adanya update OS terbaru untuk macOS, yaitu macOS Mojave. Maklum, sudah lama tidak cek berita tentang Apple karena banyak kesibukan yang harus segera diselesaikan. Di sela kesibukan saya di Sabtu malam, saya iseng buka App Store ternyata ada yang baru.


Cukup lama juga menunggu untuk download macOS Mojave ini, sekitar 5.7 GB. Untuk kecepatan internet yang saya pakai di rumah saya, sekitar 2 jam untuk menyelesaikan download-an OS ini.

Awalnya saya tidak berharap lebih dari versi OS yang satu ini. Ya tahu lah, yang paling ditonjolkan adalah dark mode. Ya itu bagi saya bukan sesuatu yang wah. Tapi, ternyata saya salah. Ada beberapa fitur baru yang bikin saya geleng-geleng kagum.

Fitur Stacks di Desktop

Fitur ini cukup membuat rapi file-file di Desktop yang berantakan. Untuk jumlah file di Desktop yang tidak terlalu banyak sih tidak seberapa terlihat bedanya.

Di Desktop, klik kanan, lalu pilih Use Stacks

Fitur Stacks ini cukup membuat rapi Desktop

Fitur Night Shift

Selain itu, ada fitur lagi yang tak cukup kalah kerennya adalah kamu bisa membuat tampilan layarmu agak menguning. Maksudnya? Itu loh fitur yang banyak ada di smartphone saat ini, yaitu mengurangi cahaya biru. Sehingga mata tidak begitu capek ketika melihat layar terlalu lama.

Night Shift

Apalagi seperti saya yang kadang begadang mengerjakan kerjaan di malam hari. Tentu saja dengan adanya fitur Night Shift ini lebih mudah membuat saya tidur setelah begadang.

Fitur Dark Mode dan Accent Color

Fitur ini adalah fitur yang paling diunggulkan di macOS Mojave kali ini, Dark Mode. Dark Mode ini sebenarnya sudah diinginkan oleh  banyak pengguna Mac yang notabene adalah programmer dan desainer. Mulai dari Unity 3D, keluarga Adobe, browser Firefox, text editor untuk programming (VS Code, Atom, Sublime Text) sudah punya dark mode. Jadi sangat aneh jika macOS tidak ikutan dark mode.


Selain Dark Mode, macOS juga menambahkan fitur Accent Color. Di versi macOS sebelumnya ini belum ada (saya cek di macOS El Capitan tidak ada fitur ini). Saya sendiri lebih senang menggunakan Accent Color oranye untuk tampilan di MacBook Air saya.

Fitur Recent App di Dock

Kebiasaan saya adalah menaruh aplikasi yang sering saya pakai di Dock. Nah, ternyata di macOS Mojave ini ada fitur baru yang cukup membantu. Fitur itu adalah recent app di Dock. Biasanya di macOS sebelumnya, cuma ada 1 sekat yang membatasi dua bagian. Sekarang ada sekat lagi di tengah-tengah antara folder dan icon app.

Recent App di Dock

Recent App ini ternyata cuma memunculkan 3 aplikasi terakhir yang dibuka (dan tidak termasuk aplikasi yang sudah diletakkan di Dock sebelumnya). Jika lebih dari itu akan digantikan dengan yang baru.

Fitur Dynamic Background

Fitur ini bisa membuat background berubah sesuai dengan lokasi dan waktunya. Jika malam, maka akan berganti dengan background yang gelap. Hanya saja masih ada 2 pilihan saja. Atau mungkin ada cara lain untuk menambah pilihan Dynamic Background ini.


Biasanya sih bakal ada yang membahas cara menambah gambar ke Dynamic Background ini. Semoga saja ada.

Fitur Tambahan di Tampilan Gallery

Fitur ini menurut saya sangat memudahkan buat kamu yang suka edit-edit gambar ringan seperti merotasi, crop, dan hal-hal ringan lainnya.


Cek bagian kanan bawah di Finder, ada pilihan Rotate Left, Markup dan More. Markup ini bisa langsung edit tanpa harus butuh buka aplikasi seperti Photoshop. Sudah ada bawaannya.

Tak hanya itu sih, jika kamu memilih lebih dari 1 gambar, maka akan ada pilihan "Create PDF". Memudahkan sekali. Kamu bisa menggabungkan gambar dan diubah ke PDF tanpa harus buka Adobe Acrobat.

Fitur Create PDF

Masih ada satu lagi sih fitur yang saya sukai dari macOS Mojave ini. Apa itu?

Fitur Tambahan Saat Melakukan Screenshot

Ketika kamu melakukan screenshot, maka akan muncul hasil screenshot tersebut di pojok kanan bawah. Ini sangat memudahkan sekali dibanding harus buka folder screenshot (default-nya ada di Desktop).


Tak berhenti di sana saja sih. Kamu bisa mengeklik kotak kecil itu lalu akan muncul hasil screenshot-nya dan bisa langsung kamu edit di tempat.

Bisa langsung edit. Lihat bagian atas ada icon Tools.

Kamu bisa langsung menambahi tulisan, panah, tanda tangan, crop, dan sebagainya. Jika kamu sudah selesai mengedit, klik tombol "Done". Kamu bisa langsung menghapus dengan mengeklik tombol tong sampah di sebelah tombol Share.

Masih terkait dengan fitur screenshot. Dulu macOS ini hanya ada pilihan screenshot gambar saja. Sekarang bisa melakukan screencast (merekam tampilan Desktop). Shortcut-nya adalah Command Shift 5. Nanti akan muncul pilihan seperti gambar di bawah ini.

Screencast tanpa buka QuickTime

Dengan adanya fitur ini, malah makin mempermudah pengguna seperti saya. Biasanya saya harus ribet buka QuickTime dulu untuk melakukan screencast. Sekarang dengan mudah tinggal tekan tombol Command Shift 5 saja.

Kapan Kamu Upgrade ke macOS Mojave?

Bagaimana? Keren bukan fitur-fitur barunya. Sebenarnya masih ada beberapa fitur baru lagi. Tapi biarlah kamu semakin penasaran dan mencobanya sendiri. Hehe.

Kapan kamu upgrade ke macOS Mojave? Ga bakal menyesal deh upgrade ke macOS Mojave ini, karena banyak sekali fitur yang semakin memudahkan hidupmu. Apalagi seperti saya, blogger yang sering menulis dan ambil screenshot. Pasti dengan adanya fitur-fitur ini semakin memudahkan pekerjaan saya. Akhir kata, sampai jumpa di tulisan saya berikutnya.

2 komentar:

  1. saya pakai linux, dan untuk dekstopnya mirip dengan MacOS... hehe tapi pengen deh suatu saat nanti pakai MacOS beneran, katanya lebih powerfull, lebih ringan, lebih enak, lebihhh deh pokoknya dari OS "jendela"

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas emang lebih enak macOS dari Windows
      cuma di mac ga cocok buat orang yang doyan main game :D

      Hapus