11 Sep 2017

Programmer dan Kopi

Ada seseorang yang berkata (entah lupa siapa, yang jelas pernah baca) kualitas coding seseorang itu tergantung dari berapa gelas kopi yang dia habiskan. Sayangnya saya bukan tipikal orang yang ketagihan sama kopi. Bahkan jarang minum kopi, jadi tidak bisa dipakai untuk menentukan kualitas coding-ku dong. Haha.


Saat aktivitas coding saya lebih suka nyemil. Kalaupun minum, biasanya cuma minum air putih. Ya mungkin ini terkesan aneh jika dibandingkan para programmer lainnya yang sangat akrab dengan kopi. Saya lihat teman-teman lab saya dulu juga sering kali menghadirkan kopi saat mereka fokus ngoding di depan laptop mereka. Bahkan ada yang berkali-kali menyeduh kopi dalam semalam. Ya memang begitulah pemandangan yang sering terlihat di lab tempat saya kuliah dahulu saat di malam hari.

Walaupun saya tidak seberapa ketergantungan dengan kopi, namun saat diajak ngopi bareng saya tidak menolak. Apalagi jika ditraktir juga, tentu saja tidak akan menolak. Hehe. Terakhir saya ditraktir kopi kalau tidak salah tahun 2014, ditraktir oleh klien website saya di sebuah mall di Surabaya. Kalau mungkin kamu ingin mentraktir saya kopi, saya terima dengan senang hati loh.

Buat kamu yang hidup di sekitar Kemang, katanya sih ada tempat ngopi yang enak. Tempat ngopi di Kemang adalah Chief Company Kemang. Tempat ini sangat asyik buat ngopi, nyemil, atau makan sedikit berat. Di sana sekali ngopi, kamu juga bisa sekali cukur rambut loh. Atau nih saat kamu nganterin teman kamu cukur rambut, daripada nunggu dan bosan, kamu bisa ngopi-ngopi dulu di sana. Tentu saja menunggu sambil ditemani oleh kopi tidak akan terasa lama. Justru kamu akan merasa cepat sekali temanmu cukur rambutnya. Apalagi ditambah dengan desain ruangan ngopi yang sangat artistik. Dijamin betah deh kamu di sana.

Kembali ke programmer dan kopi tadi. Ternyata memang alasan mengapa kopi itu menjadi teman setia programmer adalah karena kopi bisa memberikan efek tidak mengantuk saat coding berlangsung. Apalagi nih biasanya programmer itu bekerja mulai malam hingga pagi. Jadi tentu saja kopi semacam bahan bakar untuk para programmer.

Namun, selain programmer, kopi juga menjadi sahabat untuk orang yang kerjanya di malam hari. Contohnya satpam shift malam, sys admin, penulis, guru, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Kebanyakan pekerjaan di atas butuh inspirasi dan ketenangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar