10 Jul 2017

Alasan Kembali ke El Capitan Setelah Downgrade ke Snow Leopard

Hampir setahun saya menggunakan Snow Leopard. Namun, setelah saya pikir-pikir lagi alangkah baiknya saya jika menggunakan El Capitan di MacBook putih Mid 2010 saya. Tahun 2016 lalu saya mengalami insiden gagal booting setelah upgrade dari El Capitan ke Sierra. Akibat kejadian inilah saya berpikir mungkin laptop saya ini sudah tidak sanggup lagi menggunakan macOS terbaru. Faktanya sebenarnya masih didukung, namun apa daya saya menemukan fakta pahit lainnya. Hal ini lebih dikarenakan oleh perangkat keras yang ada di MacBook putih saya ini sudah mulai menua.

Fakta dan Kekecewaan Setelah Downgrade

Setelah saya downgrade ke Snow Leopard, memang awalnya berjalan dengan lancar. Namun, seiring diisi banyaknya aplikasi yang sering saya pakai sehari-hari, saya mulai merasakan beratnya. Bahkan jika dulu saat menggunakan El Capitan hanya berat di booting awal saja, kini saat menggunakan Snow Leopard lebih parah. Saat browsing menggunakan Google Chrome misalnya, hampir selalu bunyi berisik. Kemungkinan hal ini karena Google Chrome sudah tidak lagi memberikan update terbaru Google Chrome untuk versi macOS yang lama. Apa akibatnya? Tentu saja kinerjanya ngoyo (memaksakan diri).

Peringatan yang sering muncul saat awal buka Google Chrome

Tak hanya itu, beberapa aplikasi yang bagus seperti Atom (sebuah text editor gratis untuk develop web) juga tidak didukung di Snow Leopard. Ada lagi yang saya sukai dari macOS terbaru adalah aplikasi Notes (aplikasi bawaan macOS) yang menurut saya sebagai saingan dari Evernote, yang tentu saja aplikasi ini tidak ada di Snow Leopard. Dan tentu saja segudang alasan lainnya yang akhirnya membuat saya mantap untuk kembali menggunakan El Capitan di MacBook putih kesayangan saya ini.

Mencari Sumber Download El Capitan 10.11.6

Karena di App Store sudah susah mencari El Capitan, saya pun berinisiatif mencari offline installer El Capitan di banyak website. Setelah sekitar 30 menitan mencari info mengenai hal ini, akhirnya saya menemukan link aktif yang bisa digunakan untuk download El Capitan dari App Store. Kamu bisa mengunjungi link ini: https://itunes.apple.com/id/app/os-x-el-capitan/id1147835434?mt=12. Maka secara tidak langsung kamu akan diarahkan untuk membuka App Store dan menuju halaman download El Capitan. Jika dicari secara manual, kamu hanya akan mendapatkan halaman download macOS Sierra saja.

Halaman download El Capitan

Ukuran file-nya juga cukup besar, 6.21 GB. Dengan kecepatan internet rumah up to 10Mbps yang saya miliki saja download-nya lumayan lama, sekitar 5-6 jam. Jadi yah bisa sambil melakukan aktivitas lainnya jika sedang download ini.

Proses download El Capitan yang memakan waktu lama

Kesimpulan

Dari pengalaman saya memakai varian macOS dari Snow Leopard hingga Sierra, hal yang paling menyenangkan adalah menggunakan macOS versi terbaru. Namun, hal ini menyenangkan jika dibarengi dengan perangkat keras yang memadahi. Pasalnya, memang perangkat lunak saat ini membutuhkan spesifikasi perangkat keras yang tinggi.

Pengalaman memakai El Capitan di MacBook Air 13 inci early 2015 sangat-sangat menyenangkan. Booting awalnya saja cuma hitungan detik, sekitar 20 detik saja. Namun, jika menggunakan El Capitan di MacBook putih lawas punya saya, bisa bermenit-menit, pengalaman hingga 6 menit baru selesai booting dan masuk halaman login. Miris memang, hehe.

Namun, setelah masuk ke dalam sistem, walau menggunakan MacBook putih lawas saya, tetap saja aplikasinya berjalan dengan cepat. Bahkan setelah saya downgrade ke Snow Leopard, menurut saya malah lebih cepat saat menjalankan aplikasi di El Capitan. Mungkin karena aplikasi di Snow Leopard untuk saat ini sering mengalami crash karena dukungan yang sudah tidak penuh dari banyak developer aplikasi. Bahkan untuk beberapa aplikasi seperti UNetBootin di Snow Leopard tidak bisa berjalan dengan normal.

Dari kejadian yang saya alami ini saya mendapatkan pelajaran bahwa downgrade pun juga belum tentu menyelesaikan masalah. Karena aplikasi-aplikasi yang saya instal juga mengalami perubahan, semakin butuh spesifikasi perangkat keras yang tinggi.

4 komentar:

  1. Kalau aku pake Windows lagi :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, sudah terbiasa dengan Windows yah :D
      jadi ga bisa move on

      Hapus
  2. Cara paling aman emang update ke latest supported OS mas, karena developer software pasti akan lebih kasih update softwarenya ke OS paling baru.Atau di dual boot windows 8 aja, enteng bootingnya. Atau 7, meskipun udah lama tp developer software kebanyakan masih ngasih update software mereka di 7.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, tapi kadang hardware-nya ga ngangkat loh
      oh ya, mengenai windows, aku ga pake windows mas, hehe :D

      Hapus