13 Jan 2016

Pengalaman Belanja Online yang Absurd

Beberapa hari yang lalu istri saya ceritanya nagih saya untuk dibelikan baju baru. Yah memang sih sebenarnya saya yang kelewatan, nikah sudah hampir 3 tahun tapi bisa dihitung beli baju baru. Itu sih karena kami memang jarang sekali beli baju, kebanyakan beli peralatan rumah tangga atau makanan. Hingga beberapa hari yang lalu istri saya iseng buka Instagram dan cari-cari model baju gamis hijab syar'i yang bagus dan murah. Dan ketemulah dengan akun Instagram yang jualan gamis hijab bagus.


Karena penjualnya memang jualannya lewat Instagram, jadi istri saya menghubungi penjualnya melalui kontak WhatsApp. Setelah sekian lama percakapan akhirnya istri saya cocok dengan salah satu model gamis hijab syar'i dan tentunya cocok harganya juga. Namun, istri saya masih ragu dan masih cari-cari di penjual lainnya. Eh ternyata, penjualnya menganggap hal itu deal, akhirnya gamis hijab tersebut jadi dibungkus. Istri saya sih mengira bahwa penjualnya tidak akan membungkus sebelum ditransfer.

Besoknya, penjualnya mengabarkan pada istri saya kalau pesanan gamis hijab sudah dia kirim. Istri saya pun kaget, padahal belum ditransfer uangnya loh. Akhirnya mau ga mau ya sebagai muslim yang baik, saya transfer sejumlah uang. Pasalnya memang barang sudah dikirim oleh penjual.

Yang saya heran adalah kenapa si penjual begitu percayanya dengan pembelinya, padahal belum ditransfer uang. Saya sempat heran dengan penjual ini, apa dia tidak takut terjadi tindak penipuan. Kemudian saya pun memikirkan hal ini lumayan dalam, bertanya mengapa dan mengapa beberapa kali. Padahal saya sebagai pelaku pembeli online dan juga sempat menjadi penjual online jarang sekali menemukan model penjual yang seperti ini. Salah satu alasannya karena memang rawan penipuan. Hingga akhirnya istri saya bilang, mungkin saja dia yakin kalau perempuan yang memesan gamis hijab syar'i tidak akan menipu. Tapi memang kalau dipikir-pikir sih, buat apa coba seorang yang sudah pake hijab menipu penjual hijab. Beda banget dengan jual beli barang elektronik, semisal smartphone dan laptop.

Selain itu, besoknya si penjual juga mem-WA istri saya lagi, katanya uang belum sampai. Saya juga bingung, perasaan saya sudah memasukkan nomor rekening dan namanya dengan benar. Nah ini memang sering terjadi jika beda bank. Saya suruh tunggu penjualnya sampai besoknya lagi. Biasanya kalau beda bank memang sering lama. Nah, ternyata pagi ini ada notifikasi di email saya jika transfer beda bank yang saya lakukan gagal karena nama dan rekening beda. Nah loh, saya juga bingung. Setahu saya, saya sudah memasukkan datanya dengan benar.

Pagi-pagi saya WA penjualnya lagi apakah benar dia memberikan nomor rekening yang benar. Ternyata memang nomor dan nama nya benar. Karena saya tidak mau ambil pusing, saya pun transfer via bank lainnya. Sebelumnya saya transfer dari BCA, kali ini saya transfer lewat BNI. Jeleknya BCA adalah saat transfer antar bank dengan LLG, nama harus diinput manual. Sangat berbeda dengan BNI yang tinggal input nomor rekening saja, nama dan data-data lainnya otomatis muncul.

Setelah saya telusuri, saya menemukan penyebab mengapa transfer bisa gagal. Ternyata penyebabnya adalah saya salah memasukkan cabang bank BRI penjualnya. Karena si penjual dari Cilacap, saya masukkan cabang bank dengan Cilacap. Ternyata setelah saya input nomor rekening BRI penjual di ibank BNI milik saya, cabang rekening penjual adalah di Jakarta. Pantas saja jika gagal. Ternyata di BCA sangat sensitif dalam urusan cabang bank.

Semoga saja tulisan di atas bisa menjadi pelajaran buat kamu yang belanja online lalu mentransfer uangnya beda bank. Niatnya ngirit pake LLG nya BCA, eh ternyata harus ngorot karena harus nambah lagi untuk biaya administrasi BNI. Oh yah, jika transaksi gagal yang dikembalikan hanya dana pembayaran saja, biaya administrasi tidak dikembalikan.

4 komentar:

  1. Itu penjualnya memang bener-bener percaya ya, sudah kirim barang padahal belum ditransfer uangnya. aku juga pernah jualan online mas, tp gak pernah kirim barang sebelum uang masuk ke rekening, buat jaga-jaga aja sih. karena pembeli beda-beda sifat dan karakternya.

    BalasHapus
  2. wah saya mending yang lewat toko online aja kalo belanja jadi keliatan validitasnya, temen ada yg kena tipu juga soalnya karena via wa

    BalasHapus

Populer Terbaru Komentar

Entri Terbaru

Komentar Terbaru

Creative Commons License
All contents by Iskael is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at Iskael.
Permissions beyond the scope of this license may be available at Iskael.
© 2013 Belajar Ngeblog bersama Iskael. All Right Reserved. Powered by Blogger. Iskael Template by Iskael. Submitted on TopBlogIndonesia