24 Okt 2016

Pengalaman Memanfaatkan Remote Disc di Mac

Sebenarnya saya ingin menulis ini sejak 3 minggu yang lalu. Hanya saja kesibukan saya sudah melupakan saya dari ide menulis hal ini. Saya punya mengalaman yang cukup menyenangkan dengan produk Apple yang bisa saya bagikan di sini. Pengalaman itu adalah pengalaman memanfaatkan fitur Remote Disk yang dimiliki oleh perangkat Apple, khususnya MacBook. Ceritanya, tanggal 2 Oktober kemarin saya mendapatkan hadiah dari teman saya sebuah MacBook Air. Wow, banget 'kan? Hehe. Tapi, bukan untuk dimiliki yah, MacBook Air tersebut hanya untuk saya gunakan saja. MacBook Air tersebut untuk menunjang pekerjaan saya yang mengurusi IDCopy, sebuah situs penjual akun premium NitroFlare dan lain-lain. Kamu bisa melihatnya di langsung di website-nya apa yang IDCopy jual.

Nah, demi menunjang pekerjaan saya, maka saya pun harus memasan software Adobe Photoshop dan kawan-kawan di MacBook Air tersebut. Oh ya, saya tidak membajak loh yah. Saya memang punya lisensi Adobe yang saya beli saat saya masih mahasiswa dulu. Dan satu lisensi ini bisa digunakan untuk dua perangkat. Karena saya memilih membeli Adobe versi Mac, maka secara otomatis lisensi lebihnya harus diinstal di perangkat Mac juga. Jadi, selain karena memang saya lebih familiar menggunakan Mac dibanding Windows, alasan lisensi ini juga berpengaruh saat saya ditanyai teman saya mengenai laptop apa yang ingin dibelikan.

Baiklah, langsung ke poin intinya. Nah, saya kebingungan menginstal software Adobe di MacBook Air. Pasalnya MacBook Air memang tidak mempunyai DVD drive. Tahu sendirilah kamu bagaimana tipisnya MacBook Air. Sangat-sangat tipis dan ringan. Berbeda dengan MacBook putih milih saya yang lumayan berat. Karena setelah mencoba menyalin file langsung ke harddisk SSD MacBook Air tidak berjalan dengan baik (software menolak), maka mau tidak mau saya harus punya cara bagaimana mendapatkan DVD drive eksternal.

Eh, ternyata di saat saya puyeng memikirkan hal itu, saya melihat di sidebar Finder ada tulisan "Remote Disc". Nah di sinilah saya mulai mencari info mengenai Remote Disc di Google. Ketemu, ternyata bisa menggunakan DVD drive MacBook lain. Tak hanya itu, Remote Disk juga bisa digunakan dengan iMac dan komputer Windows yang ada DVD drive-nya. Hanya saja untuk digunakan di Windows ada software tambahannya. Berikut ini adalah tampilan saya me-remote DVD drive MacBook putih saya melalui MacBook Air menggunakan koneksi Wi-Fi di rumah.

remote DVD drive MacBook putih

mengakses DVD installer Adobe

Bagaimana? Keren bukan? Haha. Saya juga tidak tahu fitur ini karena memang tidak pernah memegang atau berurusan dengan MacBook Air sebelumnya.

Bagaimana cara melakukan Remote Disc? Caranya mudah. Di MacBook putih saya mengatur agar DVD drive saya bisa digunakan oleh MacBook lain. Kamu buka "System Preferences", pilih "Sharing" lalu centang "DVD or CD Sharing".

DVD or CD Sharing MacBook putih

Nah, setelah di MacBook putih saya atur demikian. Di MacBook Air klik pada "Remote Disk". Maka akan muncul ikon laptop MacBook putih tersebut. Selanjutnya, seperti kamu mengakses DVD dari laptop yang ada DVD drive-nya. Sangat mudah.

Dengan mengetahui pengalaman ini akhirnya saya tidak khawatir nantinya jika memiliki MacBook atau MacBook Air yang sekarang sudah tidak ada DVD Drive-nya. Itulah sekedar pengalaman saya. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu pengguna MacBook Air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Populer Terbaru Komentar

Entri Terbaru

Komentar Terbaru

Creative Commons License
All contents by Iskael is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at Iskael.
Permissions beyond the scope of this license may be available at Iskael.
© 2013 Belajar Ngeblog bersama Iskael. All Right Reserved. Powered by Blogger. Iskael Template by Iskael. Submitted on TopBlogIndonesia