26 Des 2015

Percakapan Seputar Membuat Blog Baru

Kemarin malam saya sempat mengobrol dengan teman dunia maya saya melalui direct message di Twitter. Seperti biasanya hal yang kami obrolkan adalah mengenai dunia blog.

Pasalnya dia ingin membuat blog baru dengan domain berbayar namun masih ragu apakah bisa mengurusnya dan apakah bisa menghasilkan trafik yang tinggi dan berujung pada monetasi blog tersebut.

Saya pun bertanya apa yang membuat dia ragu dengan membuat blog baru. Karena pengalaman membuat banyak blog baru pun saya masih menikmati dengan suasana perjuangannya. Mulai dari usaha mendapatkan trafik dari search engine dan media sosial. Ternyata dia mempunyai alasan mengapa dia menjadi ragu membuat blog baru.

Dia bercerita tentang temannya yang telah membeli domain berbayar dan menulis di blog-nya tiap hari sebanyak 5 hingga 8 artikel. Anehnya dengan kebiasaan seperti itu blog tersebut tidak mendapatkan trafik dari search engine, padahal sudah berumur 3 bulan. Saya pun terkejut mengetahui hal itu. Normalnya, dalam waktu 3 bulan setidaknya blog sudah mendapatkan trafik dari mesin pencari.

Saya pun menanyakan apakah blog tersebut sudah di-submit ke Google Webmaster Tools. Ternyata sudah. Saya makin terkejut. Saya pun memikirkan kira-kira apa yang membuat blog tersebut menjadi mengenaskan seperti itu.

Dia menuturkan bahwa temannya mengambil niche kesehatan. Wah, saya pun mulai memahami mengapa hal itu bisa terjadi pada blog tersebut. Blog dengan niche kesehatan itu sangat banyak pesaingnya. Dan asal kamu tahu, pesaingnya bukanlah blogger pemula, namun pemain lama dan memang berani modal untuk bisa nongol di halaman pertama Google. Dari sini sudah jelas, temannya terlalu mengambil risiko mengambil niche dengan tingkat persaingan tinggi.

Lantas apa yang harus dilakukan untuk membuat blog dengan niche kesehatan? Yang pertama jelas kamu harus menulis topik yang menarik dan mempunyai follower yang banyak. Ini adalah modal. Jika follower kamu masih sedikit, lupakan untuk bermain di niche ini. Yang kedua, ngeblog itu tidak bisa diputusi hanya dengan 3 bulan. Harus lebih tahan banting hingga kamu menemukan ritme ngeblog yang tepat untuk mendapatkan trafik dari mesin pencari. Blog ini juga mendapatkan penghasilan setelah 2 tahun aktif. Jadi tidak ada hal yang instan di dunia ini.

Yang ketiga, banyak faktor yang membuat blog itu bisa terkenal. Bisa jadi karena momennya pas dengan tulisan. Kalau pas momennya bisa menjadi viral. Dan tentu saja jika sudah menjadi viral, maka dalam sehari sangat mungkin mendatangkan trafik hingga puluhan ribu pengunjung. Blog ini juga mendapatkan trafik banyak dari momen yang pas saat semua mencari "pengalaman upgrade ponsel Lenovo A6000 Plus ke Lollipop". Hingga kini dari kata kunci tersebut setidaknya menyumbang 75% trafik dari blog ini per hari.

Keempat adalah bagaimana kualitas domain dari hasil link building. Kebanyakan blog yang nongkrong di halaman pertama Google mempunyai kualitas Domain Authority yang bagus. Jadi tentu saja ngeblog bukan hanya sekedar nulis. Banyak sekali yang harus dipelajari, dan itulah letak seni ngeblog.

Akhirnya percakapan itu kami sudahi setelah perut kami sama-sama lapar. Mungkin kamu ingin berdiskusi mengenai ini di sini? Silakan tinggalkan komentar, sebisa mungkin saya akan jawab.

24 komentar:

  1. Kalimat ini, "Yang pertama jelas kamu harus menulis topik yang menarik dan mempunyai follower yang banyak." Itu maksudnya gimana John?

    Ya, aku paham maksud "menulis topik yang menarik". Tapi "follower yang banyak" itu maksudnya follower apa? Dalam kaitannya dengan bikin blog baru, tentu follower (blog/Twitter atau sosial media) akan tumbuh seiring perkembangan blog, kan? Artinya, sulit (malah nggak mungkin) baru bikin blog tapi sudah langsung dapat banyak follower. Wong blog yang udah bertahun-tahun aja followernya kadang masih sedikit.

    Soal niche blog kayaknya masih jadi masalah dalam membangun blog ya John. Ada yang bilang kalau blog akan cepat tumbuh kalau punya niche yang spesifik. Bahkan adsense pun katanya lebih menyukai blog dengan niche yang spesifik. Tapi membangun blog dengan niche spesifik kayaknya jauh lebih sulit dibanding membangun blog dengan topik general.Ini kok kayak jadi serbasalah ya. Piye menurutmu, John?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, follower yang banyak
      jadi sebelumnya dia harus punya follower di Twitter yang banyak sebelum bikin blog :D
      susah yah? ga juga, kan bisa pake friend Facebook, intinya dia punya teman atau seseorang yang melihat news feed dia yang jumlahnya banyak
      fungsinya adalah ketika dia nulis dan nge-share, setidaknya yang baca lumayan banyak :D
      kalo follower masih sedikit? ada cara instan, bisa beli follower
      fungsinya adalah ketika blog tersebut terlihat memiliki banyak follower, maka orang yang lain mengunjungi blog tersebut tidak akan segan2 untuk nge-follow juga, soalnya menganggap blog tersebut pantas untuk di-follow Twitter atau fanpage Facebook-nya

      iya, menentukan niche juga sulit. niche yang baik adalah niche yang spesifik, istilah micro niche. namun jangan lupa, pesaingnya harus sedikit dan setidaknya sama2 pemula :D
      biar ngejarnya ga terlalu ngos-ngosan
      niche apa yang seperti itu? nah itu aku juga ga tahu :D
      perlu riset dalam waktu yang lama dan punya insting yang kuat

      Hapus
    2. Ukuran "banyak" itu tentu bisa relatif ya. Seribu follower mungkin bisa dianggap banyak, bisa pula disebut sedikit. Tapi kalau pun kita berhasil menarik pengunjung dari Twitter, misalnya, toh itu bisa dibilang "belum matang", karena sebuah blog/web baru bisa dibilang mandiri jika telah mendapat trafik konstan dari search engine. Bukan gitu, John?

      Atau apakah search engine akan "terpengaruh" jika blog kita dikunjungi banyak orang dari Twitter, misalnya, lalu search engine ikut "latah" mendatangkan pengunjung?

      Kayaknya kok makin hari bikin blog makin sulit aja tantangannya. :D

      Hapus
    3. iya, 1000 aja udah termasuk banyak
      akan terpengaruh, tapi nunggu 2 bulan, hehe :D
      itu sih menurut pengakuan temanku yang memperhatikan

      Hapus
  2. folowwerku 1000an tapi gak tau deh itu ngefek gak

    BalasHapus
  3. Meskipun blog dengan niche kesehatan sangat banyak, tapi jarang banget yang isiny bisa dipercaya. Kebanyakan information di dalamnya bersifat mitos, karena yang membuatnya juga bukan ahli di bidang kesehatan.

    Saya sendiri dokter, pernah membangun blog khusus isi information tentang alat reproduksi wanita. Traffic-nya sedikit, tapi isi komentarnya masih relevant dengan isi postingan. Saya memang tidak mengharapkan traffic ramai untuk blog niche ini. Karena traffic jarang namun berbobot lebih baik daripada traffic ramai tapi komentatornya hanya bisa jadi pengagum tanpa terinspirasi postingan.

    Membuat blog baru yang berdomain sendiri itu mudah. Yang sulit adalah membuat penonton mau mengandalkan kita supaya kita bisa jadi sumber information yang terpercaya baginya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah kug membuat penonton mengandalkan kita menjadi sumber informasi yang terpercaya. caranya adalah dengan mbak tulis siapa diri mbak sebenarnya
      makanya di beberapa website konsultasi di bagian bawah ada catatan tentang siapa penulisnya

      Hapus
  4. Bagi saya yang sulit memang mencari traffic, blog umur 6 bulanan tapi UV masih 900 an he he, makasih sharingnya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. trafik sudah 900 an dalam waktu 6 bulan itu keren bang :D

      Hapus
  5. Follower itu ngaruh yaa...

    BalasHapus
  6. sedang berusaha membangun blog baru nih mas..semangaat..

    BalasHapus
  7. hmmm, follower twitterku belum sampe diangka 100 :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga masalah mbak
      bisa berkembang sendiri kug

      Hapus
  8. itu blog-blog yang suka komen di blog, kan, banyak yang isinya kesehatan. Sering saya anggap spam juga hehehe. Tapi itu artinya memang yang menulis kesehatan banyak :D

    BalasHapus
  9. Followers saya belom seribu nih. Masih harus berusaha banyak-banyal nih hehe

    BalasHapus
  10. Saya bikin blog pribadi aja dulu.

    Soalnya kalau diseriusin kadang malah jadi gak jalan. Ada aja rintangannya kaya males posting, tiba-tiba ngeblank, sampai kecapean karena kesibukan di dunia nyata.

    Kalo blog pribadi sih lebih santai. Pengalamanku aja sih.

    Oh ya mas, bagaimana caranya membagi waktu antara pekerjaan di dunia nyata dan ngeblog disini? Kalau tidak salah, masnya freelance desainer web ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara membaginya adalah ya tinggal dibagi, hehe :D
      iya, saya juga freelance desainer web, cuma sudah jarang cari job lewat jalan itu
      ada yang lebih gurih

      Hapus
  11. Yang penting ngeblognya untuk berbagi aja, yang lainnya ngikutiiin :D

    BalasHapus
  12. traffic memang misterius, kadang dibiarin naiknya tinggi, diharap-harapin naiknya biasa malah gag naik

    BalasHapus

Populer Terbaru Komentar

Entri Terbaru

Komentar Terbaru

Creative Commons License
All contents by Iskael is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs 3.0 Unported License.
Based on a work at Iskael.
Permissions beyond the scope of this license may be available at Iskael.
© 2013 Belajar Ngeblog bersama Iskael. All Right Reserved. Powered by Blogger. Iskael Template by Iskael. Submitted on TopBlogIndonesia